Gawat Kobaran Api Terus Menjalar, Karhutla di Gunung Bromo Semakin Meluas Akibat Angin Kencang
Minggu, 09 Agu 2026, 01:22 WIBPROBOLINGGO - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Bromo yang merupakan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, semakin meluas akibat angin kencang dan belum juga padam hingga Sabtu (8/8) malam.
"Kami mendapatkan informasi perkembangan kebakaran di TNBTS bahwa api menjalar di kawasan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di arah blok Jantur akibat kuatnya angin yang cukup kencang," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.
Menurutnya, tim gabungan yang melakukan pemadaman kobaran api diminta untuk memprioritaskan keselamatan, sehingga semua tim berkumpul ke lokasi yang aman yakni di sekitar JLKT.
"Tidak selang lama kemudian, kami mendapat informasi bahwa angin agak mereda dan tim bergerak maju ke arah Jemplang melalui jalur lama. Kami berhasil memutus api tidak menyeberangi jalur lama (jaring laba-laba), sehingga diharapkan sepanjang malam ini angin tidak membesar, dan api tidak menyeberang lagi ke arah utara Watangan," tuturnya.
Ia mengatakan semua petugas masih siaga penuh untuk memantau situasi karhutla di Gunung Bromo dan mudah-mudahan api tidak semakin membesar.
Berdasarkan data Balai Besar TNBTS, area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 176 hektare dan sebagian besar kawasan yang terbakar berada di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Kebakaran yang mulai terjadi pada Senin (3/8) tersebut terus meluas. Pada awal kejadian, luas area terbakar tercatat sekitar 7,9 hektare, kemudian meningkat menjadi 44 hektare, 51 hektare hingga mencapai sekitar 176 hektare pada Jumat (7/8) malam.
Sementara itu, Balai Besar TNBTS mengumumkan penutupan secara total seluruh akses kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo menyusul kejadian kebakaran hutan yang semakin meluas di area Kaldera Bromo sejak 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan..
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha dalam surat keterangan resmi, Sabtu malam, mengatakan bahwa langkah penutupan kawasan tersebut diambil demi efektivitas upaya pemadaman api di lapangan serta menjamin keamanan dan keselamatan para pengunjung.
Penutupan diberlakukan di seluruh pintu masuk kawasan TNBTS, yang meliputi pintu masuk Cemorolawag di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Upaya Pengendalian Kebakaran Hutan di Kawasan Gunung Bromo
-
Update Kebakaran Hutan Gunung Bromo: Hampir 8 Hektare Hangus
-
Begini Kronologinya, Satu Warga Meninggal Saat Karhutla Melanda Ketapang
-
Gunung Ringgit Probolinggo Dilalap Api, 4,5 Hektare Lahan Hangus
-
Kebakaran 7,5 Hektare Hutan dan Lahan di Rokan Hilir Riau Berhasil Dipadamkan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.