Menperin Targetkan Porsi Ekspor Manufaktur Naik Jadi 30 Persen
Selasa, 09 Jun 2026, 15:20 WIBJAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan peningkatan porsi penjualan produk manufaktur untuk pasar ekspor menjadi 30 persen. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat struktur industri manufaktur yang berorientasi ekspor di tengah dinamika ekonomi global.
Agus mengatakan pasar domestik tetap menjadi kekuatan utama industri nasional. Namun, pemerintah akan mendorong peningkatan orientasi ekspor tanpa mengurangi kemampuan industri memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
âPasar domestik tetap menjadi kekuatan utama industri nasional. Namun ke depan, kita perlu memperkuat industri yang berorientasi ekspor agar penetrasi produk manufaktur Indonesia di pasar global semakin besar,â ujar Agus di Jakarta, Senin (8/6).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 tumbuh 5,61 persen. Dalam capaian tersebut, industri pengolahan tumbuh 5,04 persen dan menjadi kontributor terbesar terhadap PDB nasional.
Kontribusi industri pengolahan terhadap PDB nasional tercatat mencapai 19,07 persen atau senilai Rp1.179,62 triliun. Dari sisi investasi, industri pengolahan mencatat realisasi investasi sebesar Rp182,04 triliun atau 36,49 persen dari total investasi nasional.
Nilai ekspor produk industri pengolahan pada Januari hingga April 2026 mencapai USD75,57 miliar. Angka tersebut berkontribusi sebesar 82,01 persen terhadap total ekspor nasional.
Agus menegaskan penguatan ekspor manufaktur perlu dilakukan seiring upaya menjaga pasar domestik sebagai basis pertumbuhan industri nasional. Pemerintah juga terus memperkuat daya saing industri melalui insentif fiskal dan nonfiskal serta pengendalian impor secara terukur.
âPemanfaatan Local Currency Settlement sebenarnya telah kami rekomendasikan sejak tahun 2023. Jauh sebelum terjadi tekanan pelemahan nilai tukar rupiah seperti yang kita hadapi saat ini,â kata Agus.
Agus menambahkan Kementerian Perindustrian optimistis target kinerja program dan anggaran tahun 2026 dapat tercapai. Upaya tersebut didukung program prioritas yang mencakup hilirisasi industri, penguatan IKM, pembangunan SDM industri, transformasi industri hijau, serta peningkatan produktivitas melalui inovasi dan teknologi. ils/I-1
- Menperin
- ekspor manufaktur
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Produksi ikan kering setelah Lebaran
-
KPK Sebut Kepala Dinas Tulungagung Resah atas Pemerasan oleh Bupati
-
Sidoarjo Catat 1.036 Janda Baru Hingga Bulan April
-
Percepat Distribusi BBM, Pertamina Operasikan Depot Teluk Kabung 24 Jam
-
Serangan Cepat Prancis Hadapi Penguasaan Bola Spanyol
-
Jennie Blackpink Jadi Artis K-Pop Perempuan Kedua yang Tembus 5 Besar Daftar Billboard Hot 100
-
Literasi Keliling Berbasis Energi Hijau Hadir di Kota Kediri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.