PT KAI Tutup 116 Perlintasan Kereta Api Berisiko Tinggi

Kamis, 04 Jun 2026, 18:00 WIB

JAKARTA - Badan usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI) menutup 116 titik perlintasan sebidang yang berisiko tinggi. Langkah keselamatan perjalanan tersebut merupakan bagian utama dari target penutupan sebanyak 172 perlintasan prioritas.

Realisasi penutupan jalan kereta tersebut kini telah mencapai angka 67 persen dari target awal. Sementara itu, sebanyak 56 titik perlintasan lainnya masih berada dalam tahap proses koordinasi penyelesaian.

Ket. Foto: — Sumber: KAI

Manajemen perusahaan perkeretaapian nasional tersebut merilis data capaian keselamatan pada hari Rabu (3 /6). Program penutupan tersebut merupakan agenda penanganan komprehensif terhadap ribuan titik perlintasan kereta tidak terjaga.

KAI mencatat ada sebanyak 1.810 perlintasan kereta api tidak terjaga yang tersebar secara nasional. Sebanyak 1.638 titik menjadi prioritas peningkatan keselamatan dan pengamanan melalui berbagai langkah di lapangan.

“Setiap perlintasan yang ditutup telah melalui proses evaluasi dan pertimbangan keselamatan. Fokus utama kami adalah mengurangi titik-titik risiko yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Semakin banyak perlintasan berisiko yang berhasil ditutup, semakin besar peluang kita menciptakan perjalanan yang lebih aman bagi masyarakat dan operasional kereta api,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.

Anne menyatakan keberhasilan penutupan jalan kereta api ini melibatkan kolaborasi kuat dengan berbagai pihak. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan karena setiap perlintasan memiliki karakteristik lingkungan serta penanganan yang berbeda.

KAI mencatat sebanyak 1.074 kecelakaan perlintasan sebidang terjadi sejak tahun 2023 hingga 24 Mei 2026. Insiden tersebut mengakibatkan total 964 korban dengan rincian sebanyak 370 orang di antaranya meninggal dunia.

Korban lainnya terdiri atas 247 orang luka berat serta 347 orang mengalami luka ringan. Sekitar 88 persen kecelakaan tersebut dipicu oleh perilaku menerobos saat kereta api akan melintas.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan pentingnya langkah pencegahan dini kecelakaan. Masyarakat sekitar diimbau untuk tidak membuka kembali secara mandiri perlintasan sebidang yang telah resmi ditutup.

“Ketika sebuah perlintasan berisiko berhasil ditutup, yang sesungguhnya sedang dilakukan adalah mengurangi peluang terjadinya kecelakaan. Keselamatan selalu dimulai dari langkah pencegahan. Karena itu, dukungan masyarakat sangat penting agar perlintasan yang telah ditutup tidak dibuka kembali secara mandiri dan manfaat keselamatannya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” kata Wisnu.

KAI berkomitmen terus mempercepat penyelesaian sisa 56 titik perlintasan yang masih dalam proses penutupan. Langkah nyata ini diharapkan mampu menciptakan perjalanan kereta api yang jauh lebih aman dan selamat. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.