Kebangetan! Alat Pemantau Gempa BMKG di Gayo Lues Aceh Dicuri, Keselamatan Warga Terancam

Jumat, 07 Agu 2026, 22:50 WIB

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi aksi pencurian dan perusakan peralatan pemantau gempa bumi di Shelter Site BGASI, Desa Gantung Geluni, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Aceh Selatan Sugeng Prayitno dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa kejahatan tersebut menelan kerugian materiil hingga Rp246.442.213 sekaligus melumpuhkan operasional pemantauan seismik.

Ket. Foto: Bagian peralatan pemantau gempa bumi yang terisa usai aksi pencurian di Shelter Site BGASI, Desa Gantung Geluni, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. — Sumber: ANTARA/HO-BMKG

"Lumpuhnya Site BGASI memangkas kemampuan jaringan BMKG dalam menentukan parameter gempa secara cepat. Keterlambatan informasi ini sangat berbahaya bagi keselamatan masyarakat," kata dia.

Sugeng menjelaskan bahwa pelaku merusak pintu shelter dan memotong kabel instalasi untuk menggasak perangkat utama penerima data seismik seperti digitizer, modem VSAT, baterai, hingga set kabel solar panel.

Gangguan operasional pertama kali teridentifikasi setelah transmisi data terhenti total sejak Rabu (29/7), yang kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan oleh tim BMKG pada Senin (3/8).

Lumpuhnya Site BGASI dilaporkan mengancam keselamatan warga karena Gayo Lues berada tepat di lintasan Sesar Sumatera Segmen Tripa yang aktif dan berpotensi memicu gempa hingga 7,4 magnitudo

Ancaman tersebut tercatat pernah memicu kerusakan puluhan bangunan pada gempa 4,9 magnitudo tahun 2017 serta gempa 5,6 magnitudo pada 22 Juli 2026 yang merusak fasilitas umum setempat.

Atas kejadian ini, Sugeng mengungkapkan pihaknya telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Gayo Lues melalui STPL Nomor LP/B/42/VIII/2026/SPKT/POLRES GAYO LUES/POLDA ACEH untuk penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan catatan Biro Hukum Humas dan Kerjasama BMKG, peristiwa di Gayo Lues menambah panjang rentetan aksi vandalisme infrastruktur pemantau bencana di Indonesia, dengan sedikitnya 15 kasus pencurian serupa tercatat sejak tahun 2015 hingga 2026.

Rentetan kasus tersebut antara lain melanda Garut, Jawa Barat (2015); Muara Dua, Sumatera Selatan (2017); Manna, Bengkulu (2018); Indragiri Hilir, Riau (2022); Kluet Utara, Aceh Selatan (2022); Sorong dan Sausapor, Papua Barat (2022); Jambi (2022); Pulau Banyak, Aceh Singkil (2024); empat kasus di Sidrap, Sulawesi Selatan (2025); serta yang terbaru di Gayo Lues.

Untuk itu, BMKG mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah daerah bersatu menjaga fasilitas pemantau gempa sebagai aset vital negara yang menyokong keselamatan jiwa bersama dari ancaman bencana. Ant

  • Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.