TNBTS Pantau Kondisi Korban Luka Bakar Karhutla Bromo

Jumat, 16 Okt 2026, 23:05 WIB

MALANG, JAWA TIMUR -- Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus memantau perkembangan kondisi dua korban yang mengalami luka bakar berat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area Pusung Lingker, kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha melalui keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, Jumat, mengatakan kedua korban yang merupakan personel penanganan kebakaran itu telah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo, Surabaya setelah dirujuk dari RSUD Tongas, Kabupaten Probolinggo.

Ket. Foto: Ilustrasi - Foto udara kondisi vegetasi yang terdampak kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (13/9). — Sumber: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya

"Dua personel mengalami luka bakar berat, yakni Munawi dan Suraji. Balai Besar TNBTS akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan kondisi korban yang masih dalam perawatan," kata Rudi.

Selain dua korban luka bakar, terdapat empat personel lain dinyatakan meninggal dunia dalam kejadian karhutla yang melanda area Pusung Lingker.

Keempat korban meninggal dunia, yakni Sukaris, Wisnu Yuda Pratama, Sefriel Ardiansyah, dan Hendra Rony Wagiyanata.

"Balai Besar TNBTS Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban," ujarnya.

Balai Besar TNBTS mengemukakan petugas menerima informasi peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diterima pada Selasa (13/10) sekitar pukul 14.23 WIB.

Dalam informasi itu menyebutkan bahwa kebakaran terjadi di area ladang warga di sekitar Blok Pusung Dawa dan berbatasan dengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau Grid A83 yang berada di wilayah Desa Ngadirejo, Kabupaten Probolinggo.

Menindaklanjuti kabar itu, petugas dari Balai Besar TNBTS berkoordinasi dengan pemerintah desa sekaligus meminta bantuan personel.

Tim dari TNBTS bersama perangkat desa bergegas menuju ke lokasi untuk bersama-sama melakukan pemadaman api, tetapi karena lokasi yang jauh dari sumber air dan sulit dijangkau dengan mesin penyemprot air, upaya pemadaman harus dilakukan secara manual menggunakan alat gebyok.

Api yang terus ditangani pada akhirnya merambat masuk ke kawasan TNBTS dan berhasil dipadamkan pada Rabu (14/10) sekitar pukul 11.45 WIB.

Namun, pada Kamis (15/10) pukul 09.20 WIB, Posko Kebakaran Hutan Cemoro Lawang melihat asap tebal dari lokasi sebelumnya.

Lantaran kondisi api yang besar petugas meminta tambahan dukungan personel yang kemudian meluncur menuju lokasi untuk membantu penanganan dan membuat sekat bakar.

"Sekitar pukul 13.00 WIB tiba-tiba terjadi api kencang yang menyebabkan enam personel terjebak di tengah api yang menyala dan lima orang lainnya berhasil menyelamatkan diri, karena lokasinya berlawanan dengan arah api," ucapnya.

  • Karhutla Bromo

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.