Wakil Gubernur Jateng Ajak Santri Tanam Mangrove demi Tumbuhkan Kesadaran Ekologis

Minggu, 07 Jun 2026, 12:57 WIB

REMBANG – Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen bersama ratusan santri pondok pesantren Al-Anwar IV melakukan penanaman pohon mangrove di Pantai Desa Temperak, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, sebagai upaya menumbuhkan kesadaran ekologis, Sabtu (06/6).

Kegiatan dalam rangka untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu juga bertujuan untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian pesisir.

Ket. Foto: Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama santri pondok pesantren Al-Anwar IV melakukan penanaman pohon mangrove di Pantai Desa Temperak, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (6/6/2026). — Sumber: ANTARA

"Kita mengajak semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan," ujarnya di Rembang, Sabtu. 

Ia mengatakan, kawasan pantai di Jawa Tengah menghadapi ancaman abrasi yang membutuhkan perhatian bersama. Karena itu, edukasi dan aksi nyata pelestarian lingkungan harus terus digalakkan, termasuk melalui pesantren.  

"Pesisir Jateng banyak yang terkena abrasi. Kalau tidak dimulai sekarang, kapan lagi kita menyelamatkan bibir-bibir pantai yang ada di Jateng," ujarnya. 

Ia menjelaskan, gerakan penanaman tersebut juga menjadi bagian dari program "Mageri Segoro" yang diinisiasi Pemprov Jateng. Program itu tidak hanya berorientasi pada rehabilitasi kawasan pesisir, tetapi juga membangun budaya menjaga lingkungan di tengah masyarakat.  

Karena itu, Pemprov Jateng mendorong lebih banyak pondok pesantren terlibat dalam gerakan serupa. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki kepedulian terhadap isu-isu lingkungan, sekaligus menjadi penggerak pelestarian alam di daerah masing-masing.  

"Kita ajak bersama-sama mencintai lingkungan. Nanti pondok-pondok pesantren bisa berkolaborasi sehingga muncul kecintaan terhadap ekologi," ujarnya. 

Semangat itu terlihat dari antusiasme para santri yang rela berpanas-panasan dan berjalan di area berlumpur untuk menanam bibit mangrove. Bagi sebagian peserta, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama yang memberi kesan mendalam.  

Konita Tunada, salah satu santri yang mengikuti kegiatan penanaman mengaku senang bisa terlibat langsung dalam aksi pelestarian lingkungan bersama teman-temannya menjelang kelulusan.  

"Seru sekali karena ini pengalaman baru. Bisa bareng-bareng sama teman satu angkatan. Ini juga bagian dari merayakan wisuda terakhir bersama teman-teman," katanya.  

Sedikitnya ada 400 bibit mangrove, 50 pohon cemara, dan 200 pohon ketapang ditanam dalam kegiatan tersebut. Diharapkan menjadi benteng alami yang mampu melindungi garis pantai dari ancaman abrasi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.