Bapanas Targetkan Stok Cadangan Jagung Pemerintah Akhir Tahun Minimal 60 Ribu Ton

Minggu, 28 Sep 2025, 12:30 WIB

JAKARTA-Komitmen pemerintahan dalam komando Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga harga petani jagung minimal 5.500 rupiah per kilogram (kg) akan terus dilanjutkan sampai penghujung 2025. Upaya ini turut dibantu Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan sangat diapresiasi oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA).

"Yang pertama, kita di sini mau terima kasih kepada Bapak Kapolri karena semua kegiatan di sektor pangan, mulai dari tanam jagung, kemudian pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, Gerakan Pangan Murah sampai SPHP, semua dikerjakan dengan sangat baik," ucap Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi saat Panen Jagung Serentak Kuartal Ketiga bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Sumatera Selatan, Sabtu (27/9).

Ket. Foto: Panen jagung serentak kuartal ketiga di Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), Sumatera Selatan, Sabtu (27/9) — Sumber: istimewa

"Ibu Titiek Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi), kami laporkan bahwa Bapak Menko Pangan setelah rapat dengan Bapak Presiden, itu diperintahkan minimal 5.500 rupiah untuk petani jagung. Kemudian Pak Menko meneruskan di rapat dengan seluruh jajaran kementerian lembaga sektor pangan dan diputuskan 5.500 rupiah dengan kadar air 18 sampai 20 persen dan 6.400 rupiah dengan kadar air 14 persen," urai Arief. 

Terkait itu, ketentuan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) komoditas jagung diatur dalam Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional (Kepbadan) Nomor 216 Tahun 2025 yang berlaku mulai Juli. Ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Jagung Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).

HPP jagung pipilan kering di tingkat petani 5.500 rupiah per kilogram (kg) diberlakukan bagi Perum Bulog dengan ketentuan kadar air 18 sampai 20 persen. Sementara HPP 6.400 rupiah per kg untuk jagung pipilan kering di gudang Bulog dengan kadar air maksimal 14 persen dan aflatoksin maksimal 50 part per billion (ppb). Kebijakan HPP ini merupakan penyangga harga bagi petani dalam negeri.

Dengan itu, pemerintah melalui NFA telah meningkatkan HPP bagi petani jagung sejak 2022. Semula dari 3.700 rupiah per kg menjadi 4.200 rupiah per kg di 2022. Lalu menjadi 5.000 rupiah per kg di 2024. Di 2025 disesuaikan kembali menjadi 5.500 dan 6.400 rupiah per kg.

Realisasinya, Bulog telah menyerap jagung produksi dalam negeri sebanyak 76,9 ribu ton sampai 26 September 2025. Sementara stok jagung yang disimpan Bulog totalnya berada di angka 72 ribu ton. Terbaru, NFA menugaskan Bulog untuk menyalurkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung dengan target 52,4 ribu ton kepada 2.019 peternak dengan harga 5.500 rupiah per kg.

Program SPHP jagung bagi peternak tersebut menjadi penyeimbang arus masuk stok jagung di Bulog selama penyerapan produksi dalam negeri sepanjang 2025 ini. 

Target stok jagung sampai akhir tahun 2025 minimal berada di 60 ribu ton. 

Target itu sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 40 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 591 Tahun 2024 Tentang Jumlah, Standar Mutu, dan Harga Pembelian Pemerintah Dalam Rangka Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah Tahun 2025.

"Yang kedua, karena ada Pak Amran di sebelahnya Pak Kapolda Sulawesi Selatan, Pak Amran itu hampir setiap hari telepon kalau harga jagung di bawah 4.000 rupiah. Tapi saya kira PR kita selesai Pak Mentan. Kita sudah jaga harga petani jagung minimal 5.500 rupiah per kg," kata Arief saat sesi dialog interaktif dengan Kepolisian Daerah secara daring.

Adapun pergerakan harga jagung di tingkat petani mulai bergerak mendekati HPP 5.500 rupiah per kg di sekitar awal sampai tengah Agustus. Per 27 September, dalam Panel Harga Pangan NFA, rerata harga jagung petani telah berada di 5.553 rupiau per kg atau 0,96 persen di atas HPP. Rerata harga ini juga mulai naik dibandingkan seminggu sebelumnya yang berada di 5.519 rupiah per kg.

Panen Kuartal III

Lebih lanjut, saat jumpa pers, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerangkan progres panen jagung di kuartal ketiga yang disokong Polri. Ia juga berharap agar masyarakat dapat terus bergairah untuk bertani jagung agar dapat terwujud swasembada pangan seperti visi Presiden Prabowo Subianto.

"Baru saja kita melaksanakan rangkaian kegiatan panen raya kuartal ketiga secara serentak yang hari ini kegiatannya kita pusatkan di wilayah Sumatera Selatan, khususnya di wilayah OKU Timur. Per hari ini 7.153 ton dari estimasi untuk panen kuartal ketiga ini (total) 166.512 hektare dengan estimasi (total) 751.442 ton," ungkap Kapolri.

"Tentunya harapan kita ini membuat masyarakat menjadi bergairah dan terus memiliki motivasi untuk terus menanam jagung sampai dengan kita semua bisa mewujudkan apa yang menjadi target dari Bapak Presiden, yaitu mewujudkan swasembada pangan nasional," tutur Kapolri.

Berkaitan dengan produksi jagung nasional, mengacu pada Proyeksi Neraca Jagung Tahun 2025 yang diolah NFA dengan referensi data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pertanian, panen raya jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK 14 persen) sudah terjadi di Februari dengan raihan 1,86 juta ton. Sementara, target produksi JPK 14 persen untuk 2025 ini diestimasikan 16,68 juta ton.

Apabila tercapai, maka raihan produksi JPK 14 persen sepanjang 2025 akan melampaui tahun sebelumnya. Adapun total produksi JPK 14 persen di 2024 mencapai 15,14 juta ton dengan rata-rata sebanyak 1,26 juta ton per bulan. Produksi 2024 itu pun lebih tinggi dibandingkan tahun 2023 di mana produksi mencapai 14,77 juta ton dan rata-rata sebanyak 1,23 juta ton per bulan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.