Serena Williams Tebar Ancaman Jelang Wimbledon
Kamis, 11 Jun 2026, 06:23 WIBLONDON - Legenda tenis dunia Serena Williams kembali mengukir cerita di lapangan. Setelah empat tahun menyatakan pensiun, petenis Amerika Serikat itu membuat penampilan kompetitif yang mengejutkan dengan meraih kemenangan di nomor ganda turnamen Queenâs Club Championships, Rabu (10/6) dini hari WIB.
Berpasangan dengan petenis muda Kanada Victoria Mboko, Serena Williams tampil seolah tidak pernah meninggalkan dunia tenis. Duet tersebut menyingkirkan unggulan ketiga Erin Routliffe/Nicole Melichar-Martinez dengan kemenangan 7-6 (7/2), 6-2 dalam turnamen lapangan rumput di London Barat.
Usia 44 tahun tidak menghalangi Williams untuk menunjukkan ciri khas permainannya. Servis keras dan pukulan groundstroke bertenaga yang selama ini menjadi senjata utamanya kembali terlihat, membuat penonton di Andy Murray Arena bergemuruh. Di antara mereka hadir dua putrinya, Olympia dan Adira, serta sang suami Alexis Ohanian.
Kembalinya Williams menjadi sorotan besar karena sebelumnya dia tampak sudah menutup karier gemilangnya setelah kalah dari Ajla Tomljanovic di US Open 2022. Juara 23 gelar Grand Slam itu bahkan sempat mengatakan dirinya sedang âberkembang menjauhâ dari tenis.
Namun keputusan mengejutkannya untuk kembali memegang raket dalam pertandingan resmi memunculkan pertanyaan besar. Apakah salah satu pemain terbesar sepanjang masa itu masih mampu mendekati level terbaiknya, atau hanya akan menjadi bayangan dari kejayaannya?
Keraguan tersebut perlahan terjawab di Queenâs Club. Meski terlihat masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan sentuhan pertandingan, Williams menunjukkan mental juara yang sama seperti dulu.
âIni sangat menyenangkan. Saya sangat menikmati bermain bersama Victoria,â ujar Williams. âSaya belum pernah bermain di sini sebelumnya, biasanya hanya turnamen putra. Rasanya sangat spesial bisa tampil di tempat yang begitu ikonik,â ujarnya.
Dia juga bercanda mengenai alasan kembalinya ke lapangan. âSaya tidak punya kegiatan yang lebih baik! Saya bosan duduk di rumah. Anak-anak sedang libur musim panas, jadi kenapa tidak,â ungkapnya.
Mengenakan pakaian serba putih dengan rok dan sepatu bernuansa merah muda, Williams memasuki lapangan dengan sambutan meriah. Penonton berdiri memberikan tepuk tangan panjang, sementara beberapa penggemar membawa spanduk bertuliskan âWelcome back Serena.â
Meski pertandingan pertamanya setelah 1.375 hari tidak mudah, Williams tetap memperlihatkan naluri kompetitif yang menjadi cirinya. Pada awal laga, dia sempat melakukan kesalahan saat melakukan voli, tetapi segera membalas dengan pukulan kemenangan pertamanya dalam comeback tersebut.
Pukulan-pukulan Williams mulai menemukan ritme. Ia mampu menjaga reli dengan akurasi yang cukup baik dan tetap agresif. Setelah menghasilkan smash keras untuk merebut servis lawan dan membawa keunggulan 4-1, ia merayakan dengan kepalan tangan khasnya.
Momen emosional terjadi ketika Williams mencetak winner backhand dari sudut sulit. Dia tersenyum lebar sambil membuka kedua tangan, seakan dirinya sendiri terkejut masih mampu menghasilkan pukulan seperti itu.
Servisnya pun belum kehilangan daya ledak. Salah satu servisnya mencapai kecepatan sekitar 120 km per jam, mengingatkan publik pada masa kejayaannya. âSaya suka!â teriak Williams setelah ia dan Mboko memenangkan tie-break set pertama.
Di set kedua, Mboko menjadi motor permainan dengan pukulan-pukulan agresifnya. Petenis berusia 19 tahun itu beberapa kali mendapat apresiasi dari Williams lewat tos kepalan tangan setelah mencetak winner. Pada akhirnya, kemenangan yang ditunggu selama empat tahun itu ditentukan oleh senjata utama Serena Williams: servis mematikan.
Kemenangan di Queenâs Club memang baru langkah awal. Williams dijadwalkan tampil di nomor ganda Berlin Open pada tanggal 15â21 Juni. Sementara kemungkinan tampil kembali di nomor tunggal masih menjadi tanda tanya. ben/AFP/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.