IHSG Ambles 35 Persen Sepanjang 2026, Pasar Sedang Mengirim Sinyal Bahaya ke Pemerintah?

Jumat, 05 Jun 2026, 18:30 WIB

JAKARTA – Terpuruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga lebih dari 35 persen sejak awal tahun mencerminkan tingginya tekanan yang dihadapi pasar keuangan domestik.

Selain dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global, koreksi yang dalam juga menunjukkan meningkatnya kehati-hatian investor terhadap prospek ekonomi dan arah kebijakan di dalam negeri.

Ket. Foto: Ilustrasi - Pengunjung melihat layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. — Sumber: ANTARA FOTO/ Hafidz Mubarak A.

Pelemahan ini memicu aksi jual yang lebih luas, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang selama ini menjadi penopang indeks.

Jika berlanjut, kondisi tersebut berpotensi mengurangi minat investasi dan memperbesar tantangan pemulihan pasar dalam jangka pendek.

Sepanjang 2026, IHSG terkoreksi sangat besar, yakni 3.052,17 poin atau sekitar 35,3 persen dari akhir tahun lalu.

Dalam penutupan perdagangan, Jumat (5/6) sore, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), melemah 245,01 poin atau 4,20 persen ke posisi 5.594,77 yang terbebani oleh pelemahan semua atau sebelas sektor saham.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 23,17 poin atau 3,99 persen ke posisi 557,75.

“Beberapa ketidakjelasan kebijakan pemerintah dan rumor pasar yang direspons negatif oleh pasar, kembali mendorong tekanan jual pada pasar modal Indonesia,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, Ratna mengatakan beberapa kebijakan pemerintah yang direspons oleh pasar yaitu revisi UU P2SK, yang memicu kekhawatiran mengenai potensi gangguan terhadap independensi lembaga keuangan.

Di sisi lain, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi APBN 2026 hingga Mei 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp180,4 triliun (0,7 persen dari PDB), dari sebelumnya defisit Rp20,9 triliun (0,09 persen dari PDB) pada periode sama tahun 2025.

Meskipun demikian, defisit tersebut masih di bawah target defisit tahun 2026 yang mencapai Rp689,1 triliun (2,68 persen dari PDB).

Sementara itu, nilai tukar rupiah ditutup berada di level Rp18,049 per dolar AS.

Ratna mengatakan, pelemahan kurs rupiah memicu spekulasi pasar bahwa Bank Indonesia (BI) akan mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Darurat dari RDG yang terjadwal pada 17-18 Juni 2026.

Pada pekan depan, pelaku pasar akan mencermati rilis data cadangan devisa bulan Mei 2026 pada Senin (8/6), consumer confidence Mei 2026 pada Rabu (10/6) dan retail sales April 2026 pada Kamis(11/6).

“Di tengah minimnya katalis positif dan di bawah tekanan sentimen negatif, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 5,500 pada pekan depan,” ujar Ratna.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam sebesar 5,75 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor energi yang turun masing-masing sebesar 5,64 persen dan 5,37 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MUTU, MMIX, CBPE, LFLO, dan BTON. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni WIFI, ARKO, RSGK, APIC, dan RMKE.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.194.595 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 38,04 miliar lembar saham senilai Rp31,73 triliun. Sebanyak 108 saham naik, 626 saham menurun, dan 81 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 852,69 poin atau 1,26 persen ke 66.618,00, indeks Shanghai melemah 30,04 atau 0,74 persen ke 4.027,74, indeks Hang Seng melemah 291,45 poin atau 1,15 persen ke 24.961,95, dan indeks Strait Times melemah 23,81 poin atau 0,46 persen ke 5.044,29.

  • BEI
  • ihsg melemah

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Secercah Harapan Rehabilitasi 300 Orangutan Menanti Kesiapan Pelepasliaran yang Aman

Intensifkan Pemasaran WashTower, LG Bentuk Kolaborasi Dengan Mitra Dealer Spesialis

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Rumah Harimau Sumatera Ikut Hangus Dilalap Kebakaran Hutan

Aturan Baru Tarif Pengantaran Barang dan Makanan Ojol Digodok Kemkomdigi, Tak Adopsi Skema 92:8, Fokus bagi Hasil Adil

LG UltraGear Native 1000Hz Segera Hadir di Indonesia

Impor Udang Vaname 120 Ton Lewat Kawasan Berikat, KKP Minta Industri Utamakan Produksi Lokal

D'Masiv Bikin Album Full Berbahasa Inggris, Beri Warna Baru bagi Massivers

Tapak Tumbuh Hadir di JIA Curated 2026, Ubah Jejak Bumi Menjadi Pengalaman Spasial

Waspada! Modus Paket Umrah di Bawah Rp26 Juta, Kemenhaj Ingatkan Jemaah Indikasi Penipuan

Dopamine Land Hadir di Jakarta, Tawarkan Pengalaman Hiburan Multisensori

Festival Pacu Jalur 2026 di Kuansing Dibuka Plt Gubernur Riau, Ini Jadwal Lengkapnya!

FLONA 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Pamerkan Kekayaan Flora-Fauna Nusantara

PLN Berhasil Pulihkan Keseluruhan Sistem Kelistrikan Flores Pasca Gempa M7,7

Pertamina Tambah Fasilitas Dermaga Jetty di Terminal BBM Manggis Bali, Amankan Pasokan BBM Bali-Nusra

PT KAI dan KCIC Gelar Program EduTrain bagi 81 Anak Panti Asuhan

Gubernur Pramono Lantik 7 Pejabat Eselon II DKI Jakarta, Ini Daftar Nama dan Jabatannya

Satu Dekade EMOS Perkuat Ekosistem Kesehatan Digital Indonesia

Pemkot Kembali Gelar Bandung Great Sale 2026

Bank Mandiri Perkuat Sinergi dengan Garuda Indonesia lewat GATF 2026, Bidik Transaksi Travel Nasabah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.