Wagub Rano Perkuat Kerja Sama dengan Netflix demi Dongkrak Ekonomi Kreatif Jakarta

Rabu, 17 Jun 2026, 17:55 WIB

JAKARTA - Upaya mewujudkan Jakarta sebagai Kota Sinema terus diperkuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui kolaborasi dengan pelaku industri hiburan global. Salah satu langkah terbaru dilakukan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dengan menjalin komunikasi dan kerja sama strategis bersama Netflix dalam rangkaian Asia Pacific Video Operators Summit (APOS) 2026 di Nusa Dua, Bali.

Jakarta menjadi satu-satunya kota yang mendapatkan undangan dalam forum industri hiburan dan teknologi terbesar di kawasan Asia Pasifik tersebut. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk membangun kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan industri kreatif global, termasuk Netflix yang saat ini memiliki lebih dari 325 juta pelanggan di seluruh dunia.

Ket. Foto: Upaya mewujudkan Jakarta sebagai Kota Sinema terus diperkuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui kolaborasi dengan pelaku industri hiburan global. Salah satu langkah terbaru dilakukan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dengan menjalin komunikasi dan kerja sama strategis bersama Netflix dalam rangkaian Asia Pacific Video Operators Summit (APOS). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Pertemuan antara Pemprov DKI Jakarta dan Netflix berlangsung pada Rabu (17/6) di sela-sela agenda APOS 2026. Dalam kesempatan itu, Netflix memaparkan perkembangan bisnisnya selama satu dekade di kawasan Asia Pasifik, termasuk pertumbuhan yang terus meningkat di Indonesia berkat kuatnya konten lokal dan tingginya minat penonton.

Director of Public Policy Netflix Asia Pacific, Ruben Hattari, menilai Asia Tenggara memiliki potensi besar dalam industri hiburan digital. Menurutnya, sejumlah karya Indonesia telah membuktikan bahwa konten lokal mampu bersaing dan diterima pasar internasional melalui platform Netflix.

"Setelah 10 tahun berjalan, kami semakin yakin bahwa kekuatan konten lokal memiliki peran besar dalam mendorong pertumbuhan bisnis Netflix. Di Indonesia, misalnya, ada Gadis Kretek hingga Abadi Nan Jaya yang sukses secara global melalui Netflix. Ke depan, kami berharap dapat menjalin lebih banyak kerja sama dengan Jakarta, tidak hanya dalam produksi, tetapi juga pengembangan talenta di bidang perfilman," ujar Ruben.

Pembahasan kerja sama kemudian dilanjutkan dalam pertemuan tertutup bersama Vice President Netflix Asia Pacific, Andrew Ure, dan Senior Director Production Netflix, Sung Q. Lee. Salah satu topik utama yang dibahas adalah peluang peningkatan produksi konten Netflix di Jakarta setelah suksesnya proses syuting film orisinal Netflix berjudul Tygo: Extraction pada kuartal pertama 2026.

Andrew Ure mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama proses produksi film tersebut. Ia menilai Jakarta memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu lokasi syuting terbaik di kawasan Asia Tenggara.

"Kami sangat senang dapat bertemu dengan Bapak Wakil Gubernur Rano Karno dan berterima kasih atas dukungan yang diberikan selama produksi Tygo: Extraction. Kami terkesan dengan visi Jakarta sebagai Kota Sinema. Kami percaya Jakarta memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu lokasi syuting terbaik di Asia Tenggara," kata Andrew.

Hal senada disampaikan Sung Q. Lee yang mengaku terkesan dengan kemudahan dan dukungan yang diberikan selama proses produksi berlangsung di kawasan Kota Tua Jakarta. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin membuat proses syuting selama sekitar 50 hari dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

"Kami sangat terkejut dan terkesan karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan dukungan penuh selama produksi Tygo: Extraction. Sebagai tim produksi dari luar negeri, kami tidak selalu mengetahui pihak yang harus dihubungi. Namun, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membantu seluruh proses syuting berjalan lancar selama sekitar 50 hari di kawasan Kota Tua. Itu pengalaman yang luar biasa," ujarnya.

Rano Karno menegaskan bahwa kerja sama dengan Netflix tidak hanya berorientasi pada investasi dan produksi film semata. Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja, mengembangkan talenta lokal, meningkatkan sektor pariwisata, serta memperkuat kontribusi ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta.

"Saya sangat berterima kasih kepada Netflix. Ini bukan sekadar ambisi, melainkan visi besar agar industri film dan sektor ekonomi kreatif lainnya dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap mendukung kerja sama jangka panjang, tidak hanya dalam produksi, tetapi juga pengembangan industri perfilman. Kami mengundang Netflix untuk berpartisipasi dalam Jakarta Film Summit 2026 yang akan diselenggarakan pada Oktober mendatang," tutur Rano.

Ke depan, sedikitnya tiga judul film dan serial Netflix direncanakan diproduksi di Jakarta. Selain itu, Netflix dan Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyiapkan program pengembangan sumber daya manusia di bidang perfilman guna mendukung kebutuhan industri kreatif yang terus berkembang.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.