Petani Lebak Terbantu Kenaikan Harga Jagung Pipilan
Senin, 08 Jun 2026, 07:12 WIBLEBAK â Ekonomi para petani daerah Lebak, Banten, terbantu dengan adanya kenaikan harga jagung pipilan sejak dua pekan terakhir. Hal ini meningkatkan pendapatan ekonomi petani.
"Kami merasa senang harga jagung pipilan ditampung Perum Bulog Rp5.500 per kilogram (kg) dari sebelumnya Rp4.000 per kg," kata Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukabungah Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Ruhiana, Minggu.
Pendapatan ekonomi petani dipastikan meningkat menyusul harga jagung terjadi kenaikan. Saat ini, dirinya panen jagung seluas empat hektare dengan produktivitas 5 ton berbentuk pipilan.
Harga jagung pipilan,kata dia, ditampung Perum Bulog Rp5.500/kg, sehingga menghasilkan pendapatan Rp27.500.000 dengan produktivitas 5 ton itu. "Dengan pendapatan sebesar itu bisa meraup keuntungan bersih Rp17.500.000 setelah dipotong biaya produksi Rp10.000.000 juta," katanya menjelaskan.
Soleh (50) seorang petani warga Maja Kabupaten Lebak mengatakan warga di wilayahnya kebanyakan pertanian jagung karena sudah menjadi andalan ekonomi, karena dengan waktu 110-120 hari setelah tanam bisa dipanen.
Mereka petani mengembangkan pertanian jagung di lahan milik pengembang developer perumahan maupun lahan BUMN yang belum digunakan. "Kami panen jagung seluas dua hektare dengan produktivitas 4 ton pipilan dan bisa menghasilkan Rp 22 juta dari harga Rp5.500/kg. Pendapatan sebesar itu bisa meraup keuntungan bersih Rp12 juta," kata Soleh
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan selama ini, produksi jagung menjadikan andalan ekonomi petani. Petani mengembangkan jagung hibrida dan beberapa varietas unggul lainnya sesuai banyak permintaan pasar.
Produksi jagung di daerah ini terbesar di Provinsi Banten, karena mereka mengembangkan tanaman jagung di lahan ribuan hektare. Sentra penghasil jagung tersebar di Kecamatan Gunungkencana, Maja, Curugbitung , Rangkasbitung, Cibadak, Cileles, Cimarga Leuwidamar dan wilayah Lebak selatan. "Kami mengapresiasi kehidupan ekonomi petani jagung relatif baik dan sejahtera, terlebih harga pipilan mengalami kenaikan," katanya menjelaskan.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Bapanas Targetkan Stok Cadangan Jagung Pemerintah Akhir Tahun Minimal 60 Ribu Ton
-
ESDM Susun Pedoman Pertambangan untuk Tertibkan Sumur Minyak Ilegal
-
Kebutuhan jagung untuk industri pakan di Banten
-
Chongqing Jadi Destinasi Favorit Wisatawan Asean
-
Pandangan Mulai Kabur? Ini Penjelasan Spesialis Mata Mengenai Gejala dan Prosedur Operasi Katarak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.