• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • IBM Luncurkan Bob, Platfor...

IBM Luncurkan Bob, Platform AI Agentik untuk Percepat Modernisasi Perangkat Lunak Enterprise

Rabu, 03 Jun 2026, 18:50 WIB

JAKARTA — IBM mengumumkan peluncuran global IBM Bob, sebuah platform kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu perusahaan mengelola seluruh siklus pengembangan perangkat lunak, mulai dari perencanaan hingga operasional. Kehadiran Bob menandai langkah IBM dalam mengembangkan AI dari sekadar asisten coding menjadi mitra pengembangan yang mampu mengoordinasikan proses pengembangan perangkat lunak secara menyeluruh.

Menurut IBM, Bob dikembangkan untuk menjawab tantangan yang dihadapi perusahaan saat mengadopsi AI dalam pengembangan aplikasi. Meski teknologi AI telah mempercepat proses pembuatan kode, banyak organisasi masih harus berhadapan dengan kompleksitas sistem legacy, infrastruktur hybrid, tuntutan kepatuhan regulasi, hingga risiko keamanan yang meningkat.

Ket. Foto: Bob dari IBM. Platform AI agentik ini mendukung seluruh siklus pengembangan perangkat lunak. Digunakan lebih dari 80.000 karyawan IBM, Bob diklaim meningkatkan produktivitas hingga 45 persen. — Sumber: IBM

"Setiap bisnis berlomba untuk melakukan modernisasi. Namun, kecepatan tanpa kendali dan transparansi justru menjadi risiko. IBM Bob memungkinkan perusahaan bergerak secepat AI tanpa mengorbankan tata kelola dan keamanan yang diperlukan bisnis," kata Dinesh Nirmal, Senior Vice President IBM Software, dalam keterangan resminya pada hari Rabu (3/6).

Berbeda dengan alat bantu coding berbasis AI pada umumnya, Bob dirancang untuk mendukung seluruh Software Development Lifecycle (SDLC). Platform ini mengintegrasikan agen-agen AI spesialis yang bekerja pada berbagai tahapan pengembangan, mulai dari eksplorasi kebutuhan, perancangan sistem, pengkodean, pengujian, deployment, hingga operasional.

IBM menyebut sebagian besar proses pengembangan perangkat lunak saat ini masih tersebar di berbagai alat, tim, dan tahapan kerja yang berbeda. Kondisi tersebut kerap memperlambat proses pengembangan sekaligus meningkatkan risiko kesalahan. Melalui pendekatan AI agentik, Bob berupaya mengoordinasikan berbagai aktivitas tersebut dalam satu alur kerja yang terkelola.

Salah satu kemampuan utama Bob adalah mendukung modernisasi aplikasi dan sistem lama. IBM memperkirakan sekitar 60 hingga 80 persen anggaran pengembangan perangkat lunak perusahaan saat ini masih digunakan untuk proyek modernisasi yang dapat berlangsung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Bob diklaim mampu mengotomatisasi berbagai pekerjaan modernisasi, mulai dari analisis kode, pengujian, dokumentasi hingga pengelolaan pipeline pengembangan. Dalam salah satu implementasi yang dilakukan bersama perusahaan konsultan cloud Blue Pearl, IBM menyebut proses peningkatan sistem Java yang biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 hari dapat diselesaikan hanya dalam tiga hari. Proyek tersebut dilaporkan menghemat lebih dari 160 jam kerja tim pengembang.

Selain produktivitas, IBM juga menempatkan keamanan dan kepatuhan sebagai bagian integral dari platform ini. Bob dilengkapi kemampuan standardisasi prompt, pemindaian data sensitif, penerapan kebijakan secara real time, hingga pengujian keamanan AI yang dilakukan langsung di dalam alur pengembangan.

IBM juga memperkenalkan BobShell, antarmuka command-line yang mendokumentasikan seluruh aktivitas agen AI secara otomatis. Fitur ini memungkinkan setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan AI dapat ditelusuri kembali untuk memenuhi kebutuhan audit dan kepatuhan perusahaan.

Keunggulan lain yang ditawarkan Bob adalah kemampuan koordinasi multi-model. Platform ini secara otomatis memilih model AI yang paling sesuai untuk setiap tugas berdasarkan kebutuhan akurasi, performa, dan efisiensi biaya.

Untuk menjalankan fungsi tersebut, Bob memanfaatkan kombinasi berbagai model AI, termasuk Claude dari Anthropic, model open source Mistral, serta keluarga model IBM Granite yang telah disesuaikan untuk kebutuhan pemrograman, keamanan, dan penalaran kode.

Menurut IBM, tantangan utama perusahaan saat ini bukan lagi memilih model AI terbaik, melainkan bagaimana memperoleh hasil yang konsisten dari berbagai model yang tersedia.

"Tim developer membutuhkan sistem yang memahami konteks penuh dari pekerjaan mereka dan mampu bertindak berdasarkan konteks tersebut. Itulah yang kami bangun melalui Bob," ujar Neel Sundaresan, General Manager Automation & AI IBM Software.

Ia menjelaskan Bob dirancang sebagai platform agentik yang menghadirkan AI pada setiap peran dalam SDLC, mulai dari arsitek sistem hingga insinyur keamanan. Menurutnya, keberhasilan AI tidak hanya ditentukan oleh kemampuan model, tetapi juga oleh cara model diterapkan, konteks yang diberikan, serta keterlibatan manusia dalam setiap proses pengambilan keputusan.

IBM pertama kali mengimplementasikan Bob secara internal pada Juni 2025 dengan sekitar 100 pengembang. Dalam kurun waktu satu tahun, penggunaannya berkembang pesat hingga digunakan oleh lebih dari 80.000 karyawan IBM di seluruh dunia.

Berdasarkan survei internal perusahaan, pengguna Bob melaporkan peningkatan produktivitas rata-rata sebesar 45 persen dalam pekerjaan pengembangan perangkat lunak, modernisasi sistem, dan keamanan aplikasi.

Tim pengembang IBM Instana, misalnya, melaporkan pengurangan waktu pengerjaan hingga 70 persen untuk sejumlah tugas tertentu, setara dengan penghematan rata-rata sekitar 10 jam per minggu. Sementara itu, tim IBM Maximo mencatat efisiensi waktu hingga 69 persen dalam berbagai pekerjaan pembuatan dan refactoring kode yang sebelumnya memerlukan waktu berhari-hari.

Sejumlah organisasi juga telah memanfaatkan Bob untuk proyek transformasi digital mereka. Ernst & Young (EY) menggunakan platform tersebut untuk mempercepat modernisasi platform pajak global dengan mengotomatisasi proses refactoring kode, pembuatan pengujian, dan dokumentasi.

Sementara itu, Blue Pearl memanfaatkan Bob untuk mempercepat pengembangan platform BlueApp. Perusahaan tersebut melaporkan pekerjaan yang biasanya memerlukan waktu berminggu-minggu dapat diselesaikan dalam tiga hari tanpa ditemukan cacat pascapeluncuran.

Di sektor pemerintahan, perusahaan teknologi Kroasia APIS IT menggunakan Bob untuk memodernisasi sistem-sistem kritis yang telah menanggung akumulasi utang teknis selama puluhan tahun. Menurut perusahaan itu, Bob mampu menghasilkan analisis arsitektur dan dokumentasi sepuluh kali lebih cepat serta memigrasikan layanan .NET yang kompleks hanya dalam hitungan jam.

IBM Bob kini tersedia secara umum dalam model Software as a Service (SaaS) dan menawarkan masa uji coba gratis selama 30 hari. IBM juga menyediakan paket penggunaan untuk individu maupun perusahaan. Adapun versi on-premises direncanakan hadir pada masa mendatang guna memenuhi kebutuhan organisasi yang memiliki persyaratan khusus terkait residensi data dan regulasi.

Melalui Bob, IBM berharap dapat membantu perusahaan beralih dari penggunaan AI sekadar sebagai alat bantu coding menuju pemanfaatan AI yang lebih strategis dalam mengelola dan mempercepat seluruh proses pengembangan perangkat lunak hingga siap digunakan di lingkungan produksi.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.