DPRD Jawa Barat Minta Pemprov Segera Selesaikan 835 Rekomendasi BPK yang Belum Tuntas

Kamis, 04 Jun 2026, 02:05 WIB

BANDUNG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat mengingatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar untuk segera menuntaskan sedikitnya 835 rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang masih menunggak. 

Langkah pembenahan internal hulu ini mendesak dilakukan seiring merosotnya nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Barat hingga mencapai 5,9 persen akibat pemberlakuan regulasi baru penyesuaian dana transfer pusat. 

Ket. Foto: Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Rabu (3/6). — Sumber: ANTARA/HO DPRD Jabar

Berdasarkan data tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan (TLRHP) periode 2005–2025, Pemprov Jabar baru menuntaskan 1.931 atau 69,81 persen dari total 2.766 rekomendasi BPK, sehingga terdapat ratusan catatan krusial yang harus segera dibenahi.

"Jadi kita (DPRD Jawa Barat) mendorong supaya Pemprov Jabar menindaklanjuti rekomendasi atau catatan dari BPK, dan itu harus segera ditindaklanjuti," kata Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa usai Rapat Paripurna penyerahan LHP BPK RI atas LKPD TA 2025 di Gedung DPRD Jabar, Bandung, Rabu.

Buky menjelaskan, salah satu rapor merah yang berulang adalah karut-marut penatausahaan aset tetap yang dinilai belum memadai. Pemprov Jabar diminta melakukan pendataan ulang secara menyeluruh agar tidak ada aset daerah yang pasif atau terbengkalai.

Meski demikian, parlemen tetap mengapresiasi capaian Pemprov Jabar yang sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-15 kalinya secara berturut-turut.

Selain masalah aset, BPK juga menyoroti pos anggaran pendidikan terkait pengendalian belanja dana bantuan operasional satuan pendidikan (BOSP) dan bantuan operasional pendidikan daerah (BOPD) yang dinilai belum optimal serta belum sepenuhnya dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara, membeberkan bahwa BPK secara khusus meminta Pemprov Jabar memperketat akurasi penganggaran belanja menyusul tergerusnya kemampuan keuangan daerah akibat pemberlakuan regulasi baru.

"PAD Jawa Barat turun 5,9 persen, karena proporsi bagi hasil yang berubah. Kemarin transfer ke daerah kita berkurang. Jadi wajar kalau kemudian BPK meminta agar kita lebih memperhatikan kemampuan keuangan daerah," ungkap Iswara.

Penurunan pendapatan ini merupakan imbas dari pemberlakuan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD) yang memicu perubahan proporsi bagi hasil daerah.

Sementara itu, anggota Komisi V sekaligus Ketua Fraksi PPP DPRD Jabar, Zaini Shofari, mendesak Dinas Pendidikan Jabar untuk bergerak cepat memperketat pengawasan penggunaan dana pendidikan di tiap satuan sekolah sesuai instruksi BPK.

"Rekomendasi BPK tadi harus menjadi perhatian Pemprov Jabar, dan kita juga mengapresiasi prestasi luar biasa Pemprov Jabar yang meraih opini WTP yang ke-15 kali berturut-turut. Semua ini berkat kerjasama semua pihak," kata Zaini.

  • pemprov jabar
  • rekomendasi bpk
  • dprd jawa barat
  • pad jawa barat turun

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.