• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Group Ride Grab Meningkat ...

Group Ride Grab Meningkat 30 Kali Lipat, Perjalanan Bersama Makin Diminati

Rabu, 30 Sep 2026, 22:42 WIB

JAKARTA — Fitur Group Ride yang memungkinkan beberapa pengguna bepergian dalam satu pemesanan GrabCar menunjukkan peningkatan penggunaan sejak diluncurkan di Indonesia pada April 2026. Dalam lima bulan, jumlah perjalanan melalui fitur tersebut tercatat meningkat lebih dari 30 kali lipat.

Data internal Grab Indonesia juga menunjukkan bahwa perjalanan bersama paling banyak digunakan di kota-kota besar, terutama Jakarta, disusul Bali, Bandung, dan Surabaya. Pola penggunaan tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan bersama menjadi salah satu kebutuhan mobilitas pengguna, khususnya ketika melakukan aktivitas bersama di luar rumah.

Ket. Foto: Fitur Group Ride pada aplikasi Grab memungkinkan pengguna mengatur perjalanan bersama dengan lebih praktis dan hemat hingga 50%. Yang menarik, penggunaan layanan ini meningkat lebih dari 30 kali lipat dalam lima bulan. Fitur ini banyak digunakan pekerja untuk perjalanan bersama dan berbagi ongkos. — Sumber: Grab Indonesia

Marketing Director Grab Indonesia Asep Haekal mengatakan Group Ride banyak dimanfaatkan oleh pekerja untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perjalanan menuju kantor hingga aktivitas setelah jam kerja.

“Hampir 7 dari 10 perjalanan Group Ride berlangsung pada hari kerja, ketika pengguna bepergian untuk kebutuhan pekerjaan maupun aktivitas setelah bekerja,” ujar Haekal dalam acara media gathering di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Menurut data Grab, sekitar 54 persen perjalanan Group Ride berlangsung pada waktu pulang kantor atau setelah selesai bekerja. Pada periode tersebut, pengguna memanfaatkan fitur ini untuk bepergian bersama menuju restoran, pusat perbelanjaan, atau lokasi berkumpul lainnya.

Penggunaan Group Ride kemudian berlanjut hingga malam hari, terutama ketika pengguna pulang setelah berkumpul atau melakukan aktivitas bersama.

“Artinya, Group Ride telah menjadi bagian dari mobilitas sehari-hari pengguna di kota-kota besar, terutama bagi pekerja yang bepergian bersama setelah bekerja, baik untuk pulang ke rumah maupun melanjutkan aktivitas bersama,” kata Haekal.

Pertumbuhan Perjalanan Lebih dari 30 Kali Lipat

Group Ride diperkenalkan Grab Indonesia pada April 2026 sebagai fitur yang memungkinkan satu perjalanan digunakan oleh beberapa penumpang dengan titik jemput maupun tujuan yang dapat berbeda.

Dalam lima bulan sejak peluncuran, jumlah perjalanan menggunakan Group Ride meningkat lebih dari 30 kali lipat. Grab melihat pertumbuhan tersebut sejalan dengan kebutuhan pengguna untuk mengatur perjalanan bersama tanpa harus melakukan pemesanan kendaraan secara terpisah.

Menariknya, sekitar 32 persen perjalanan Group Ride dilakukan oleh pengguna yang sebelumnya sudah lama tidak menggunakan aplikasi Grab atau belum pernah menggunakan GrabCar.

Data tersebut menunjukkan bahwa penggunaan perjalanan bersama tidak hanya berasal dari pengguna GrabCar yang sudah rutin, tetapi juga menjadi salah satu pintu masuk bagi pengguna yang sebelumnya jarang atau belum menggunakan layanan tersebut.

Dari sisi wilayah, Jakarta menjadi kota dengan penggunaan Group Ride tertinggi. Setelah Jakarta, penggunaan banyak tercatat di Bali, Bandung, dan Surabaya.

Pola tersebut menunjukkan konsentrasi penggunaan di wilayah perkotaan dengan aktivitas kerja, mobilitas komuter, serta kegiatan sosial yang relatif tinggi.

Pulang Kantor Menjadi Salah Satu Waktu Penggunaan Utama

Jika dilihat berdasarkan waktu perjalanan, hari kerja menjadi periode penggunaan utama Group Ride. Hampir 70 persen perjalanan berlangsung pada hari kerja.

Sementara itu, sekitar 54 persen perjalanan terjadi pada waktu pulang kantor atau setelah aktivitas pekerjaan selesai.

Pada waktu tersebut, perjalanan bersama tidak selalu berakhir di rumah. Sebagian pengguna melanjutkan perjalanan menuju tempat makan, pusat perbelanjaan, maupun lokasi berkumpul bersama teman dan rekan kerja.

Kondisi tersebut membuat satu perjalanan dapat digunakan untuk mengakomodasi beberapa titik jemput dan tujuan. Pengguna tidak harus membuat pemesanan kendaraan secara terpisah meskipun memiliki lokasi awal atau tujuan yang berbeda.

“Banyak orang ingin pulang atau bepergian bersama rekan kerja dan teman, tetapi akhirnya memilih memesan kendaraan secara terpisah karena mengatur titik jemput, rute, dan pembagian ongkos terasa merepotkan,” ujar Haekal.

73,3 Persen Perjalanan Tercatat Menghasilkan Penghematan

Selain pertumbuhan penggunaan, data internal Grab juga menunjukkan aspek biaya menjadi salah satu karakteristik perjalanan Group Ride.

Sekitar 73,3 persen perjalanan Group Ride tercatat menghasilkan penghematan dibandingkan pemesanan perjalanan secara terpisah. Rata-rata penghematan yang dicatat Grab mencapai 54,6 persen pada perjalanan tersebut.

Namun, angka tersebut merupakan hasil perbandingan berdasarkan data internal dan tidak berarti setiap perjalanan Group Ride menghasilkan tingkat penghematan yang sama.

Besarnya biaya perjalanan tetap bergantung pada kondisi perjalanan, termasuk jarak, rute, jumlah penumpang, dan kondisi lalu lintas.

Grab menyebut Group Ride berpotensi memberikan penghematan hingga 50 persen dibandingkan pemesanan kendaraan secara terpisah, terutama ketika sejumlah penumpang memiliki rute yang berdekatan atau searah.

“Dengan mengatur satu perjalanan bersama, Group Ride juga berpotensi membantu pengguna menghemat hingga 50 persen dibandingkan memesan perjalanan secara terpisah, terutama ketika beberapa penumpang memiliki rute yang berdekatan atau searah,” kata Haekal.

Pembagian Ongkos Menjadi Bagian dari Perjalanan

Selain biaya perjalanan secara keseluruhan, data penggunaan Group Ride juga berkaitan dengan kebutuhan untuk membagi ongkos di antara penumpang.

Grab menyediakan tiga pilihan pembayaran. Host dapat membayar seluruh ongkos, membagi biaya secara rata kepada seluruh anggota, atau menggunakan pembagian secara proporsional berdasarkan perjalanan masing-masing penumpang.

Pilihan terakhir memungkinkan biaya dihitung berdasarkan perjalanan masing-masing anggota. Dengan demikian, penumpang yang memiliki titik jemput atau tujuan berbeda tidak harus membayar jumlah yang sama.

Setiap anggota dapat melihat bagian ongkos yang harus dibayarkan melalui aplikasi sebelum perjalanan dimulai. Mekanisme tersebut dirancang untuk mengurangi kebutuhan menghitung dan menagih biaya secara manual setelah perjalanan selesai.

Menurut Grab, persoalan pembagian biaya memang menjadi salah satu tantangan dalam perjalanan bersama. Perusahaan mengutip data yang menyebut 5 dari 10 orang pernah mengalami konflik terkait uang ketika bepergian bersama, sedangkan 2 dari 10 orang mengaku pernah mengakhiri pertemanan akibat persoalan uang.

Satu Perjalanan hingga Empat Pengguna

Secara operasional, Group Ride memungkinkan seorang pengguna bertindak sebagai host dan mengundang maksimal tiga orang lainnya melalui satu tautan. Dengan demikian, satu perjalanan dapat melibatkan hingga empat pengguna.

Host terlebih dahulu membuka halaman Transport pada aplikasi Grab dan memilih Group Ride. Setelah menentukan titik jemput dan tujuan awal, tautan undangan dapat dibagikan kepada teman, keluarga, atau rekan kerja.

Anggota yang menerima undangan kemudian memasukkan titik jemput dan tujuan masing-masing. Setelah seluruh anggota melengkapi informasi, host dapat melihat seluruh titik perjalanan dan menentukan urutan rute sebelum pemesanan dilakukan.

Sistem kemudian membantu mengoptimalkan rute dengan mempertimbangkan jarak, kondisi lalu lintas, dan waktu perjalanan.

Selama proses tersebut, anggota dapat melihat detail perjalanan dan bagian ongkos masing-masing melalui aplikasi.

Pengguna Lama dan Baru Sama-Sama Menggunakan

Salah satu data yang menarik dari penggunaan Group Ride adalah proporsi pengguna yang sebelumnya tidak aktif menggunakan layanan GrabCar.

Sebanyak 32 persen perjalanan Group Ride dilakukan oleh pengguna yang sudah lama tidak menggunakan aplikasi Grab atau belum pernah menggunakan GrabCar.

Data tersebut menunjukkan bahwa pengalaman bepergian bersama dapat menjadi salah satu konteks penggunaan layanan kendaraan yang berbeda dari perjalanan individual.

Di sisi lain, tingginya penggunaan pada hari kerja dan jam pulang kantor memperlihatkan bahwa fitur tersebut juga digunakan dalam rutinitas mobilitas harian, bukan hanya untuk perjalanan rekreasi atau acara khusus.

“Di saat yang sama, pengguna juga mencari cara untuk bepergian dengan lebih praktis dan hemat,” ujar Haekal.

Grab juga menyediakan akses ke Safety Centre dan notifikasi Trip Monitoring bagi host maupun anggota Group Ride selama perjalanan, sesuai fitur yang berlaku pada aplikasi.

Pengguna disarankan memastikan titik jemput, tujuan, urutan rute, dan pilihan pembayaran sebelum menyelesaikan pemesanan. Setelah mitra pengemudi dialokasikan, perubahan terhadap detail perjalanan mengikuti ketentuan yang berlaku di aplikasi.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.