• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Mighrul Lappung Bersatu Pe...

Mighrul Lappung Bersatu Perkuat Pelestarian Budaya Lampung di Jakarta

Jumat, 07 Agu 2026, 22:33 WIB

JAKARTA – Mighrul Lappung Bersatu mengukuhkan Septriana Tangkary dengan gelar Maharani sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Mighrul Lappung Bersatu DKI Jakarta periode 2026-2031. Pengukuhan tersebut berlangsung di Manggala Wanabakti, Jakarta, pada Rabu (5/8/2026), sekaligus menandai perluasan organisasi perempuan Lampung tersebut ke wilayah ibu kota.

Septriana mengatakan jabatan tersebut merupakan amanah yang membawa tanggung jawab untuk memperkuat persaudaraan sekaligus menjaga keberlanjutan budaya Lampung di perantauan.

Ket. Foto: Acara pengukuhan Septriana Tangkary sebagai Ketua DPW Mighrul Lappung Bersatu DKI Jakarta periode 2026–2031 di Manggala Wanabakti, Jakarta, pada Rabu (5/8). — Sumber: Istimewa

“Dengan penuh kerendahan hati, saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada saya sebagai ketua Mighrul Lappung DPW DKI Jakarta dan seluruh jajaran. Amanah ini bukanlah sebuah kebanggaan semata, melainkan tanggung jawab besar yang akan saya emban dengan penuh keikhlasan, dedikasi, dan semangat kebersamaan,” kata Septriana dalam acara pengukuhan melalui siaran pers pada hari Jumat (7/8).

Fokus pada Pelestarian Budaya Lampung

Mighrul Lappung Bersatu merupakan organisasi yang menjadi wadah bagi perempuan Lampung, khususnya mereka yang memiliki garis keturunan Lampung dari pihak ayah. Organisasi tersebut diarahkan menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkokoh persaudaraan, serta mendorong perempuan Lampung untuk berkarya dan berkontribusi di daerah perantauan.

Septriana menilai perempuan memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan budaya dan nilai-nilai lokal. Menurut dia, warisan budaya Lampung mencakup berbagai aspek, mulai dari adat istiadat, bahasa, tari, musik tradisional, hingga kuliner khas.

“Kita memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan oleh para leluhur. Kekayaan budaya Lampung sangatlah luar biasa, mulai dari adat istiadat, bahasa, tari, musik tradisional, hingga kuliner khas seperti seruit, bebay maghring, dan sekubal,” ujarnya.

Septriana merupakan putri almarhum H. Tuan Pangeran Tangkary dan almarhumah Hj. Ratu Intan Tangkary. Ia disebut memiliki pengalaman dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perempuan, budaya, pariwisata, dan pemberdayaan ekonomi.

Mighrul Lappung Bersatu Perluas Organisasi

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Mighrul Lappung Bersatu, Dwita Ria Gunadi dengan gelar Ibuan Mego, mengatakan pengukuhan DPW DKI Jakarta diharapkan dapat memperluas jejaring sekaligus memperkuat persaudaraan masyarakat Lampung.

Menurut Dwita, acara tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan masyarakat Lampung yang berada di Provinsi Lampung, DKI Jakarta, maupun wilayah perantauan lainnya.

“Momen pengukuhan ini tidak hanya sekadar seremonial. Kita bersama-sama merajut persaudaraan, memperkuat persatuan keluarga besar masyarakat Lampung, baik yang ada di Provinsi Lampung, DKI maupun perantauan,” kata Dwita.

Mighrul Lappung Bersatu berdiri pada 25 Oktober 2023 dan dikukuhkan oleh Penjabat Gubernur Lampung saat itu, Samsudin. Pada 2025, organisasi tersebut disebut telah memiliki DPW di 15 kabupaten/kota dan kini memperluas keberadaannya ke DKI Jakarta.

Dorong Pelestarian Bahasa dan Aksara

Selain memperkuat jaringan organisasi, Mighrul Lappung Bersatu juga menjalankan sejumlah program yang berkaitan dengan pelestarian budaya. Salah satunya adalah program warisan bahasa dan aksara Lampung yang dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Lampung.

Organisasi tersebut juga mendukung pelestarian bahasa dan wastra Lampung yang berkaitan dengan Instruksi Gubernur Lampung Nomor 4 Tahun 2025 mengenai Hari Kamis Beradat.

Dwita mengatakan upaya pelestarian tersebut ditujukan agar generasi muda Lampung tetap mengenal identitas budaya daerahnya.

“Kami berharap anak-anak Lampung tidak kehilangan jati diri. Sejatinya tugas Mighrul Lappung adalah untuk menyatukan persatuan dan persaudaraan serta mewariskan adat budaya bagi generasi muda,” ujarnya.

Mighrul Lappung Bersatu juga membawa lima falsafah Lampung sebagai bagian dari nilai yang ingin diwariskan kepada generasi muda. Kelima falsafah tersebut adalah Pi'il Pesenggiri yang berkaitan dengan menjaga kehormatan, Bejuluk Beadek mengenai gelar adat, Nemui Nyimah yang mencerminkan keramahan, Nengah Nyappur yang bermakna bergaul dan bersahabat, serta Sakai Sembayan yang menekankan semangat gotong royong.

Hadirkan Sejumlah Tokoh

Pengukuhan DPW Mighrul Lappung Bersatu DKI Jakarta turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat. Di antaranya Ibu Gubernur Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Ketua DPRD Provinsi Lampung Irine Fransisca Giri, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Dewi Danang Suryo Wibowo, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, Kepala Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Lampung di Jakarta Yosyalendra, serta Kapolda Banten Hengki.

Sejumlah tokoh organisasi perempuan juga hadir, antara lain Ketua Umum KOWANI Nani Hadi Cahyanto, Ketua Umum PIM Lana Koentjoro, Ketua Umum Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Deasy Mashudi, serta pendiri IWAPI Dewi Motik. Forum Perempuan Lampung dan sejumlah tokoh adat turut menghadiri kegiatan tersebut.

Dalam acara tersebut, Purnama Wulan Sari Mirza juga turut mengumandangkan lagu daerah Lampung, “Payu Kidah”.

Dengan terbentuknya DPW DKI Jakarta, Mighrul Lappung Bersatu menargetkan penguatan peran perempuan Lampung di perantauan, termasuk dalam pengembangan kapasitas, pemberdayaan ekonomi, inovasi kreatif, dan pelestarian budaya.

Septriana berharap organisasi tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan budaya Lampung kepada generasi muda sekaligus memperluas pengenalan budaya Lampung kepada masyarakat di tingkat nasional dan internasional.

“Melalui Mighrul Lappung, saya berharap kita semua dapat terus bersinergi dalam memperkenalkan, melestarikan, dan mengembangkan budaya Lampung kepada generasi muda maupun masyarakat luas nasional maupun internasional,” kata Septriana.

  • DKI Jakarta
  • Identitas Budaya Lampung
  • Pelestarian Budaya
  • Mighrul Lappung Bersatu
  • Septriana Tangkary
  • Budaya Lampung
  • Organisasi Perempuan
  • Perempuan Lampung

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.