Studi: Smartphone Picu Penurunan Angka Kelahiran

Rabu, 10 Jun 2026, 01:00 WIB

WASHINGTON DC – Saat banyak pemerintah di dunia berupaya mencari cara untuk meningkatkan angka kelahiran, sebuah studi terbaru di Amerika Serikat (AS) mengungkap kemungkinan faktor yang selama ini kurang diperhatikan, yakni penggunaan smartphone.

Dalam makalah yang diterbitkan oleh Biro Riset Ekonomi Nasional (NBER) pada Senin (8/6), para peneliti mengajukan pertanyaan yang menarik: “Apakah iPhone merupakan alat kontrasepsi?”. Studi tersebut mencoba menjelaskan mengapa tingkat kesuburan di AS telah turun sekitar 22 persen sejak 2007.

Ket. Foto: Orang-orang menggunakan ponsel mereka saat bepergian di wilayah Manhattan, Kota New York, beberapa waktu lalu. — Sumber: AFP/CHARLY TRIBALLEAU

Selama ini, penurunan angka kelahiran banyak dikaitkan dengan dampak krisis keuangan global 2008 yang membuat banyak orang menunda memiliki anak. Namun, ketika kondisi ekonomi membaik, angka kelahiran tidak kembali meningkat seperti yang diharapkan.

Berbagai faktor lain juga telah dikemukakan, mulai dari meningkatnya penggunaan kontrasepsi, naiknya tingkat pendidikan perempuan, hingga tingginya biaya perumahan dan pengasuhan anak. Meski demikian, penyebab utama penurunan angka kelahiran masih menjadi perdebatan.

Ekonom Middlebury College, Caitlin Myers, bersama mahasiswanya Ezekiel Hooper, meneliti kemungkinan hubungan antara kemunculan smartphone dan penurunan angka kelahiran. Mereka memanfaatkan fakta bahwa hingga 2011 iPhone hanya tersedia melalui operator AT&T di AS.

Dengan membandingkan wilayah yang memiliki cakupan AT&T luas dan wilayah yang aksesnya terbatas, mereka menemukan adanya korelasi antara akses terhadap iPhone dan penurunan angka kelahiran.

Hasil penelitian menunjukkan angka kelahiran turun antara 4,5 persen hingga 8 persen pada kelompok usia 15–19 tahun dan 3,2 persen hingga 6,6 persen pada kelompok usia 20–24 tahun. Penurunan juga ditemukan pada kelompok usia yang lebih tua, meski tidak sebesar kelompok usia muda.

Para peneliti menegaskan smartphone bukan satu-satunya penyebab penurunan angka kelahiran. Namun, mereka menilai teknologi tersebut memainkan peran penting dalam mengubah pola interaksi sosial masyarakat.

“Seiring dengan meluasnya penggunaan ponsel pintar modern, waktu yang dihabiskan bersama teman secara langsung dan aktivitas seksual menurun tajam seiring dengan meningkatnya konsumsi pornografi, yang mungkin menjadi pengganti seks dengan pasangan,” tulis para peneliti.

Penetrasi Smartphone

Temuan serupa juga muncul dalam penelitian yang dilakukan ekonom Universitas Cincinnati, Nathan Hudson dan Hernan Moscoso Boedo, yang menganalisis data penetrasi smartphone dan tingkat kesuburan remaja di 128 negara.

Mereka menemukan bahwa penurunan angka kelahiran semakin cepat setelah smartphone digunakan secara luas. Fenomena tersebut terjadi di berbagai negara dengan kondisi ekonomi, budaya, dan sistem kesehatan yang berbeda.

Para peneliti menyimpulkan bahwa hal itu menunjukkan adanya “guncangan teknologi global yang umum terjadi” yang memengaruhi perilaku masyarakat di banyak negara.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.