Timnas Jerman: Kebangkitan Die Mannschaft dan Ambisi Menghapus Luka Lama

Selasa, 02 Jun 2026, 07:00 WIB

Tak banyak tim datang ke Piala Dunia 2026 dengan beban sejarah sebesar Jerman. Negara yang pernah empat kali menjuarai dunia itu masih dibayangi kegagalan beruntun di dua edisi sebelumnya. Setelah tersingkir secara mengejutkan pada fase grup di Russia 2018 dan Qatar 2022, reputasi Die Mannschaft (julukan timnas Jerman) sebagai kekuatan paling stabil dalam sepak bola internasional sempat runtuh.

Kini, di bawah arahan Julian Nagelsmann, Jerman berusaha membangun identitas baru. Pelatih berusia 38 tahun itu mencoba menggabungkan mentalitas klasik sepak bola Jerman dengan generasi muda yang lebih kreatif dan dinamis. Dalam wawancaranya dengan FIFA, Nagelsmann menegaskan bahwa timnya ingin kembali menampilkan karakter yang selama puluhan tahun menjadi ciri khas Jerman.

Ket. Foto: Timnas Jerman. — Sumber: AFP

"Kami ingin bermain seperti tim Jerman yang sesungguhnya," ujar Nagelsmann. Ia juga menekankan pentingnya semangat bertarung dan kepercayaan kepada para pemain muda yang menjadi tulang punggung proyek barunya.

Hasil undian menempatkan Jerman di Grup E bersama Curaçao, Pantai Gading, dan Ekuador. Meski secara tradisi lebih unggul, Nagelsmann menolak menganggap grup tersebut mudah.

"Ini bukan grup yang benar-benar mudah. Kami ingin diuji dan didorong untuk berkembang," kata mantan pelatih Bayern Munich itu setelah pengundian resmi.

Kekuatan terbesar Jerman terletak pada keseimbangan skuad. Kembalinya Manuel Neuer dari pensiun internasional memberi pengalaman luar biasa di bawah mistar. Di lini belakang terdapat Antonio Rudiger dan Jonathan Tah yang menjadi fondasi pertahanan.

Namun sorotan utama mengarah ke generasi emas baru. Duet Jamal Musiala dan Florian Wirtz dianggap sebagai wajah masa depan sepak bola Jerman. Keduanya memiliki kemampuan menciptakan peluang, menggiring bola, dan mengubah ritme pertandingan dalam satu momen.

Di sektor tengah, Joshua Kimmich tetap menjadi jenderal lapangan. Sementara di depan, kombinasi Kai Havertz, Leroy Sane, dan Deniz Undav menawarkan variasi serangan.

Meski datang bukan sebagai favorit utama juara, Jerman tetap menjadi kandidat kuat lolos dari fase grup. Turnamen ini bukan sekadar soal mengejar trofi, melainkan juga kesempatan memulihkan identitas sepak bola mereka yang sempat memudar selama hampir satu dekade.

Daftar Pemain Jerman dan Klub

Kiper: Manuel Neuer (Bayern Munich), Oliver Baumann (Hoffenheim), Alexander Nübel (Stuttgart).

Bek: Antonio Rudiger (Real Madrid), Jonathan Tah (Bayern Munich), Nico Schlotterbeck (Borussia Dortmund), Malick Thiaw (Newcastle United), Waldemar Anton (Borussia Dortmund), David Raum (RB Leipzig), Nathaniel Brown (Eintracht Frankfurt).

Gelandang: Joshua Kimmich (Bayern Munich), Leon Goretzka (Bayern Munich), Jamal Musiala (Bayern Munich), Florian Wirtz (Liverpool), Angelo Stiller (Stuttgart), Felix Nmecha (Borussia Dortmund), Nadiem Amiri (Mainz), Aleksandar Pavlovic (Bayern Munich), Jamie Leweling (Stuttgart), Lennart Karl (Bayern Munich).

Penyerang: Kai Havertz (Arsenal), Leroy Sane (Galatasaray), Deniz Undav (Stuttgart), Maximilian Beier (Borussia Dortmund), Nick Woltemade (Newcastle United).

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra, Berbagai Sumber

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.