DPR Pastikan Ijazah Sekolah Rakyat Diakui Negara, Lulusan Bisa Kuliah dan Kerja

Rabu, 05 Agu 2026, 14:27 WIB

Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania menegaskan penyelenggaraan Sekolah Rakyat selama satu tahun harus mampu membuka masa depan anak-anak dari keluarga miskin melalui pendidikan yang berkualitas dan memiliki pengakuan resmi dari negara.

Dini menyampaikan hal tersebut di Jakarta, Rabu (5/8), saat menanggapi evaluasi satu tahun pelaksanaan program Sekolah Rakyat.

Ket. Foto: Siswa merapikan tempat tidurnya di asrama sebelum mengikuti kegiatan Masa Pengenalan lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 4 Kabupaten Bandung di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (5/8). — Sumber: Antara

"Sehingga lulusan Sekolah Rakyat dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja tanpa hambatan administratif," ujarnya.

Menurut Dini, Komisi VIII DPR RI akan memastikan ijazah yang diterbitkan Sekolah Rakyat memiliki legalitas yang diakui negara sehingga tidak menghambat kelanjutan pendidikan maupun akses lulusan ke dunia kerja.

Ia menambahkan, DPR juga akan mengawasi pelaksanaan program tersebut melalui koordinasi antara Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, dan pemerintah daerah. Pengawasan dilakukan melalui rapat kerja, rapat dengar pendapat, kunjungan lapangan, hingga evaluasi secara berkala.

Setahun Beroperasi

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan Sekolah Rakyat telah menunjukkan hasil positif selama satu tahun penyelenggaraannya. Menurut dia, para siswa berhasil menorehkan ratusan prestasi di tingkat daerah, nasional, hingga internasional.

"Alhamdulillah, selama satu tahun beroperasi, sudah ratusan prestasi yang ditorehkan oleh siswa Sekolah Rakyat. Ada prestasi tingkat daerah, provinsi, nasional, bahkan internasional," kata Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Sepanjang 2025, siswa Sekolah Rakyat tercatat meraih empat prestasi tingkat internasional, 674 prestasi tingkat nasional, 71 tingkat regional, 513 tingkat provinsi, 842 tingkat kabupaten/kota, 89 tingkat kecamatan, dan 1.347 prestasi di tingkat sekolah.

Menurut Gus Ipul, capaian tersebut membuktikan bahwa anak-anak yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses pendidikan mampu berkembang dan berprestasi ketika memperoleh kesempatan belajar yang layak.

"Banyak sekali anak-anak yang sebelumnya putus harapan, sekarang mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan," ujarnya.

Selain prestasi akademik dan nonakademik, Gus Ipul menilai para siswa juga mengalami perubahan karakter selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat. Mereka dinilai menjadi lebih percaya diri, disiplin, dan optimistis.

Hal itu terlihat saat pelaksanaan MPLS, ketika siswa angkatan pertama menyambut peserta didik baru melalui berbagai penampilan, mulai dari baris variasi, pencak silat, drama musikal, paduan suara, pembacaan puisi, hingga pidato dalam bahasa Inggris, Arab, Mandarin, dan Korea.

Salah satu penampilan yang menyita perhatian adalah pembacaan puisi berjudul Dari Jamu Nguter dan Gamelan Wirun Kami Belajar, yang membuat Gus Ipul dan para peserta tampak terharu.

Penampilan tersebut semakin menguatkan keyakinan para orang tua dan siswa bahwa Sekolah Rakyat dapat menjadi salah satu jalan untuk meraih cita-cita sekaligus memutus rantai kemiskinan.

  • Sekolah Rakyat

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.