Perkuat Integrasi Medis, RS Bunda Bangun Skybridge di Menteng

Rabu, 10 Jun 2026, 17:40 WIB

JAKARTA - PT Bundamedik Tbk (BMHS) resmi memulai pembangunan jembatan penghubung atau skybridge yang akan mengintegrasikan RSIA Bunda Jakarta dan RSU Bunda Jakarta dalam satu ekosistem layanan kesehatan keluarga yang lebih terhubung. Fasilitas tersebut dirancang untuk memperkuat integrasi layanan klinis, meningkatkan keselamatan pasien, serta mendukung efisiensi mobilitas pasien, tenaga medis, dan tenaga penunjang.

Pembangunan skybridge menjadi bagian dari strategi BMHS dalam menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya unggul dari sisi klinis, tetapi juga terintegrasi dalam satu sistem pelayanan yang menyeluruh. Langkah ini sekaligus memperkuat konektivitas berbagai layanan unggulan yang telah dikembangkan grup rumah sakit tersebut selama puluhan tahun.

Ket. Foto: PT Bundamedik Tbk (BMHS) resmi memulai pembangunan jembatan penghubung atau skybridge yang akan mengintegrasikan RSIA Bunda Jakarta dan RSU Bunda Jakarta dalam satu ekosistem layanan kesehatan keluarga yang lebih terhubung. — Sumber: Istimewa

"Skybridge ini adalah cerminan dari bagaimana kami memandang pertumbuhan, bukan hanya soal menambah fasilitas baru, tetapi memastikan seluruh layanan yang sudah kami bangun selama lebih dari 50 tahun dapat bekerja sebagai satu kesatuan yang utuh dan pada akhirnya berpusat pada kebutuhan pasien," ujar Komisaris Utama PT Bundamedik Tbk, dr. Ivan Rizal Sini.

Peletakan batu pertama pembangunan skybridge turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung pembangunan fasilitas tersebut karena dinilai dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap pelayanan medis yang lebih cepat dan terintegrasi.

"Mudah-mudahan dengan adanya jembatan penghubung ini, Rumah Sakit Bunda dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kesehatan dan kenyamanan masyarakat sehingga kualitas kehidupan di Jakarta menjadi jauh lebih baik," kata Pramono.

Presiden Direktur PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono, menjelaskan pembangunan skybridge merupakan bagian dari peta jalan pengembangan perusahaan dalam memperkuat fondasi operasional dan integrasi layanan unggulan. Menurutnya, penguatan konektivitas antar fasilitas kesehatan menjadi faktor penting untuk memastikan standar klinis yang tinggi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas keselamatan pasien.

"Skybridge adalah bagian dari peta jalan pertumbuhan BMHS yang lebih besar, memperkuat pondasi operasional kami agar seluruh layanan unggulan, dari neonatal hingga bedah robotik, dapat tumbuh dalam ekosistem yang benar-benar terintegrasi," ujar Agus Heru Darjono.

Keberadaan skybridge juga diharapkan memperkuat akses terhadap layanan kesehatan unggulan yang dimiliki RS Bunda Jakarta. Salah satunya adalah layanan neonatal yang telah menjadi pusat rujukan nasional dengan fasilitas 14 tempat tidur NICU dan didukung dokter subspesialis neonatologi untuk menangani bayi berisiko tinggi.

Selain itu, BMHS dikenal sebagai pelopor program Family Integrated Care (FICare) di Indonesia yang melibatkan orang tua secara aktif dalam perawatan bayi prematur untuk meningkatkan hasil klinis. Grup rumah sakit tersebut juga menjadi pionir bedah robotik di Indonesia dengan lebih dari 900 tindakan yang telah dilakukan sejak 2012.

Dengan terhubungnya RSIA Bunda Jakarta dan RSU Bunda Jakarta melalui skybridge, proses mobilitas pasien dan tenaga kesehatan diharapkan menjadi lebih cepat, aman, serta terkoordinasi. Integrasi tersebut juga memungkinkan akses yang lebih mudah terhadap berbagai layanan unggulan dalam satu alur perawatan yang menyeluruh dan berkesinambungan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

KSOP Ternate Minta Warga Laporkan Petugas yang Terlibat Pungli Pembayaran Bagasi.

Hati-hati! Obesitas Bukan Cuma Soal Penampilan, Ini Masalah Kesehatan Serius!

Rusak 10 Tahun, Bendung Irigasi Ampek Jirek Padang Pariaman Direhabilitasi Rp979,6 Juta.

Khofifah: Pasar Murah Jadi Strategi Jaga Inflasi dan Dekatkan Pangan ke Masyarakat.

Wamenlu Iran Tegas: Selat Hormuz Tak Bisa Direbut Hanya dengan Cuitan atau Kapal Induk.

Gempa M7,7 Guncang NTT, Kodam IX/Udayana Bantu Evakuasi Warga Terdampak.

Saat Utang Jadi Beban, Pengusaha Ungkap Strategi Menyelamatkan Bisnis

Momen Spesial, 118 Pendaki dari Berbagai Daerah akan Rayakan HUT ke-81 RI di Puncak Gunung Kerinci

Puluhan Wisatawan Asing di Pulau Padar Viewpoint Terekam Panik saat Gempa NTT Mengguncang

Gubernur NTT: Korban Meninggal Akibat Gempa M7,7 di Flores Bertambah

Pascagempa M7,7 di NTT, Kepala BNPB dan Menko PMK Segera ke Wilayah Terdampak

Menteri Pertahanan Jepang Kunjungi Kuil Yasukuni, PM Takaichi Tak Hadir

Sabtu, SIM Keliling Tetap Buka Layanan, Cek Jadwal dan Lokasinya!

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini, Jual Rp2.675.000 per Gram, Buyback Rp2.525.000 per Gram

Liga Inggris: Era Guardiola Berakhir, Maresca Dituntut Jaga Dominasi Manchester City

Gempa M7,7 di NTT Akibat Sesar Naik Busur Belakang Flores

Jepang Buka Peluang Kerja Sama Baru dengan Indonesia dalam Tiga Bidang

Netflix Batal Garap Serial Squid Game versi Amerika, Apa Penyebabnya?

Trump Berlakukan Tarif hingga 100 Persen untuk Drone Impor

Gempa Dahsyat M7,7 di Flores NTT Memicu Evakuasi Massal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.