Urai Kepadatan, LRT Jabodebek Tambah Frekuensi Perjalanan Jam Sibuk Mulai 8 Juni

Minggu, 07 Jun 2026, 13:30 WIB

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui layanan LRT Jabodebek mulai melakukan uji coba penambahan frekuensi perjalanan pada jam sibuk pagi selama periode 8 hingga 12 Juni 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi publik menuju pusat aktivitas di Jakarta pada hari kerja.

Penambahan frekuensi dilakukan melalui pengoperasian Kereta Luar Biasa (KLB) pada dua relasi utama yang selama ini mencatat volume pengguna cukup tinggi. Uji coba ini berlangsung setiap hari kerja mulai Senin (8/6) hingga Jumat (12/6).

Ket. Foto: PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui layanan LRT Jabodebek mulai melakukan uji coba penambahan frekuensi perjalanan pada jam sibuk pagi selama periode 8 hingga 12 Juni 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mengakomodasi tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi publik menuju pusat aktivitas di Jakarta pada hari kerja. — Sumber: ANTARA

Pada relasi Jatimulya–Dukuh Atas BSI, perjalanan tambahan dioperasikan pada pukul 07.14 WIB, berada di antara jadwal reguler pukul 07.08 WIB dan 07.16 WIB. Sementara pada relasi Harjamukti–Dukuh Atas BSI, perjalanan tambahan dijalankan pada pukul 07.24 WIB, di antara jadwal reguler pukul 07.22 WIB dan 07.30 WIB.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan penambahan frekuensi tersebut merupakan respons terhadap pola pergerakan pengguna yang menunjukkan kepadatan cukup tinggi pada jam sibuk pagi.

“Uji coba penambahan frekuensi merupakan langkah adaptif KAI dalam menjawab kebutuhan mobilitas pengguna LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi. KAI melihat adanya peningkatan kepadatan pengguna LRT Jabodebek, terutama pada stasiun-stasiun keberangkatan utama menuju pusat aktivitas di Jakarta,” ujar Radhitya dalam keterangan tertulis, Minggu (7/6).

Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. KAI terus berupaya menghadirkan transportasi publik yang mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan mobilitas pengguna yang terus berkembang.

Pada masa uji coba, operasional perjalanan reguler tetap berjalan normal. Penambahan KLB dilakukan dengan mengoptimalkan slot perjalanan pada waktu-waktu yang memiliki tingkat permintaan tinggi sehingga dapat membantu pemerataan distribusi pengguna.

Dengan adanya perjalanan tambahan, kepadatan antrean di stasiun maupun di dalam rangkaian kereta diharapkan dapat berkurang. Langkah ini juga ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna selama perjalanan pada jam sibuk.

“KAI akan terus melakukan evaluasi terhadap pola perjalanan pengguna LRT Jabodebek untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat perkotaan,” jelasnya.

Berdasarkan data operasional LRT Jabodebek, sejumlah stasiun mencatat volume pengguna yang cukup tinggi pada periode pukul 06.00 hingga 08.00 WIB setiap hari kerja. Stasiun Harjamukti menjadi stasiun dengan jumlah pengguna tertinggi, yakni rata-rata 6.224 orang per hari.

Selain itu, Stasiun Cikunir 1 melayani rata-rata 3.274 pengguna per hari, Stasiun Jatimulya sebanyak 2.786 pengguna per hari, serta Stasiun Jatibening Baru sekitar 2.638 pengguna per hari. Sementara itu, Stasiun Cikoko yang terintegrasi dengan layanan KRL Commuter Line dan Transjakarta mencatat rata-rata 3.432 pengguna LRT Jabodebek per hari pada jam sibuk pagi.

Peningkatan frekuensi perjalanan ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka pendek untuk mengurai kepadatan pengguna sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pengembangan layanan LRT Jabodebek ke depan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.