Pemkab Batang Matangkan Pembangunan Sekolah Rakyat

Selasa, 09 Jun 2026, 13:10 WIB

BATANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, Jawa Tengah, mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Desa Clapar, Kecamatan Subah, dengan menempati lahan seluas 8,37 hektare.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang Willopo di Batang, Selasa (9/6), mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan program pemerintah pusat yang pelaksanaannya didukung penuh oleh pemerintah daerah melalui penyediaan lahan dan pemenuhan dokumen pendukung.

Ket. Foto: Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Batang Willopo — Sumber: antara foto

"Saat ini progres pemenuhan dokumen administrasi dan kesiapan lahan telah mencapai hampir 100 persen," katanya.

Menurut dia, progres kesiapan dokumen lingkungan seperti upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL) dan Detail Engineering Design (DED) hampir selesai.

Setelah itu, kata dia, akan dilanjutkan ke tahap persetujuan bangunan gedung dan analisis dampak lalu lintas.

Ia mengatakan dari sisi tata ruang, proyek tersebut juga telah memenuhi persyaratan seperti dokumen persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang telah terbit dan memastikan lokasi pembangunan berada di kawasan permukiman perkotaan.

"Lahan yang kami siapkan dipastikan tidak berada di kawasan lahan sawah yang dilindungi maupun lahan pertanian pangan berkelanjutan, statusnya sudah bersertifikat, serta telah dinyatakan clean and clear atau bebas sengketa," kata Wilopo.

Ia mengatakan pemerintah daerah menargetkan sejumlah tahapan awal dapat segera dilaksanakan mulai dari proses tender, penghapusan aset, cut and fill, hingga land clearing atau pematangan lahan.

"Harapannya pada Juli 2026 pembangunan fisik atau konstruksi sudah bisa dimulai baik di awal maupun akhir bulan ini," katanya.

Willopo menilai kehadiran Sekolah Rakyat nantinya tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendidikan, tetapi juga diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Menurutnya, kebutuhan siswa berasrama, guru, tenaga pendidik, hingga petugas alih daya akan membuka peluang ekonomi baru bagi warga lokal, terutama dalam penyediaan bahan kebutuhan sehari-hari.

“Keberadaan sekolah ini diharapkan memberi dampak berantai terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Selain itu sekolah juga dirancang memiliki fasilitas sosial, seperti lapangan sepak bola dan lapangan basket, yang diharapkan dapat dimanfaatkan bersama masyarakat sekitar sesuai ketentuan yang berlaku,” terangnya.

Willopo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintah wilayah setempat, termasuk pemerintah desa, kecamatan, serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Subah.

"Masyarakat mendukung dan berharap pembangunan ini bisa segera terealisasi secepatnya. Kami komitmen menyiapkan seluruh kebutuhan yang menjadi kewenangan daerah agar pembangunan Sekolah Rakyat dapat berjalan sesuai rencana," katanya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.