Filipina Digoyang Gempa Hebat, Jadwal Penerbangan Langsung Ditunda

Senin, 08 Jun 2026, 19:42 WIB

MANILA - Otoritas Penerbangan Sipil Filipina (Civil Aviation Authority of the Philippines/CAAP) mengumumkan penangguhan sementara pengoperasian di Bandar Udara Internasional General Santos menyusul gempa bumi bermagnitudo 7,8 pada Senin (8/6).

"Penilaian terhadap fasilitas navigasi udara, peralatan, dan kapabilitas operasional saat ini sedang dilakukan guna memastikan keselamatan dan integritas pengoperasian bandara tetap terjaga," kata CAAP dalam sebuah pengumuman publik.

Penumpang disarankan untuk berkoordinasi dengan maskapai masing-masing guna mendapatkan informasi terbaru mengenai status penerbangan mereka.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Jay Directo

Sementara itu, Kantor Pertahanan Sipil (OCD) Filipina pada Senin tengah memverifikasi laporan terkait 19 korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitude 7,8 yang mengguncang Maasim, Sarangani, dan sejumlah provinsi sekitarnya.

Wakil Juru Bicara OCD Diego Agustin Mariano dikutip Kantor Berita Filipina PNA menjelaskan sebanyak 16 korban meninggal dilaporkan berasal dari Soccsksargen dan tiga lainnya dari daerah Davao.

Korban meninggal di Soccsksargen yakni sepuluh orang dari Kota General Santos, tiga orang dari Glan, Sarangani, dua korban dari Tupi, Cotabato Selatan, dan satu orang dari Malapatan, Sarangani. Selain itu, korban meninggal di wilayah Davai berasal dari Davao Occidental.

Menurut Mariano laporan jumlah korban tewas berasal dari Dewan Pengelola Pengurangan Risiko Bencana Daerah di masing-masing kawasan.

"Jumlah korban tewas masih terus kami validasi," kata dia.

Pemerintah Filipina mencatat 129 orang di Soccsksargen dan lima di daerah Davao mengalami luka, sementara 12 orang di Kota General Santos masih dinyatakan hilang.

Untuk kerusakan bangunan, Mariano menjelaskan tim belum memiliki datanya. "Untuk bangunan dan infrastruktur rusak, sementara ini kami belum ada jumlahnya," jelas dia.

Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) telah mengaktifkan protokol bantuan kemanusiaan dan respons bencana setelah gempa tersebut.

"Dengan berkoordinasi Bersama OCD, Dewan Penanggulangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) dan pemerintah daerah terkait terus dilakukan. Satuan AFP di daerah terdampak telah diarahkan untuk siap siaga dan respons cepat. Laporan terkini juga mengabarkan sejumlah badan nasional mulai memobilisasi keperluan pasca gempa," kata Juru Bicara AFP Kolonel Francel Margareth Padilla.

Menurut Padilla, satuan darat AFP termasuk komando terpadu, matra Utama, dan unsur cadangan di Mindanao telah berada dalam status siaga tinggi dan siap mendukung operasi pencarian, penyelamatan, dan evakuasi korban.

AFP juga siap melaksanakan penilaian cepat kerusakan dan analisis bantuan, dukungan Teknik, transportasi, komunikasi, respons medis, dan penyaluran bantuan logistik sesuai kebutuhan.

"Kami berkoordinasi erat dengan OCD dan otoritas setempat untuk memastikan kemampuan AFP dikerahkan ke wilayah yang paling membutuhkan dan dapat memberikan manfaat terbesar bagi masyarakat terdampak," kata dia.

Prioritas AFP saat ini yakni menyelamatkan nyawa, memastikan keselamatan masyarakat terdampak, dan memulihkan keadaan untuk kembali normal.

"Kami pastikan personel dan aset tambahan AFP siap dikerahkan kapan pun dan dimana pun diperlukan. Kami mengimbau seluruh warga tetap waspada akan potensi gempa susulan dan mematuhi imbauan dari pihak berwenang," kata Padilla. Ant

  • Philippines

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.