Bikin Bangga Semangat Nasionalisme Ini! Nelayan Aceh Hentikan Aktivitas Melaut untuk Hormati HUT Ke-81 RI
Selasa, 18 Agu 2026, 00:07 WIBBANDA ACEH - Lembaga hukum adat Panglima Laot Aceh menyatakan bahwa nelayan di seluruh Aceh dilarang melaut pada Senin ini sebagai bentuk penghormatan terhadap peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia.
âKita manfaatkan momentum peringatan Hari Damai dan Kemerdekaan untuk introspeksi, zikir dan doa,â kata Sekjen Panglima Laot Aceh, Azwir Nazar di Aceh Besar, Senin.
Ia menegaskan Peringatan Hari Kemerdekaan memang sudah menjadi pantangan melaut di Aceh, disepakati oleh masyarakat hukum adat laot di seluruh lhok (wilayah) di Aceh sejak dahulu.
Sebagai informasi, Panglima Laot merupakan lembaga hukum adat laut yang membawahi nelayan di Aceh. Semua permasalahan yang berhubungan dengan nelayan di laut tidak terlepas dari wewenang lembaga tersebut.
Azwir menegaskan fungsi dan peran Panglima Laot Aceh adalah menjaga adat istiadat laut. Termasuk salah satunya terkait penetapan hari-hari pantangan melaut.
Selain peringatan HUT RI, hari pantangan melaut di Aceh lainnya yaitu Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha masing-masing tiga hari, peringatan tsunami, tiga hari setiap pelaksanaan adat kenduri laut, dan pada hari Jumat.
Maka dari itu, Panglima Laot mengimbau para nelayan dan masyarakat untuk memperbanyak zikir dan doa di wilayah masing-masing selama tidak melaut.
Menanggapi berbagai kondisi yang terjadi saat ini, pihaknya juga meminta para nelayan untuk saling menjaga.
âBagaimanapun perdamaian adalah anugerah dari Allah SWT. Tugas kita untuk menjaga dan merawatnya,â ujarnya.
Di sisi lain, ia juga menuturkan bahwa kondisi nelayan di sejumlah daerah masih menghadapi dampak bencana hidrometeorologi. Selain tempat tinggal yang belum terpenuhi, sejumlah kuala rusak, begitu pula tambak ikan dan udang, fasilitas nelayan, serta berbagai kebutuhan lainnya.
âDalam rangka peringatan kemerdekaan ini, kita berharap pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh terus memperhatikan nelayan yang kehidupannya semakin sulit akibat kondisi ekonomi,â demikian Azwir Nazar.
Berita Terkait:
-
Prancis Akan Menjual Gelombang Pertama 16 Jet Tempur Rafale kepada Ukraina
-
IHSG Hari Ini Menguat Tipis, Pasar Masih Menunggu Arah Sentimen Global
-
Perjuangan Warga Perang Tiket demi Bisa Mengikuti Upacara Peringatan HUT RI di Istana
-
JPO Tendean Ditabrak Truk, Nilai Kerugian Capai Miliaran Rupiah, Pemprov DKI Tuntut Ganti Rugi!
-
Jakarta IP Market 2026 Digelar Akhir Juli, Targetkan IP Lokal Tembus Pasar Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.