Investasi Pendidikan Jangka Panjang, Kampus Baru Berstandar Global Dibangun di Pluit
Selasa, 02 Jun 2026, 16:40 WIBJAKARTAÂ â Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) resmi memulai pembangunan kampus permanen baru Sekolah Pelita Harapan (SPH) Pluit melalui peletakan batu pertama yang digelar pada Selasa (2/6). Proyek tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan pendidikan Kristen internasional di Jakarta Utara sekaligus menjawab tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pendidikan berstandar global.
Acara yang dihadiri sekitar 400 tamu itu turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Muâti, M.Ed., Gubernur Daerah Khusus Jakarta, para pemimpin nasional, tokoh masyarakat, orang tua siswa, tenaga pendidik, serta jajaran YPPH dan SPH.
Dalam sambutannya, Abdul Muâti menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi sumber daya manusia yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga pembentukan karakter generasi masa depan dan penguatan bangsa.
âPendidikan adalah investasi sumber daya manusia. Ini bukan hanya tentang pembangunan fisik sekolah, tetapi yang lebih penting adalah membentuk karakter generasi masa depan kita dan memastikan bangsa ini dibangun dengan kuat,â ujarnya melalui siaran pers yang diterima pada hari Selasa (2/5).
Ia juga mengapresiasi komitmen YPPH yang terus memperluas akses pendidikan berkualitas bagi berbagai lapisan masyarakat di Indonesia. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mewujudkan visi pembangunan sumber daya manusia unggul sebagaimana tertuang dalam Asta Cita keempat Presiden Republik Indonesia.
âPemerintah berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang bermutu untuk semua. Pendidikan harus menjadi sarana untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang kuat, berkarakter, dan mampu bersaing secara global,â ucapnya.
Sekolah Harus Menjadi Pemersatu Bangsa
Dalam pidatonya, Abdul Muâti menekankan bahwa sekolah memiliki peran strategis sebagai ruang yang mempertemukan berbagai latar belakang sosial, budaya, dan ekonomi. Menurutnya, lembaga pendidikan harus menjadi institusi yang mempersatukan, bukan memecah belah masyarakat.
Ia menyebut sekolah sebagai meeting point sekaligus melting point bagi anak-anak Indonesia untuk belajar hidup bersama dalam keberagaman.
âSekolah harus menjadi tempat bertemunya berbagai kelompok masyarakat dan menjadi wadah pembentukan karakter ke-Indonesia-an yang kuat melalui proses pendidikan dan interaksi yang sehat,â ujarnya.
Abdul Muâti juga menyoroti pentingnya tiga fondasi utama dalam pendidikan, yakni true knowledge, faith in Christ, dan Godly character. Menurutnya, ketiga unsur tersebut memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.
âIlmu memberi kita jawaban-jawaban, tetapi iman memberi kita pilihan-pilihan,â katanya.
Tantangan Generasi Muda di Era Digital
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu turut mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda di era digital. Mengacu pada berbagai hasil penelitian dan literatur internasional, ia menilai perkembangan teknologi digital membawa manfaat besar, namun juga menghadirkan risiko yang perlu diantisipasi.
Menurut Abdul Muâti, penggunaan teknologi yang tidak terkendali dapat memicu meningkatnya kecemasan, perundungan digital (cyberbullying), hingga melemahnya keterikatan generasi muda terhadap nilai-nilai spiritual.
Ia menilai fenomena tersebut berpotensi melahirkan generasi yang unggul secara intelektual, tetapi rapuh secara mental dan spiritual. âBanyak generasi muda yang hebat secara intelektual, tetapi rapuh secara spiritual. Karena itu, pendidikan harus mampu membangun keseimbangan antara kecerdasan, iman, dan karakter,â ujarnya.
Menurut dia, pendidikan masa depan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik tinggi, tetapi juga harus melahirkan individu yang memiliki integritas, ketahanan moral, dan kepedulian sosial sehingga mampu menjadi penerang bagi masa depan bangsa.
Penantian Panjang Selama Hampir 12 Tahun
SPH Pluit pertama kali berdiri pada 2014 dan berkembang menjadi salah satu sekolah internasional yang cukup dikenal di wilayah Jakarta Utara. Dengan kurikulum Cambridge dan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama, sekolah ini saat ini melayani sekitar 500 siswa dan telah mencapai kapasitas maksimal.
Tingginya minat masyarakat membuat daftar tunggu penerimaan siswa terus bertambah setiap tahun. Sejak awal beroperasi di kawasan Lippo Mall Pluit, lokasi tersebut memang dirancang sebagai kampus sementara sambil menunggu pembangunan fasilitas permanen.
Namun, proses perizinan pembangunan kampus baru memerlukan waktu yang panjang dan baru dapat diselesaikan setelah hampir 12 tahun.
Presiden YPPH, Dr. Jonathan Parapak, menyebut peletakan batu pertama ini sebagai hasil dari perjalanan panjang yang dilalui dengan kesabaran dan komitmen. Setelah bertahun-tahun perencanaan, doa, dan ketekunan, akhirnya seluruh perizinan yang diperlukan dapat diselesaikan sehingga pembangunan ini dapat dimulai.
âIni bukan sekadar dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga kesaksian tentang kesetiaan Tuhan dan visi yang terus dijaga selama bertahun-tahun,â ungkapnya.
Berada di Lokasi Strategis
Kampus baru SPH Pluit akan dibangun di atas lahan seluas sekitar 2,2 hektar di kawasan Pluit, Jakarta Utara, berdekatan dengan Lippo Mall Pluit. Pembangunan ditargetkan rampung pada Desember 2027 dan mulai beroperasi pada Januari 2028.
Fasilitas pendidikan tersebut akan melayani siswa dari tingkat Kindergarten hingga Grade 12 dengan kapasitas mencapai sekitar 1.200 siswa.
Lokasinya berada dekat koridor Pantai Indah Kapuk (PIK), kawasan hunian dan bisnis yang dalam beberapa tahun terakhir mengalami pertumbuhan signifikan. Kampus juga memiliki akses yang baik ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, jaringan Jalan Lingkar Luar Jakarta (JORR), serta sejumlah ruas jalan tol utama.
Keberadaan kampus di kawasan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pendidikan keluarga profesional, pelaku usaha, maupun komunitas internasional yang bermukim di Jakarta Utara dan sekitarnya.
Dilengkapi Fasilitas Pendidikan Modern
Kampus baru ini dirancang oleh firma arsitektur Aang Wirawan Studio dengan luas bangunan sekitar 22.000 meter persegi dan terdiri dari tiga lantai.
Sejumlah fasilitas modern akan disediakan, mulai dari area belajar terpisah untuk setiap jenjang pendidikan, ruang kelas yang mengintegrasikan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), laboratorium sains dan teknologi, hingga fasilitas seni dan olahraga.
Selain itu, kampus juga akan memiliki kolam renang, gymnasium, aula serbaguna, dua lapangan basket, lintasan lari, serta ruang terbuka hijau yang mendukung proses pembelajaran kolaboratif.
Desain bangunan mengedepankan konsep keterbukaan, pencahayaan alami, dan pengembangan siswa secara holistik, tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga kreativitas, kepemimpinan, dan karakter.
Menyiapkan Pemimpin Masa Depan
SPH Pluit merupakan bagian dari jaringan pendidikan YPPH yang saat ini mencakup 71 sekolah dengan lebih dari 42.000 siswa di berbagai wilayah Indonesia.
Pendiri dan Ketua Dewan Pembina YPPH, James Riady, mengatakan pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun masa depan bangsa.
âSPH Pluit hadir bukan hanya untuk mengejar keunggulan akademik, tetapi juga membentuk pemimpin masa depan yang memiliki hikmat, integritas, belas kasih, dan iman. Pendidikan yang sejati harus membentuk pikiran sekaligus hati,â ujarnya.
Sebagai sekolah internasional, SPH Pluit melayani komunitas siswa yang beragam dan memiliki koneksi global. Sekitar 80 persen lulusannya melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi di luar negeri.
Karena itu, sekolah menempatkan pengembangan kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, kewirausahaan, komunikasi global, literasi teknologi, serta pembentukan karakter sebagai fokus utama pendidikan.
Chairwoman SPH, Aileen Riady, mengatakan kampus baru tersebut dirancang untuk menjadi lebih dari sekadar tempat belajar. âKami membangun bukan hanya ruang kelas, tetapi sebuah komunitas tempat siswa dapat bertumbuh secara intelektual, kreatif, spiritual, dan relasional,â katanya.
Dengan kapasitas yang lebih besar, fasilitas yang lebih lengkap, dan lokasi yang strategis, kampus baru SPH Pluit diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan internasional penting di Jakarta Utara sekaligus memperkuat peran YPPH dalam menyiapkan generasi pemimpin Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global.
- sumber daya manusia
- Pendidikan Nasional
- Pendidikan Indonesia
- Jakarta Utara
- Infrastruktur Pendidikan
- Pendidikan Berkualitas
- Abdul Mu'ti
- Asta Cita
- Teknologi AI
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
- pendidikan internasional
- Pendidikan Karakter
- Pluit
- Kampus Baru
- Pendidikan Kristen
- Kurikulum Cambridge
- Sekolah Internasional
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Peringati Hardiknas, Gubernur Gorontalo Minta Guru Jangan Sampai Kalah oleh Teknologi AI
-
Kemendikdasmen Luruskan Misinformasi Terkait Guru Non-ASN Diberhentikan 2027
-
Riset Global: Kredibilitas Jadi Tantangan Utama Merek di Era Jawaban AI
-
Realme Siapkan Peluncuran Realme P4 Series, Fokus pada Baterai Besar dan AI Gaming
-
Hardiknas Momentum Perkuat Arah Transformasi Pendidikan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.