Menko Pangan: Indonesia Catat Surplus Beras 4,2 Juta Ton
Sabtu, 25 Jul 2026, 21:00 WIBJAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, Indonesia sudah tidak lagi mengimpor beras selama satu tahun. Menurut dia, kondisi tersebut menghasilkan surplus 4,2 juta ton dibandingkan 2024 ketika Indonesia masih melakukan impor beras.
âSegala yang menyangkut petani, kita berpihak terus sama mereka. Tahun 2024 kita impor beras 4,5 juta, 2025 nggak impor lagi, kita surplus 4,2 juta ton,â ujar Menko yang akrab disapa Zulhas saat menyampaikan materi dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) Ke-8 di Jakarta, Sabtu (25/7).
Menurut dia, dampak kebijakan itu membuat kondisi petani padi semakin makmur berdasarkan keadaan yang dirasakan langsung di lapangan. Ia menyebut, peningkatan kesejahteraan petani juga tercermin dari data Bank Dunia, Bank Indonesia, dan Badan Pusat Statistik.
Selain itu, lanjut dia, nilai tukar petani pada komoditas padi dan jagung meningkat dari 116 menjadi 127 sepanjang 2025. Menurut dia, kenaikan tersebut menunjukkan perbaikan kesejahteraan petani setelah berbagai kebijakan pemerintah diterapkan.
Ia mengatakan, salah satu langkah pemerintah meningkatkan produksi dilakukan melalui deregulasi penyaluran pupuk kepada petani. Menurut dia, proses penyaluran pupuk yang sebelumnya membutuhkan banyak perizinan.
âSatu, deregulasi, dulu pupuk itu akan diterima petani itu rumit, izin bupati, izin gubernur, izin camat. Pokoknya ada 145 izin baru pupuk sampai ke petani, oleh karena itu, pupuk terserap cuma 6 juta,â kata dia.
Selain itu juga penyederhanaan aturan membuat pupuk sudah tersedia sebelum musim tanam dimulai pada Januari 2025. Menurutnya, penyerapan pupuk meningkat dari enam juta menjadi 9,5 juta atau naik sekitar 58 persen.
Ia menyebut peningkatan penyerapan pupuk mendorong produksi pertanian naik delapan persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, pemerintah juga menghapus persyaratan kadar air gabah dan menetapkan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 untuk semua kualitas.
âHarga naik 6.500 gabah, kadar air saya hapus, saya sebut itu any quality. Pokoknya petani panen, kadar air berapapun, beli Rp6.500,â ucap dia.
Zulhas mengatakan, pengawasan bersama kepolisian dan TNI membuat tidak ada lagi pembelian gabah di bawah Rp6.500. Bahkan, kemarau basah sepanjang 2025 turut meningkatkan produksi, sementara pemerintah akan memfokuskan perhatian kepada nelayan hingga tahun depan. ils/I-1
- Menko Pangan
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Timnas Voli Putri U18 Indonesia Panggil 12 Pemain ke Pelatnas
-
Pemprov Harap Warga Lebih Banyak Naik Angkutan Umum
-
Kasus Korupsi MBG Bertambah, Kejagung Tetapkan Sekretaris Deputi BGN Jadi Tersangka
-
Sambut Musim Tanam 2026, Perhutani Jaga Ekosistem Lewat 20 Juta Bibit
-
Semoga Tidak Menular ke Indonesia, Kasus Flu Burung Meningkat dan Australia Wajibkan Karantina Unggas
-
Bupati Nonaktif Cilacap Dituntut Tujuh Tahun Penjara di Kasus Pemerasan untuk THR
-
35 Kantor Berita Asia Pasifik Berkumpul di Moskow, Bahas Ancaman Disinformasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.