Pulisic Tegaskan AS Siap ‘Bertarung’ di Piala Dunia, Paraguay Jadi Ujian Pertama

Jumat, 12 Jun 2026, 08:11 WIB

LOS ANGELES, AMERIKA SERIKAT — Bintang tim nasional Amerika Serikat, Christian Pulisic, menegaskan bahwa tim tuan rumah Piala Dunia 2026 siap menghadapi persaingan sengit di panggung sepak bola terbesar dunia. Ia menyebut skuad Negeri Paman Sam sudah siap "bertarung" ketika membuka perjalanan turnamen melawan Paraguay, Sabtu (13/6) pagi WIB.

Antusiasme besar menyelimuti sepak bola Amerika Serikat. Untuk pertama kalinya sejak 1994, AS kembali menjadi tuan rumah Piala Dunia, kali ini bersama Meksiko dan Kanada. Pulisic, yang menjadi pemain kunci tim, yakin timnya memiliki kemampuan untuk bersaing menghadapi siapa pun.

Ket. Foto: Christian Pulisic. — Sumber: AFP

"Kami ingin menjadi kekuatan nyata di turnamen ini," ujar Pulisic kepada AFP.

"Kami memiliki tiga pertandingan yang sangat bagus untuk menunjukkan kepada semua orang tentang siapa kami dan apa yang bisa kami lakukan," tambah pemain yang memperkuat AC Milan tersebut.

Laga pertama AS akan menghadirkan ujian dari wakil Amerika Selatan, Paraguay. Pertandingan yang berlangsung di Los Angeles pada pukul 18.00 waktu setempat (Sabtu pukul 08.00 WIB) itu akan menjadi laga pertama Piala Dunia 2026 yang digelar di wilayah Amerika Serikat, setelah didahului seremoni pembukaan bernuansa Hollywood.

Meski Paraguay menjadi tim dengan peringkat FIFA terendah di Grup D yang juga dihuni Australia dan Turki, mereka memiliki sejarah kuat di Piala Dunia. Pengalaman dan karakter khas sepak bola Amerika Selatan membuat Paraguay tetap menjadi lawan berbahaya.

"Paraguay sudah menunjukkan dalam babak kualifikasi Piala Dunia ini betapa sulitnya menghadapi mereka. Mereka tampil sangat baik dan berhasil mengalahkan Argentina serta Brasil," kata pelatih AS, Mauricio Pochettino.

Pochettino, yang berasal dari Argentina, bahkan pernah bermain bersama sejumlah pemain Paraguay saat memperkuat Newell's Old Boys. Ia memahami betul karakter keras dan daya juang lawan.

"Dari Amerika Selatan, Paraguay seperti saudara bagi kami. Ekspektasi saya, pertandingan besok akan sangat berat karena Paraguay bukan hanya kompetitif dan agresif, mereka juga memiliki kualitas," ujar Pochettino.

Pulisic menilai kehadiran Pochettino telah membantu tim AS berkembang menjadi lebih matang secara mental. Menurutnya, tim tidak cukup hanya mengandalkan permainan indah, tetapi juga harus mampu menghadapi duel fisik.

"Kami tahu kami harus siap bertarung. Ini bukan hanya soal memainkan sepak bola yang indah," kata Pulisic.

Amerika Serikat diperkirakan akan menurunkan penyerang AS Monaco, Folarin Balogun, di lini depan bersama Pulisic dan Sergino Dest dari PSV Eindhoven.

Sementara lini tengah kemungkinan diisi trio Weston McKennie dari Juventus, Malik Tillman dari Bayer Leverkusen, serta gelandang bertahan Bournemouth, Tyler Adams.

Pulisic sempat mengalami paceklik gol selama lima bulan, tetapi kembali menunjukkan performa terbaik ketika AS menang 3-2 atas Senegal dalam laga uji coba bulan lalu. Ia mencetak satu gol dan menyumbang satu assist.

Di kubu Paraguay, ancaman utama datang dari mantan penyerang Newcastle United, Miguel Almiron, serta gelandang muda Julio Enciso yang kini memperkuat Strasbourg setelah pindah dari Brighton & Hove Albion.

Paraguay juga memiliki pemimpin berpengalaman di lini belakang seperti Omar Alderete dan Gustavo Gomez. Tim ini ditangani pelatih asal Argentina, Gustavo Alfaro, yang sebelumnya membawa Ekuador tampil di Piala Dunia terakhir.

Alfaro dikenal dengan pendekatan sederhana dan langsung, mengandalkan serangan udara serta permainan fisik.

"Paraguay adalah tim hebat dan menjadi ujian yang sangat bagus," ujar Pulisic.

"Kami tahu dari dalam diri kami sendiri apa yang mampu kami lakukan. Sekarang waktunya membuktikannya."

Pochettino, yang pernah menangani Tottenham Hotspur, Chelsea, dan Paris Saint-Germain, menegaskan bahwa sekadar lolos dari fase grup bukan ukuran keberhasilan baginya.

"Bagi saya, sukses adalah menang. Menang besok, lalu menang lagi setelahnya," kata Pochettino.

"Jika kami tidak mencapai final dan tidak memenangkan Piala Dunia, saya tidak tahu apakah itu bisa disebut sukses."

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.