- Home
-
- Megapolitan
-
- Rute KRL Tanah Abang-Rangk...
Rute KRL Tanah Abang-Rangkas Dimodernisasi
Senin, 08 Jun 2026, 01:09 WIBJAKARTA â Untuk meningkatkan keselamatan, KRL jurusan Tanah Abang-Rangkas Bitung ditingkatkan daya listriknya. Selain itu, juga dimodernisasi untuk persinyalannya. Langkah ini dilakukan PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub). âJumlah penumpang KRL jalur Tanah Abang-Rangkas Bitung terus meningkat,: jelas Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, Minggu. Maka, layanan Commuter Line lintas Tanah AbangâRangkasbitung terus ditingkatkan.
âPeningkatan kapasitas agar perjalanan pelanggan menjadi lebih nyaman dan tersedia lebih banyak pilihan perjalanan,â kata Bobby. Langkah pertama yang akan dilakukan meliputi penguatan sistem listrik aliran atas (LAA) pada lintas Tanah AbangâRangkasbitung. Saat ini, daya listrik pada lintas tersebut berada pada level 3.000 volt. Sedangkan lintas Bogor dan Bekasi telah didukung daya sebesar 4.000 volt.
Perbedaan kapasitas tersebut menyebabkan rangkaian dengan stamformasi 12 kereta belum dapat dioperasikan sehingga kapasitas angkut masih bertumpu pada rangkaian 8 dan 10 kereta. Untuk mendukung peningkatan kapasitas layanan, KAI akan menambah 11 gardu traksi di lintas Tanah AbangâRangkasbitung. Penguatan pasokan daya itu menjadi fondasi penting untuk mendukung operasional rangkaian 12 kereta.
Dengan kapasitas yang lebih besar, jumlah pelanggan yang dapat dilayani dalam setiap perjalanan akan meningkat sehingga ruang gerak pelanggan saat jam sibuk menjadi lebih baik. Peningkatan kapasitas tersebut dilaksanakan melalui koordinasi dan sinergi antara KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub sebagai regulator perkeretaapian nasional.
Kolaborasi itu mencakup perencanaan penguatan sistem kelistrikan, pengembangan kapasitas lintas, hingga modernisasi sistem operasi yang diperlukan untuk menjawab pertumbuhan kebutuhan mobilitas masyarakat di koridor Tanah AbangâRangkasbitung. Kapasitas angkut yang lebih besar akan membuka peluang tersedianya layanan yang lebih nyaman, mengurangi tingkat kepadatan pada perjalanan tertentu, serta mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang di wilayah barat Jabodetabek.
âSelain penguatan daya listrik, KAI bersama DJKA Kementerian Perhubungan juga akan melakukan modernisasi sistem persinyalan,â tutur Bobby. Saat ini sebagian sistem persinyalan di lintas Rangkasbitung masih menggunakan pola blok tertutup yang membatasi jumlah perjalanan kereta dalam satu lintas operasi. Dalam sistem tersebut, satu blok yang mencakup beberapa stasiun hanya dapat dilalui oleh satu kereta pada waktu yang sama.
Kondisi tersebut berdampak pada waktu antar perjalanan kereta (headway) yang saat ini berada pada kisaran 10 menit. Sebagai perbandingan, lintas Bekasi dan Bogor telah mampu melayani perjalanan dengan headway sekitar 3 hingga 4 menit. Melalui modernisasi persinyalan, kapasitas lintas akan meningkat sehingga frekuensi perjalanan kereta dapat ditambah dan waktu tunggu pelanggan menjadi lebih singkat.
Peningkatan frekuensi perjalanan akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi masyarakat dalam menentukan waktu keberangkatan maupun kepulangan. âPeningkatan kapasitas harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sarana, daya listrik, hingga sistem persinyalan,â tambah Bobby.
Investasi
KAI memandang peningkatan kapasitas Rangkasbitung Line sebagai investasi jangka panjang untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan kawasan. Seiring berkembangnya pusat permukiman, kegiatan ekonomi, dan aktivitas sosial di sepanjang lintas tersebut, kebutuhan terhadap transportasi massal yang aman, andal, dan berkapasitas besar akan terus meningkat.
Melalui kolaborasi antara KAI dan DJKA Kementerian Perhubungan, penguatan sistem kelistrikan dan modernisasi persinyalan diharapkan mampu menghadirkan kapasitas layanan yang lebih besar, frekuensi perjalanan yang lebih rapat, serta pengalaman perjalanan yang semakin nyaman bagi masyarakat. Lintas Tanah AbangâRangkasbitung menjadi salah satu jalur utama yang menghubungkan kawasan permukiman di wilayah barat Jabodetabek dengan pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, pemerintahan, dan layanan publik di Jakarta serta sekitarnya.
KAI mencatat volume pengguna KRL pada lintas Rangkasbitung terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2022, jumlah pelanggan mencapai 43,3 juta orang. Angka tersebut meningkat menjadi 62 juta tahun berikutnya. Kemudian mencapai 70 juta tahun 2024. Tahun lalu menjadi 77,5 juta. Memasuki periode Januari hingga Mei 2026, jumlah pelanggan telah mencapai 33,4 juta orang.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran Commuter Line Rangkasbitung dalam mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari. Setiap harinya, layanan ini dimanfaatkan oleh pekerja, pelajar, mahasiswa, pelaku usaha, hingga masyarakat yang mengakses berbagai layanan di kawasan Jabodetabek.
Seiring meningkatnya jumlah pelanggan, tingkat okupansi pada jam sibuk juga terus bertambah. Saat ini, okupansi puncak Rangkasbitung Line mencapai sekitar 161 persen, tertinggi di antara lintas Commuter Line lainnya. Sebagai perbandingan, okupansi puncak lintas Bogor berada pada kisaran 130 persen, sedangkan lintas Bekasi/Cikarang sekitar 140 persen.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan peningkatan kapasitas Rangkasbitung Line merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang. âKolaborasi antara KAI bersama DJKA Kementerian Perhubungan menjadi fondasi penting dalam pengembangan layanan Commuter Line Rangkasbitung,â kata Anne.
- KRL Tanah Abang-Rangkas
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.