Pemerintah dan Bank Indonesia Kolaborasi Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Rupiah
Minggu, 07 Jun 2026, 18:15 WIBJAKARTA - Pemerintah dan Bank Indonesia menyepakati penguatan koordinasi moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Langkah bersama tersebut berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional agar dapat berjalan secara maksimal.
Kesepakatan penting ini disampaikan dalam konferensi pers di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Pertemuan para pejabat tinggi negara tersebut berlangsung pada hari Sabtu (6/6).
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara sektor fiskal dengan moneter. Kerja sama terpadu ini difokuskan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar mata uang rupiah di pasar global.
"Kami tegaskan bahwa koordinasi fiskal dan moneter selama ini sangat-sangat erat, bagaimana sama-sama menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Perry.
Perry menjelaskan terdapat dua hal utama dalam penguatan koordinasi moneter untuk menjaga daya tarik investasi portofolio. Langkah tersebut juga ditujukan guna meminimalkan arus modal keluar akibat kenaikan suku bunga luar negeri.
"Yang pertama adalah meningkatkan daya tarik atau imbal hasil supaya portfolio inflows kembali masuk. Dengan kenaikan bunga luar negeri, memang itu ada outflow, ada saham dan SBN dan juga kecil di SRT. Oleh karena itu, fiskal dan moneter sepakat untuk sama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil supaya inflows ini kembali masuk besar dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. Nomor satu, itu ya," ujar dia.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, berkomitmen mendukung penuh sinkronisasi kebijakan demi memperkuat stabilitas ekonomi masyarakat. Menurut Purbaya, keselarasan kebijakan moneter dan fiskal akan memberikan dampak yang sangat positif secara langsung.
"Kita harus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik sehingga perkembangan kita semakin cepat. Dalam perjalanannya, tentu kita akan meningkatkan juga koordinasi dengan bank sentral. Kita akan mendukung bank sentral untuk memperkuat koordinasi supaya kebijakan sinkron, supaya dampak kebijakan antara moneter dan fiskal lebih signifikan ke perekonomian," kata Purbaya.
Purbaya mengharapkan kestabilan nilai tukar rupiah dapat meringankan beban hidup para pelaku usaha kecil. Kenaikan harga bahan baku impor sebelumnya sempat menggerus keuntungan pedagang makanan tradisional di daerah.
"Tentunya kalau kebijakannya sudah menyatu seperti itu, sinergi penuh, itu harusnya akan mengembalikan kepada nilai tukar rupiah, sehingga rupiah akan meningkat secara signifikan, tidak akan melemah ke level yang lebih rendah dari sekarang. Yang penting adalah kita ingin melihat dampak ke masyarakat yang positif. Dari rupiah itu sebelumnya saya dengar penjual tempe, penjual tahu sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan baku masih diimpor. Yang jelas itu kan menaikkan cost of production mereka," ujar dia.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengapresiasi dukungan pimpinan DPR RI dalam memfasilitasi koordinasi penting tersebut. Langkah sinergis ini diharapkan mampu menjaga stabilitas perekonomian negara di tengah ketidakpastian kondisi global.
"Saya kira ini sebuah gambaran sinyal yang memang kita harapkan terjadinya koordinasi yang erat, koordinasi yang intens di antara seluruh pemangku kepentingan ekonomi di dalam rangka tadi menjaga baik moneter maupun fiskal kita terus berada di posisi yang kita harapkan," ujar Prasetyo.
Ia menyatakan pemerintah terus berupaya mempercepat pertumbuhan berbagai program pembangunan sektor ekonomi riil. Fokus utama program akselerasi tersebut meliputi ketahanan pangan, pasokan energi mandiri, hingga pengembangan sektor perikanan.
"Kemarin dilaporkan dari angka-angka indikator menunjukkan bahwa sesungguhnya ekonomi kita memang cukup kuat, tetapi kami juga merasa bahwa pemerintah harus terus mendorong program-program yang dapat meningkatkan pertumbuhan sektor ekonomi riil untuk bisa dipercepat. Terutama program-program di bidang pangan, program-program di bidang energi, kemudian program-program di bidang perikanan dan termasuk industrialisasi dan hilirisasi," ucap dia. ils/I-1
- Bank Indonesia (BI)
- Nilai tukar rupiah
- Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg)
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Minat Membludak! 85 Investor Incar Proyek Sampah Jadi Listrik di Semarang
-
Menkeu Bidik Keseimbangan Baru, Defisit APBN 2027 Dipatok pada Level Modera
-
Kampanye Hidup Sehat bagi Masyarakat di Ambon
-
KBRI Kuala Lumpur Buka Program Kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing
-
DPR Gelar Rapat Paripurna Bahas RAPBN 2027
-
Bukan Cuma Fisik, Pemkab OKU Timur Gebrak Investasi Jangka Panjang Lewat 4 Alat Sakti Ini
-
Pariwisata Indonesia di Era AI, Algoritma Mengubah Cara Wisatawan Memilih
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.