Pemkab Belitung Punya Strategi Baru Tekan Inflasi, Apa yang Disiapkan?
Minggu, 04 Okt 2026, 06:37 WIBTANJUNGPANDAN - âPemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor guna mengendalikan laju inflasi serta menjaga daya beli masyarakat di wilayah itu.
â
â"Perkembangan harga perlu menjadi perhatian bersama oleh pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat," kata Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Belitung, Meltalia di Tanjungpandan, Sabtu.
â
âMenurut dia, angka inflasi menggambarkan kondisi yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, terkait perubahan harga beras, ikan, cabai, telur, daging, hingga biaya transportasi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
â
â"Bagi pemerintah daerah data inflasi merupakan bahan penting untuk melihat perkembangan perekonomian daerah sekaligus menyusun langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga," ujarnya.
â
âIa menjelaskan sebagai daerah kepulauan, Kabupaten Belitung memiliki tantangan memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
â
Ia mengatakan faktor distribusi, biaya transportasi, kondisi cuaca, ketersediaan stok, hingga dinamika permintaan masyarakat menjadi perhatian bersama.
â
â"Pengendalian inflasi tidak hanya berbicara mengenai harga di pasar. Kita perlu memastikan bahwa pasokan tersedia, distribusi berjalan lancar, dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang wajar," katanya.
â
âPemkab Belitung terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait, seperti Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, Perum Bulog, perangkat daerah, distributor, serta pelaku usaha agar setiap fluktuasi harga dapat direspons secara cepat dan tepat.
â
âIa juga mengajak para pelaku usaha dan distributor untuk bersama-sama menjaga kelancaran pasokan serta menetapkan kewajaran harga.Â
â
â"Pemerintah memahami tantangan biaya yang dihadapi pelaku usaha, namun keseimbangan antara keberlangsungan bisnis dan keterjangkauan harga bagi masyarakat harus tetap terjaga," ujarnya.
â
âIa juga mengimbau masyarakat agar berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan menghindari pembelian berlebihan.
â
Perilaku konsumsi yang baik, kata dia, turut membantu menjaga keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan barang di pasaran.Â
â
â"Data yang baik akan menghasilkan kebijakan yang lebih terarah. Sinergi ini kita butuhkan bukan sekadar saat data dirilis, melainkan sebagai dasar untuk memahami persoalan, menentukan prioritas, menyusun kebijakan, serta mengevaluasi hasil pembangunan," katanya.
Berdasarkan data BPS Kabupaten Belitung pada September 2026, wilayah Tanjungpandan, Belitung mengalami inflasi bulan ke bulan (month to month/mtm) sebesar 1,89 persen dan inflasi tahunan (year on year/yoy) senilai 5,01 persen.
- Pemkab Belitung
- inflasi
- Strategi Baru
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
BPS: Harga Cabai Rawit Picu Inflasi di Gorontalo September 2026
-
Polisi Turki Gerebek Bar Gay dan Rumah Aktivis LGBTQ, Sedikitnya 63 Orang Ditahan
-
DVI Percepat Identifikasi Korban KM Virgo, Keluarga Diminta Siapkan Data Pendukung
-
Harga BBM New Zealand Sulit Turun, Solar Tembus 3,18 Dollar per Liter
-
Menaker Yassierli: Sebanyak 40.962 Peserta Lolos Ikuti Magang Nasional 2026 Batch 2
-
Berawal dari Tradisi Sahur, Musik Daul Pamekasan Akhirnya Diakui Negara
-
Wakil Wali Kota Bogor: Pemerintah Terus Dorong Penurunan Angka Stunting di Daerah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.