Roland Garros 2026: Zverev Melaju ke Semifinal, Mensik Hentikan Kejutan Fonseca

Rabu, 03 Jun 2026, 08:37 WIB

PARIS – Jalan menuju gelar Grand Slam perdana semakin terbuka bagi Alexander Zverev. Petenis Jerman itu melangkah ke semifinal Prancis Open setelah menyingkirkan kejutan asal Spanyol, Rafael Jodar, sementara perjalanan impresif bintang muda Brasil Joao Fonseca harus terhenti di tangan Jakub Mensik pada perempat final Roland Garros, Rabu (3/6) dini hari WIB.

Zverev tampil dominan untuk mengalahkan Jodar dengan skor 7-6 (7/3), 6-1, 6-3. Kemenangan tersebut mengantarkannya ke semifinal French Open untuk kelima kalinya dalam enam tahun terakhir, sekaligus menjaga peluang meraih gelar Grand Slam pertama dalam kariernya.

Ket. Foto: Alexander Zverev. — Sumber: AFP

Saat ini, Zverev menjadi petenis dengan peringkat tertinggi yang masih bertahan di sektor tunggal putra. Status itu membuatnya semakin dijagokan untuk mengangkat trofi di Paris, setelah tiga kali gagal di partai final turnamen major, termasuk saat menjadi runner-up French Open tahun lalu.

"Saya ingin memenangkan pertandingan yang ada di depan saya. Itulah tujuan saya," kata Zverev.

Petenis berusia 29 tahun itu menunjukkan konsistensi luar biasa sepanjang turnamen. Hingga menembus empat besar, ia baru kehilangan satu set. Meski demikian, Zverev memilih tetap fokus menghadapi tantangan berikutnya.

"Saya senang bisa berada di semifinal untuk saat ini," ujarnya.

Bagi Jodar, perjalanan menawan di Roland Garros akhirnya harus berakhir. Remaja 19 tahun itu sempat memberikan perlawanan sengit pada set pertama dan bahkan memimpin 5-2 sebelum gagal mempertahankan keunggulannya di Court Philippe Chatrier yang tertutup atap.

Kelelahan tampak memengaruhi performa Jodar yang sebelumnya harus menjalani dua laga lima set secara beruntun. Meski tersingkir, kiprahnya tetap menjadi salah satu cerita menarik di Paris. Setahun lalu ia masih berada di peringkat 707 dunia, sedangkan kini berhasil menembus perempat final Grand Slam keduanya.

Pada semifinal nanti, Zverev akan berhadapan dengan petenis muda Republik Ceko, Jakub Mensik, yang sukses menghentikan laju sensasional Joao Fonseca.

Mensik tampil impresif untuk mengalahkan Fonseca 6-4, 6-3, 7-6 (7/3). Kemenangan itu menjadi pencapaian terbaik petenis berusia 20 tahun tersebut di ajang Grand Slam.

"Itu salah satu penampilan terbaik saya sejauh ini. Saya tahu pertandingan ini akan berjalan sulit," ujar Mensik.

Meski menang dalam tiga set langsung, Mensik tetap harus bekerja keras. Ia bahkan membutuhkan tujuh match point sebelum akhirnya memastikan kemenangan atas Fonseca yang terus memberikan perlawanan hingga poin-poin terakhir.

Pertandingan tersebut tercatat sebagai perempat final tunggal putra termuda di Roland Garros sejak 2006, ketika Rafael Nadal yang berusia 20 tahun menghadapi Novak Djokovic yang saat itu masih berusia 19 tahun.

Kekalahan itu mengakhiri perjalanan luar biasa Fonseca yang menjadi salah satu sorotan utama turnamen tahun ini. Petenis Brasil berusia 19 tahun tersebut menunjukkan potensi besar dengan menyingkirkan sejumlah nama papan atas, termasuk Novak Djokovic dan Casper Ruud.

Namun, setelah serangkaian penampilan mengesankan, Fonseca akhirnya kehabisan tenaga saat menghadapi Mensik, yang juga digadang-gadang sebagai salah satu calon bintang besar tenis dunia dalam beberapa tahun mendatang.

"Saya datang ke turnamen ini setelah mengalami cedera ringan dan tanpa ekspektasi besar. Bisa melangkah sejauh ini adalah hasil yang sangat positif," kata Fonseca.

Ia mengaku sempat terganggu masalah pada pergelangan tangan menjelang Roland Garros. Karena itu, pencapaiannya di Paris justru menjadi modal penting untuk menghadapi turnamen-turnamen berikutnya.

"Turnamen ini memberi saya keyakinan dan kepercayaan diri yang lebih besar untuk terus berkembang," ujarnya.

Sementara itu di sektor putri, semifinal menarik akan mempertemukan Marta Kostyuk dan Mirra Andreeva.

Kostyuk memastikan tempat di empat besar setelah mengalahkan kompatriotnya, Elina Svitolina, 6-3, 2-6, 6-2 dalam perempat final sesama petenis Ukraina pertama dalam sejarah Grand Slam era Open.

Kemenangan tersebut sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan Kostyuk di lapangan tanah liat musim ini menjadi 17 pertandingan dan mengantarkannya ke semifinal Grand Slam pertama sepanjang karier.

"Saya sangat senang bisa menemukan cara untuk menang. Pertandingannya sangat sulit," kata petenis berusia 23 tahun itu.

Usai laga, Kostyuk mempersembahkan kemenangan tersebut kepada rakyat Ukraina yang kembali menghadapi serangan besar-besaran Rusia.

"Kami kembali mengalami malam yang sulit di Ukraina, terutama di Kyiv. Banyak orang kehilangan nyawa. Saya ingin mempersembahkan kemenangan ini untuk Ukraina," ujarnya.

Di sisi lain, Andreeva melangkah mulus ke semifinal setelah menghancurkan petenis veteran Rumania, Sorana Cirstea, 6-0, 6-3 hanya dalam waktu kurang dari satu jam.

Unggulan kedelapan itu tampil sangat dominan dan berhasil mencapai semifinal French Open untuk kedua kalinya dalam kariernya.

"Saya sangat senang bisa bermain di semifinal lagi. Saya merasa ini salah satu pertandingan terbaik saya sepanjang turnamen," kata Andreeva.

Pertemuan Kostyuk dan Andreeva dipastikan menjadi salah satu laga paling menarik di Paris. Selain mempertemukan dua petenis muda yang sedang menanjak, duel tersebut juga sarat emosi mengingat posisi keduanya yang berasal dari negara yang masih terlibat dalam konflik berkepanjangan.

Pemenang pertandingan itu akan melangkah ke final dan menjaga peluang untuk menorehkan sejarah baru di Roland Garros tahun ini.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.