Pelaku UMKM Didorong Gunakan QRIS dan Pertinggi Literasi Keuangan

Jumat, 12 Jun 2026, 06:56 WIB

JAKARTA – Untuk keamanan dan mempermudah transaksi era modern, maka pelaku UMKM didorong menggunakan QRIS. Bank Indonesia (BI) terus memperluas pengetahuan UMKM dalam menggunakan sistem pembayaran digital berbasis QR Code Indonesian Standard (QRIS). 

Kepala Perwakilan BI Gorontalo Bambang Satya Permana mengatakan penguatan UMKM dilakukan melalui peningkatan akses pembiayaan, perluasan akses pasar, serta penguatan sistem pembayaran digital.

Ket. Foto: transaksi keuangan — Sumber: ist

“UMKM di Gorontalo terus kita dorong untuk meningkatkan kualitasnya, termasuk memperluas akses pembayaran, pembiayaan, dan pasar,” ujar Bambang di Gorontalo, Kamis.

Ia menyampaikan BI juga menyiapkan sejumlah agenda literasi keuangan, termasuk Pekan Ekonomi Keuangan Syariah Gorontalo yang dirangkaikan dengan Pekan Akselerasi Digitalisasi Gorontalo pada 19–22 Juni 2026 di Taman Budaya Limboto.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo.

Bambang mengatakan salah satu fokus utama BI adalah mendorong pelaku UMKM menjadi merchant QRIS agar transaksi dapat dilakukan secara nontunai.

“Di era digitalisasi ini pembayaran sudah menggunakan QRIS, sehingga pelaku usaha tidak lagi menyiapkan uang kembalian,” katanya.

Sementara itu, pimpinan perwakilan Bank Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo) Robert H.P. Sianipar mengatakan pemerintah terus mendorong penguatan literasi dan inklusi keuangan melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

Ia menyebut program tersebut telah menjangkau lebih dari 72 juta peserta melalui lebih dari 1.000 kegiatan di seluruh Indonesia.

“Fokusnya adalah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan agar masyarakat memahami produk dan layanan jasa keuangan formal,” ujarnya.

Robert juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai praktik investasi ilegal yang masih menawarkan imbal hasil tidak wajar dalam waktu singkat.

Selain itu, ia menjelaskan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) bukan merupakan daftar hitam, melainkan catatan riwayat kredit yang digunakan lembaga keuangan untuk menilai kelayakan debitur.

“SLIK itu bukan blacklist, tetapi catatan riwayat kredit seseorang,” katanya.

Ia menambahkan, pembaruan data SLIK kini dilakukan lebih cepat untuk mendukung kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat yang telah menyelesaikan kewajiban kreditnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.