- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS-Tiongkok Sepakati Salur...
AS-Tiongkok Sepakati Saluran Komunikasi untuk Hadapi Risiko AI
Senin, 28 Sep 2026, 02:00 WIBWASHINGTON DC - Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok sepakat membentuk saluran komunikasi bilateral untuk menangani insiden dan risiko kecerdasan buatan (AI) setelah pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Washington pada akhir pekan lalu
Dilansir dari AFP, kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil pertemuan Trump dan Xi yang membahas berbagai isu, mulai dari AI, perdagangan, hingga konflik di Iran. Kedua pemimpin juga menegaskan rencana untuk kembali bertemu dalam dua forum internasional yang digelar di Tiongkok dan AS pada November dan Desember tahun ini.
Kementerian Luar Negeri Tiongkok pada Sabtu (26/9) mengatakan kedua negara menyepakati pengaturan pengurangan tarif timbal balik senilai 30 miliar dollar AS serta pembentukan dialog mengenai AI.
Kesepakatan itu merupakan bagian dari delapan hasil dan kesepahaman yang dicapai selama kunjungan kenegaraan Xi ke AS pada 23-25 September. Kedua negara juga sepakat membentuk Dewan Perdagangan dan memperpanjang hasil konsultasi ekonomi dan perdagangan sebelumnya di Kuala Lumpur.
Dalam isu AI, kedua negara sepakat membentuk dialog khusus untuk bertukar pandangan mengenai risiko dan manfaat teknologi tersebut. Putaran dialog berikutnya dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Kedua negara juga menyepakati pembentukan saluran komunikasi bilateral untuk menangani insiden terkait AI. Kesepakatan tersebut dimaksudkan sebagai mekanisme komunikasi ketika terjadi persoalan yang berkaitan dengan risiko atau keselamatan AI.
Trump selama ini berulang kali menepis kekhawatiran mengenai potensi ancaman AI terhadap manusia. Sementara itu, Xi menyampaikan pendekatan yang lebih terukur dengan menekankan pentingnya memastikan perkembangan teknologi tetap berada di bawah kendali manusia.
Gedung Putih juga menyebut sejumlah kesepakatan lain dalam kunjungan Xi, termasuk komitmen Tiongkok mengimpor sedikitnya 10 juta metrik ton batu bara dari AS pada 2027 dan 2028. Kedua negara juga menyepakati perlakuan tarif yang lebih menguntungkan terhadap barang non-sensitif senilai sekitar 30 miliar dollar AS untuk masing-masing arah perdagangan.
Selain itu, AS menyambut kedatangan dua panda raksasa yang disewa Tiongkok untuk Kebun Binatang Atlanta.
Meski pertemuan tersebut tidak menghasilkan terobosan besar dalam sejumlah perbedaan mendasar kedua negara, kedua pihak menilai pertemuan itu membantu menjaga stabilitas hubungan.
Trump menyebut pertemuannya dengan Xi sebagai momentum yang menghasilkan "pertemanan, Kekuatan, dan Kesuksesan, baik bagi Tiongkok maupun AS".
"Kami telah membuat kemajuan besar, sangat positif bagi kedua negara," kata Trump kepada wartawan saat minum teh bersama Xi di Gedung Putih pada Jumat (25/9).
- persaingan teknologi
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP, Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
1.100 Pemudik sudah Berangkat dari Tanjung Priok
-
Efisiensi Anggaran, Wali Kota Agustina Tetap Prioritaskan Pendidikan dan Pemerataan Infrastruktur di Kota Semarang
-
BMKG Perkirakan Cuaca pada Senin di Wilayah Indonesia Cerah Berawan hingga Berawan Tebal
-
Prioritaskan Keamanan, Pertamina Evakuasi Pekerja dari Timur Tengah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.