Pemerintah Perluas Program Magang Nasional untuk Tekan Pengangguran

Sabtu, 25 Jul 2026, 18:25 WIB

JAKARTA - Pemerintah terus memperkuat upaya menekan angka pengangguran melalui Program Magang Nasional (PMN) atau Magang Hub yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Ketenagakerjaan. Program ini diharapkan menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia usaha serta industri.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, mengatakan Program Magang Nasional menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ingga Februari 2026, angka pengangguran tercatat sekitar 7,24 juta orang.

Ket. Foto: Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor — Sumber: Dok. Komdigi

"Memang belum cukup mengatasi jumlah angka pengangguran yang hampir 7,24 juta orang. Tapi ini kita harapkan minimal bisa meminimalisir angka tersebut," kata Afriansyah dalam Dialog Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk "Program Magang Nasional: Solusi Taktis-Strategis Problem Ketenagakerjaan".

Ia menjelaskan pemerintah terus memperluas cakupan program tersebut. Setelah menyediakan kuota 100.000 peserta pada angkatan pertama, kuota Program Magang Nasional angkatan kedua tahun 2026 ditingkatkan menjadi 150.000 peserta.

Menurut Afriansyah, perluasan kuota juga diiringi pemerataan akses sehingga peserta tidak hanya berasal dari Pulau Jawa, tetapi dari berbagai daerah di Indonesia. Langkah itu diharapkan membuka peluang lebih besar bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Ia menuturkan Program Magang Nasional tidak hanya memberikan pengalaman kerja. Namun, juga membekali peserta dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha.

"Bapak Presiden berharap dengan Magang Nasional ini anak-anak yang baru lulus punya pengalaman, punya kompetensi, dan memiliki memori bekerja. Ketika masuk ke dunia kerja, mereka sudah siap karena pernah merasakan langsung bagaimana budaya kerja di perusahaan," ujar dia.

Selama mengikuti program, peserta memperoleh uang saku setara Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Berdasarkan evaluasi pelaksanaan angkatan pertama, sekitar 30 persen peserta berhasil direkrut oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang. Capaian tersebut dinilai menunjukkan efektivitas program dalam mempercepat transisi lulusan dari dunia pendidikan ke dunia kerja.

Afriansyah menambahkan paradigma magang kini telah berubah. Peserta tidak lagi hanya menjalankan pekerjaan administratif, tetapi dilibatkan dalam proses kerja sesuai kompetensi yang dimiliki sehingga peluang direkrut perusahaan menjadi lebih besar.

Selain memperkuat penyerapan tenaga kerja di dalam negeri, pemerintah juga membuka peluang magang dan penempatan kerja ke luar negeri. Salah satu negara tujuan yang membutuhkan tenaga kerja adalah Jepang, sehingga pemerintah mendorong peningkatan kemampuan bahasa asing, seperti bahasa Jepang, Korea, dan Mandarin, agar lulusan Indonesia lebih kompetitif di pasar kerja global.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Darwoto, menyambut baik pelaksanaan Program Magang Nasional. Menurut dia, program tersebut membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja yang lebih siap memasuki dunia kerja.

"Kami menyambut positif program magang ini. Dari sisi memberikan pengalaman bekerja bagi fresh graduate, ini sangat penting sekali. Perusahaan juga merasakan manfaatnya karena proses mencari tenaga kerja menjadi lebih mudah," ujar Darwoto.

Ia menilai keberhasilan sekitar 30 persen peserta angkatan pertama direkrut perusahaan menunjukkan bahwa program magang mampu meningkatkan kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan etos kerja peserta.

Darwoto juga berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri terus diperkuat agar tercipta kesesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Hasil Piala Jerman: Frankfurt Bantai Tonis 11-0, Stuttgart Kalahkan Hansa

Kekeringan Makin Mengkhawatirkan! 1.400 Hektare Lahan Pertanian di Parigi Moutong Terdampak

Sandy Walsh Mengaku Dapat Beradaptasi dengan Baik

Hasil Liga Spanyol: Real Betis Menang Tipis 1-0 Atas Real Sociedad

Khasiat Jeruk dari Redakan Pilek hingga Cerahkan Kulit

Heboh Kasus Unsoed! KPK Sita Rp764 Juta Terkait Penerimaan Mahasiswa Baru

Gelandang Curtis Jones Resmi Bergabung dengan Inter Milan

Universitas Lambung Mangkurat Bantu Desa Tirta Jaya Kembangkan Agroekoeduwisata Terpadu

Hasil Liga Inggris: Arsenal Buka Liga Premier dengan Taklukkan Coventry City 3-0

Skandal Memalukan! Untuk Bisa Masuk Kuliah di Kampus Ini Harus setor Uang Mahar ke Rektor

Arsenal Kalahkan Coventry City 3-0 dalam Pertandingan Pembuka Liga Inggris

Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan Digelar di Balai Karantina

Memalukan! Terungkap Usai Terima Gratifikasi, Rektor Unsoed Disebut Beli 3 Bidang Tanah

Terusan Panama Kurangi Jumlah Kapal akibat Kekeringan dan Ancaman El Nino

Kekeringan dan Karhutla Mengancam Kalbar, Kementerian PU Kerahkan Pompa hingga Tangki Air

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin Terima Menhan China Laksamana Dong Jun, Perkuat Hubungan Bilateral dan Bahas Kerja Sama Militer

Banjir yang Melanda Selama Empat Tahun di Sekitar TPA Cipayung Depok Akhirnya Surut

Diduga Korsleting, KMP Bontang Express II Terbakar di Dermaga Ketapang Banyuwangi

Heboh! Wakil Rektor Unsoed Diduga Peras Ortu Calon Mahasiswa hingga Rp650 Juta untuk Masuk Fakultas Kedokteran, Simak Modusnya

Pemerintah Gandeng Pemda dan Pengembang Senior Percepat Program 3 Juta Rumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.