Belanja Kebutuhan Pokok Daring Makin Diminati, Transaksi F&B Tembus Rp20,6 Triliun

Rabu, 30 Sep 2026, 22:53 WIB

JAKARTA — Kebiasaan masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui kanal digital menunjukkan perubahan. Belanja kebutuhan pokok, bahan dapur, dan makanan-minuman kini semakin banyak dilakukan melalui platform e-commerce.

Perubahan tersebut terlihat dari pertumbuhan kategori Food & Beverages (F&B) di pasar Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) digital sepanjang semester pertama 2026. Berdasarkan laporan Indonesian FMCG E-commerce Report H1 2026 dari Compas.co.id, nilai transaksi kategori F&B mencapai Rp20,6 triliun pada Januari–Juni 2026.

Ket. Foto: Laporan Indonesian FMCG E-commerce Report H1 2026 dari Compas.co.id. Riset ini mencatat transaksi F&B mencapai Rp20,6 triliun, naik 52% secara tahunan. — Sumber: Compas.co.id

Nilai tersebut meningkat 52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp13,6 triliun. Pertumbuhan F&B juga membuat kontribusinya terhadap keseluruhan pasar FMCG e-commerce meningkat dari 20 persen menjadi 23 persen.

Compas.co.id merupakan platform intelijen e-commerce yang memantau perkembangan pasar digital. Dalam laporan tersebut, kategori F&B disebut mulai menjadi salah satu pendorong pertumbuhan baru atau new growth engine dalam industri FMCG e-commerce, menggantikan dominasi kategori perawatan dan kecantikan.

Pertumbuhan nilai transaksi tersebut juga diikuti kenaikan jumlah barang yang dibeli. Volume penjualan atau sales quantity kategori F&B meningkat 33 persen secara tahunan.

Data tersebut menunjukkan pertumbuhan transaksi tidak hanya berkaitan dengan perubahan harga. Compas mencatat kenaikan harga pada sejumlah komoditas mencapai sekitar 15 persen, tetapi peningkatan volume pembelian tetap menunjukkan adanya pertumbuhan permintaan konsumen.

Air Mineral dan Minyak Goreng Tumbuh Paling Tinggi

Pertumbuhan kategori F&B terutama terlihat pada produk yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari rumah tangga.

Subkategori Mineral Water atau air mineral mencatat pertumbuhan nilai transaksi tertinggi, yakni 219 persen secara tahunan. Setelah itu, Cooking Oil atau minyak goreng tumbuh 123 persen.

Sejumlah produk konsumsi rutin lainnya juga mencatat pertumbuhan cukup tinggi. Penjualan teh meningkat 97 persen, mi instan dan pasta naik 91 persen, gula tumbuh 79 persen, sedangkan kopi meningkat 75 persen.

Tidak hanya produk kebutuhan pokok, kategori makanan ringan juga mengalami peningkatan. Penjualan permen tumbuh 121 persen dan makanan ringan manis meningkat 100 persen secara tahunan.

CEO Compas.co.id Hanindia Narendrata mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan perubahan dalam pola belanja masyarakat.

“Pergeseran belanja di Semester 1 2026 membuktikan bahwa masyarakat Indonesia kini semakin terbiasa memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga secara digital,” ujar Hanindia melalui siaran pers pada hari Rabu (30/9).

Menurut dia, e-commerce tidak lagi hanya menjadi kanal untuk membeli produk sekunder atau kebutuhan gaya hidup. Platform digital mulai menjadi alternatif untuk memperoleh kebutuhan pokok, bahan dapur, dan berbagai kebutuhan harian.

Ramadan Dorong Transaksi Buah dan Hampers

Selain pertumbuhan tahunan, transaksi F&B pada semester pertama 2026 juga dipengaruhi faktor musiman, terutama Ramadan dan persiapan Lebaran.

Compas mencatat sejumlah subkategori mengalami peningkatan signifikan pada kuartal pertama 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya. Penjualan buah-buahan meningkat 255 persen secara quarter-on-quarter (QoQ). Produk biskuit dan kue kering naik 157 persen, set hadiah dan hampers tumbuh 133 persen, sementara kacang meningkat 130 persen.

Peningkatan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan belanja makanan dan minuman di kanal digital tidak hanya berkaitan dengan konsumsi rutin. Momen keagamaan dan tradisi pemberian hampers juga turut memengaruhi pola transaksi.

Dengan periode Ramadan dan Lebaran yang berlangsung pada awal tahun, peningkatan musiman tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong performa kategori F&B sepanjang semester pertama 2026.

Reseller Mendominasi Transaksi F&B

Dari sisi kanal penjualan, transaksi F&B di e-commerce masih didominasi toko non-resmi atau Non-Official Store.

Compas mencatat sekitar 77 persen transaksi F&B atau setara Rp15,8 triliun berlangsung melalui kanal Non-Official Store. Sementara itu, Official Store menyumbang 23 persen atau sekitar Rp4,8 triliun.

Komposisi tersebut menunjukkan peran reseller masih cukup besar dalam distribusi produk makanan, minuman, dan kebutuhan rumah tangga melalui kanal digital.

Dari sisi platform, Shopee mencatat transaksi F&B sebesar Rp12,2 triliun dengan pangsa 59 persen. ShopTokopedia berada di posisi berikutnya dengan nilai transaksi Rp8,1 triliun dan pangsa 39 persen.

Data tersebut menggambarkan bahwa sebagian besar transaksi F&B yang dipantau Compas terkonsentrasi pada dua platform tersebut.

F&B Menjadi Salah Satu Penggerak Baru FMCG Digital

Laporan Compas.co.id mencakup lima kategori utama dalam pasar FMCG e-commerce, yakni Beauty & Care, Food & Beverages, Healthcare, Mom & Baby, serta Homecare.

Untuk kategori F&B, pertumbuhan pada semester pertama 2026 menunjukkan semakin luasnya jenis kebutuhan yang dibeli masyarakat melalui kanal digital. Produk seperti air mineral, minyak goreng, gula, teh, kopi, hingga mi instan yang sebelumnya identik dengan pembelian di toko fisik kini semakin terlihat dalam transaksi e-commerce.

Kenaikan volume pembelian sebesar 33 persen juga menjadi indikator bahwa pertumbuhan kategori tersebut tidak semata-mata didorong oleh kenaikan harga.

Meski demikian, pola belanja digital tetap dipengaruhi momentum tertentu. Ramadan dan Lebaran, misalnya, mendorong kenaikan tajam pada sejumlah produk yang berkaitan dengan konsumsi keluarga, hidangan perayaan, serta kebutuhan pemberian hadiah.

Laporan FMCG E-commerce Market Update Semester 1 2026 dari Compas.co.id disusun berdasarkan data transaksi di Shopee, ShopTokopedia, Lazada, dan Blibli selama Januari hingga Juni 2026.

Laporan tersebut ditujukan bagi brand FMCG dan mitra Compas.co.id, dengan cakupan data yang digunakan untuk membaca perkembangan pasar FMCG melalui kanal perdagangan elektronik di Indonesia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.