Kemenperin Dorong Transformasi Industri Nasional Melalui Forum BRICS PartNIR
Kamis, 04 Jun 2026, 18:07 WIBJAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kerja sama internasional untuk mendukung transformasi industri nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui partisipasi aktif pada BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2026 di Xiamen, Tiongkok.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan forum tersebut menjadi peluang strategis bagi Indonesia. Menurut dia, forum itu dapat mempercepat transformasi industri melalui manufaktur cerdas, digitalisasi industri, dan pengembangan industri hijau.
"Indonesia memandang momentum ini sebagai peluang strategis untuk mempercepat transformasi industri nasional. Melalui penguatan manufaktur cerdas, digitalisasi industri, dan pengembangan industri hijau yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Agus di Jakarta, Kamis (4/6).
Agus mengatakan keikutsertaan Indonesia sejalan dengan semakin aktifnya peran Indonesia dalam kerja sama BRICS. Langkah tersebut juga mendukung perluasan akses industri, investasi, teknologi, dan penguatan rantai pasok global.
Forum tersebut menjadi wadah bagi negara-negara BRICS dan mitra untuk memperkuat kolaborasi teknologi industri. Pembahasannya mencakup kecerdasan artifisial, big data, otomatisasi industri, manufaktur cerdas, dan inovasi digital berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin, Tri Supondy, menilai kerja sama internasional penting untuk mempercepat transformasi industri nasional. Menurut dia, keterhubungan dengan mitra global dapat memperkuat inovasi dan meningkatkan daya saing industri manufaktur.
"Sinergi antarnegara BRICS memiliki peran strategis agar transformasi industri dapat berjalan secara inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. Kemenperin melihat potensi besar pengembangan kerja sama di bidang artificial intelligence, Internet of Things, big data, industrial robotics, hingga digital standardization," ujar Tri.
Tri mengatakan Kemenperin juga memperkuat kerja sama pengembangan startup industri dan ekosistem inovasi digital. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung transformasi digital industri kecil dan menengah.
Menurut dia, harmonisasi standar digital dan penguatan kompetensi sumber daya manusia menjadi faktor penting. Keduanya diperlukan untuk menghadapi perkembangan industri yang semakin berbasis teknologi.
Kemenperin terus menjalankan berbagai program dalam implementasi Making Indonesia 4.0. Program tersebut meliputi pendampingan transformasi digital, pengembangan pusat kapabilitas industri 4.0, dan penguatan program pengembangan talenta industri.
Salah satu program yang terus diperluas adalah E-Smart IKM. Program tersebut telah membantu lebih dari 20 ribu pelaku IKM memanfaatkan platform digital untuk pengembangan usaha dan pemasaran produk.
Pemerintah menilai pengembangan sumber daya manusia menjadi fondasi utama transformasi industri masa depan. Selain penguasaan teknologi, kemampuan beradaptasi dan berinovasi juga menjadi faktor penting.
"Karena itu, Kemenperin membuka peluang kerja sama antarnegara BRICS di bidang pendidikan digital, pelatihan industri, program Training of Trainers. Serta pengembangan platform pembelajaran digital bersama," kata Tri.
Melalui partisipasi dalam BRICS PartNIR 2026, Kemenperin berharap kolaborasi teknologi, investasi, inovasi, dan pertukaran pengetahuan semakin kuat. Sinergi tersebut diharapkan mempercepat transformasi industri nasional yang cerdas, hijau, inklusif, dan berkelanjutan. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Enam Perusahaan Grup Astra dan Yayasan Astra Resmi Memulai Program IKM Development 2026 dalam Perkuat Rantai Pasok Industri Nasional
-
Kemenperin Berkolaborasi dengan Apple Academy Perkuat Ekosistem Digital RI
-
Kelola KEK Maloy Lebih Serius, Kaltim Bidik Investasi Skala Besar
-
La Liga Spanyol: Tanpa Raphinha, Barca Andalkan Magis Yamal Hadapi Atletico
-
Harga Emas Antam Jumat (03/4) Pagi Turun Rp65.000 Jadi Rp2,857 Juta/Gram
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.