Penguatan Rupiah Disambut Positif Gaikindo, Jadi Angin Segar Industri Otomotif Nasional
Rabu, 17 Jun 2026, 17:05 WIBJAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut positif penguatan nilai tukar rupiah yang terjadi dalam beberapa hari terakhir menjadi angin segar yang dinilai dapat memberikan dampak berlapis bagi industri otomotif nasional.
Ketua Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan penguatan rupiah membawa sejumlah efek positif terhadap produk-produk otomotif, termasuk menjaga stabilitas harga kendaraan di pasar domestik.
âKami sangat senang akan penguatan rupiah, karena banyak dampak positifnya terhadap produk-produk otomotif, produsen tidak perlu menyesuaikan harga,â kata Jongkie dihubungi wartawan dari Jakarta, Rabu (17/6).
Menurut dia, kondisi tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kinerja sektor tersebut sepanjang tahun ini.
Jongkie mengungkap, dampak lanjutan dari penguatan rupiah yang terus berlangsung terhadap industri otomotif akan dirasakan secara luas dan memiliki dampak turunan yang berlapis bagi industri.
Gaikindo menilai penguatan mata uang domestik dapat membantu pelaku industri menghindari penyesuaian harga kendaraan, sehingga daya beli masyarakat berpotensi terjaga.
Kondisi itu juga diharapkan mendorong peningkatan penjualan kendaraan, pertumbuhan produksi, serta menjaga keberlangsungan tenaga kerja di sektor otomotif.
âPastinya ini adalah angin segar, mudah-mudahan angka penjualan bisa meningkat, produksi bertambah, tidak perlu ada PHK (pemutusan hubungan kerja), dan lain-lain," ujar Jongkie.
Pada kesempatan yang sama, Jongkie mengatakan hingga saat ini Gaikindo masih mempertahankan target penjualan mobil baru nasional pada tahun ini sebesar 850.000 unit.
âMasih tetap 850.000 unit,â imbuhnya.
Dengan target yang tidak berubah tersebut, industri otomotif berharap momentum penguatan rupiah dapat menjadi faktor pendukung bagi pencapaian penjualan kendaraan nasional sepanjang 2026.
Diketahui, nilai tukar rupiah pada Senin (15/6) bergerak menguat 82 poin atau 0,46 persen menjadi 17.778 rupiah per dollar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 17.860 rupiah per dollar AS. Sebelumnya nilai tukar rupiah juga sempat melemah di kisaran 18.000 rupiah lebih per dollar AS.
Hingga Rabu sore, nilai tukar rupiah mencapai 17.758 rupiah per dollar AS.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Serunya Main Bareng Tanpa Gawai di Surabaya
-
Bank Indonesia Pastikan “All Out” 24 Jam Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah
-
IMO Imbau Kapal Harus Ekstra Hati-hati di Dekat Selat Hormuz
-
RI Dorong Kemandirian Plastik
-
Indo Livestock 2026 Expo dan Forum Perkenalkan Grand Championship, Tingkatkan Standar Kompetisi Ternak Nasional.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.