Tinggalkan Cara Lama, Petambak Penajam Diajak Beralih ke Polikultur

Rabu, 10 Jun 2026, 21:55 WIB

PENAJAM PASER UTARA – Sistem budi daya polikultur merupakan metode produksi yang mengombinasikan beberapa jenis komoditas dalam satu kawasan budidaya untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya dan mengurangi risiko usaha.

Dengan memadukan berbagai spesies yang saling mendukung, sistem ini dapat meningkatkan produktivitas lahan atau perairan, memperkuat ketahanan terhadap serangan hama maupun penyakit, serta menciptakan sumber pendapatan yang lebih beragam bagi pelaku usaha.

Ket. Foto: Lahan tambak di salah satu wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur. — Sumber: ANTARA/ Nyaman Bagus Purwaniawan

Selain memberikan manfaat ekonomi, polikultur juga dinilai lebih ramah lingkungan karena membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi ketergantungan pada input produksi yang berlebihan.

Petambak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, diajak menerapkan budi daya ikan, rumput laut dan udang dalam satu tambak atau sistem budi daya polikultur agar petambak dapat meningkatkan pendapatan dari hasil panen.

"Tambak produktif terdata ada sekitar 6.000 hektare," ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara Andi Trasodiharto di Penajam, Selasa (9/6).

Petambak Penajam Paser Utara dalam beberapa tahun terakhir banyak memilih budi daya rumput laut gracilaria, karena cukup menjanjikan dengan panen per tiga pekan sekali, lanjut dia, sehingga menjadi tumpuan ekonomi.

"Hasil produksi budi daya rumput laut gracilaria para petambak termasuk cukup besar, mencapai sekitar 9.000 ton per tahun," tambahnya.

Petambak juga diajak menerapkan sistem budidaya polikultur, yakni menggabungkan rumput laut jenis gracilaria dengan ikan jenis bandeng dan udang jenis windu/tiger dalam satu ekosistem tambak yang sama.

Penerapan metode tersebut dinilai mampu menekan biaya operasional, menjaga kualitas air, dan melipatgandakan pendapatan para petambak lokal.

"Rumput gracilaria di tambak menjaga kualitas air dan tanah, sehingga harapan hidup ikan bandeng dan udang windu/tiger semakin besar," jelasnya.

Kemudian rumput laut gracilaria menjadi pakan alternatif, budi daya polikultur diproyeksikan bisa meningkatkan hasil panen ikan bandeng maupun udang windu/tiger.

"Kotoran dari ikan dan udang menjadi pupuk alami bagi rumput laut," katanya.

Tercatat saat ini rata-rata petambak di Kabupaten Penajam Paser Utara, rmemproduksi ikan bandeng sekitar 2.000-4.000 kilogram per hektare dalam satu musim, dan udang windu/tiger kisaran 40-80 kilogram per hektare per musim.

Sebagian besar petambak di Kecamatan Penajam maupun di Kecamatan Babulu menerapkan sistem budi daya polikultur tersebut di tambak masing-masing, kata Andi Trasodiharto.

  • budidaya ikan
  • polikultur

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.