HPK IKN Kini Dihuni 4.302 Pekerja, Bukti Pembangunan Nusantara Terus Berjalan

Jumat, 31 Jul 2026, 21:05 WIB

PENAJAM PASER UTARA – Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) di Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal sementara bagi tenaga kerja, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran pembangunan proyek strategis nasional.

Ketersediaan hunian yang layak dapat meningkatkan produktivitas, keselamatan, dan kesejahteraan pekerja, sekaligus mendukung efisiensi pelaksanaan konstruksi.

Ket. Foto: Kawasan HPK untuk tempat tinggal pekerja yang terlibat pembangunan IKN di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kaltim. — Sumber: ANTARA/ Nyaman Bagus Purwaniawan.

Dalam jangka panjang, pengelolaan HPK yang optimal juga dapat memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan kembali fasilitas tersebut untuk mendukung kebutuhan kawasan setelah fase pembangunan utama selesai.

Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara, dihuni sedikitnya 4.302 pekerja yang terlibat pembangunan IKN, di sebagian wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

"HPK dilengkapi fasilitas pendukung seperti kantin, masjid dan taman," ujar Pelaksana tugas (Plt) Direktur Pengelolaan Gedung, Kawasan dan Perkotaan Otorita IKN, Cakra Nagara ketika ditanya pengelola HPK di Sepaku, Penajam Paser Utara, Jumat (31/7).

Pengelolaan HPK juga mengedepankan prinsip perlindungan terhadap seluruh penghuni, lanjut dia, saat ini terdata 716 atau 16,6 persen perempuan dan 3.586 atau 83,4 persen laki-laki menghuni kawasan HPK.

HPK merupakan fasilitas yang disediakan sebagai tempat tinggal bagi para pekerja yang terlibat dalam pembangunan IKN, mulai dari tenaga konstruksi, petugas keamanan, petugas kebersihan, hingga tenaga pendukung lainnya.

Seluruh kawasan hunian dikelola melalui sistem pemeliharaan teknis, kebersihan dan keindahan, serta keamanan gedung (building management), yang memastikan pengelolaan fasilitas, keamanan, dan layanan berjalan profesional sehingga penghuni merasa aman dan nyaman.

Kebijakan responsif gender memberikan perlindungan dan kenyamanan bagi seluruh penghuni, khususnya pekerja perempuan juga diterapkan di HPK, jelas dia, agar tercipta lingkungan hunian yang aman dan mendukung produktivitas seluruh pekerja.

Otorita IKN menyediakan empat tower (menara) khusus perempuan di HPK-2 dari total 35 menara yang tersedia di kawasan HPK tersebut, untuk menjaga privasi sekaligus meningkatkan rasa aman selama tinggal di kawasan hunian.

Petugas keamanan perempuan ditempatkan di area hunian perempuan agar pelayanan keamanan dapat diberikan secara lebih optimal, juga petugas yang menjaga kebersihan, kerapian dan kenyamanan (housekeeping) disesuaikan berdasarkan gender dan lokasi kerja.

Di area publik dipasangi kamera pengawas (CCTV) bagian dari sistem keamanan kawasan, kata dia, dan tata tertib penghuni diterapkan untuk menciptakan lingkungan yang tertib, aman, dan kondusif.

Tata tertib ditetapkan menjaga keamanan dan kenyamanan penghuni, kalau di tower perempuan, laki-laki tidak boleh masuk tanpa pengawalan petugas," tambah petugas keamanan perempuan HPK-2 Nirwana.

Kebijakan tersebut dirasakan langsung para penghuni, menurut Sri yang telah tinggal di HPK sekitar satu tahun, sejak pertama kali datang ke IKN langsung ditempatkan di area khusus perempuan dengan penataan yang membuat merasa lebih nyaman selama tinggal di kawasan HPK.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.