Batik Indonesia Mendunia, Dubes RI Soroti Perannya dalam Diplomasi dengan Kanada

Minggu, 04 Okt 2026, 06:01 WIB

Jakarta - Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab menyebut batik sebagai salah satu bentuk diplomasi Indonesia yang paling fasih dalam memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.

"Batik sebagai salah satu bentuk diplomasi Indonesia yang paling fasih. Batik adalah Indonesia, diwariskan dari generasi ke generasi selama berabad-abad," katanya pada resepsi Hari Batik Nasional sekaligus peringatan 17 tahun pengakuan UNESCO atas batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan di KBRI Ottawa, Jumat (2/10).

Ket. Foto: Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab memberikan sambutan pada resepsi Hari Batik Nasional sekaligus 17 tahun pengakuan UNESCO atas batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan di KBRI Ottawa, Jumat (2/10). — Sumber: Antara

Sebagaimana siaran pers KBRI Ottawa yang diterima di Jakarta, Sabtu (3/10), Muhsin mengatakan batik bukan sekadar benda museum, melainkan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, mulai dari kelahiran hingga perpisahan.

Menurut dia, batik juga memiliki peran ekonomi karena menopang penghidupan hampir 200 ribu warga yang tersebar di puluhan ribu usaha kecil dan keluarga.

Pada kesempatan tersebut, Muhsin mengingatkan bahwa batik telah menjadi bagian dari hubungan Indonesia dengan negara-negara mitra. Perdana Menteri Kanada Jean Chrétien bersama para pemimpin Asia-Pasifik pernah mengenakan batik pada KTT APEC di Bogor pada 1994. Hal serupa dilakukan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau pada KTT ASEAN di Jakarta pada 2023.

Menyongsong 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Kanada pada 2027, Muhsin mengajak para tamu untuk menghayati filosofi yang tercermin dalam proses pembuatan batik oleh para perajin.

"Hal-hal yang langgeng dibuat titik demi titik, garis demi garis — dengan kesabaran, ketelitian, dan komitmen dari kedua belah pihak," katanya.

Anggota Parlemen Kanada sekaligus Ketua Bersama Kelompok Persahabatan Parlemen Kanada-RI, Sameer Zuberi, menilai peringatan Hari Batik Nasional penting untuk memperdalam pemahaman publik Kanada mengenai Indonesia.

"Batik, yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan, adalah pintu yang indah untuk mengenal Indonesia, yang bukan hanya sebagai mitra ekonomi bagi Kanada, tetapi juga sebagai bangsa dengan kekayaan budaya yang luar biasa," katanya.

Zuberi juga menggarisbawahi hubungan Indonesia dan Kanada yang terus menguat, termasuk melalui Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA-CEPA) yang ditandatangani di Ottawa pada 24 September 2025.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Para Pendamping Duta Besar di Kanada Helena Skarcic mengaku kagum setelah mengetahui proses pembuatan batik. Ia menilai batik merupakan busana istimewa yang cocok dikenakan dalam berbagai kesempatan.

Sekitar 150 undangan yang terdiri atas anggota Parlemen Kanada, korps diplomatik ASEAN dan negara sahabat, pengusaha, serta sejumlah pemangku kepentingan di Kanada menghadiri resepsi bertema "Batik: From Indonesia to the World".

Resepsi tersebut dimeriahkan penampilan Indonesia Canadian Angklung Society (ICAS) dan peragaan busana bertajuk "The Ageless Runway: Batik Across Generations" yang menampilkan 12 kain pusaka dari berbagai daerah Indonesia, antara lain Yogyakarta, Surakarta, Banyumas, Cirebon, Lasem, Madura, hingga Papua.

  • Pelestarian Batik

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.