Kemenkes Ingatkan Masyarakat akan Pentingnya Jaga Kesehatan Mulai Usia 45 Tahun

Minggu, 14 Jun 2026, 18:45 WIB

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak usia 45 tahun. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan kualitas hidup tetap sehat, aktif, dan produktif saat memasuki usia lanjut.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, mengatakan upaya pencegahan penyakit harus menjadi prioritas karena lebih efektif dan lebih murah dibanding pengobatan. Menurut dia, menjaga kesehatan sebelum sakit dapat mengurangi risiko penyakit sekaligus menekan biaya pelayanan kesehatan.

Ket. Foto: Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes Imran Pambudi (dua dari kiri) — Sumber: RRI/Aditya Prabowo

“Preventif itu lebih penting dibandingkan kuratif. Kita perlu menjaga kesehatan sebelum sakit dan itu lebih murah,” kata Imran Pambudi saat diwawancarai awak media usai menghadiri Peringatan Hari Lanjut Usia (Lansia) 2026 di Jakarta, Sabtu (13/6).

Ia menjelaskan hasil program CKG menunjukkan hipertensi menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada masyarakat. Menurut dia, penyakit tersebut sebenarnya dapat dicegah melalui pola hidup sehat, termasuk menjaga pola makan.

“Hipertensi sering tidak disadari karena tekanan darah meningkat perlahan tanpa gejala yang jelas. Karena itu, pemeriksaan kesehatan rutin penting untuk deteksi dini dan mencegah komplikasi yang lebih berat,” kata Imran.

Selain pemeriksaan kesehatan rutin, Imran menekankan pentingnya memulai kebiasaan hidup sehat sebelum memasuki usia lanjut. Menurut dia, menjaga kesehatan tidak bisa baru dimulai saat seseorang berusia 60 tahun.

“Untuk membuat lansia tetap sehat, itu tidak bisa mulai pada umur 60 tahun. Mulainya harus sejak umur 40 atau paling telat 45 tahun,” ujar dia.

Imran kemudian menyarankan masyarakat berusia 45 tahun ke atas rutin berolahraga 30 menit setiap hari, minimal lima kali. Ia juga menekankan pentingnya kesehatan mental karena lansia bahagia cenderung lebih sehat dibanding yang mengalami stres.

“Lansia itu harus bahagia. Kalau tidak bahagia, orang akan lebih gampang sakit dan risiko berbagai penyakit juga meningkat,” ujar Imran. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.