Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dorong Pertumbuhan, KKP Komit Libatkan Nelayan dalam Penataan Kawasan Marunda

📅 Senin, 01 Jun 2026, 23:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dorong Pertumbuhan, KKP Komit Libatkan Nelayan dalam Penataan Kawasan Marunda Doc: istimewa
Ket. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Permana Yudiarso menegaskan, penataan kawasan pesisir termasuk pembangunan kawasan waterfront city di kawasan Marunda harus menempatkan nelayan sebagai subyek utama pembangunan

JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkomitmen mendukung penataan dan pemanfaatan ruang kawasan pesisir secara berkelanjutan. Salah satunya penataan melalui pembangunan kawasan waterfront city di kawasan Marunda yang bertujuan untuk mengembangkan kawasan Marunda dalam mendukung program prioritas nasional yakni pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.

Direktur Pemanfaatan Ruang Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Permana Yudiarso menjelaskan penataan kawasan pesisir harus menempatkan nelayan sebagai subyek utama pembangunan. Hal ini penting untuk memastikan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat pesisir, meningkatkan rasa kepemilikan, serta memperkuat keberlanjutan sosial-ekologis kawasan.

Pihaknya juga telah melakukan sosialisasi Rencana Pengembangan dan Peningkatan Kawasan Marunda baru-baru ini. “Ruang laut dan pesisir perlu dikelola secara adil, berkelanjutan, dan adaptif agar mampu melindungi ekosistem pesisir sekaligus menjamin akses, keselamatan, dan kesejahteraan nelayan dari generasi ke generasi,” ujar Permana di Jakarta, Senin (1/6).

Rencana pengembangan kawasan Marunda sesuai dengan arah kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan dalam RPJMN 2025-2045 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir secara berkelanjutan dan meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. 

Senada dengan Permana, Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang Pesisir Fajar Kurniawan juga menjelaskan penataan dan pembangunan pesisir yang berkelanjutan hanya dapat terwujud jika seluruh pihak bekerjasama, terjadi komunikasi yang baik, dan keterlibatan aktif masyarakat.

“KKP akan mengawal pembangunan pesisir yang inklusif dan memastikan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) yang diberikan dapat meningkatkan nilai manfaat ruang laut, optimasi potensi sumberdaya, dan menyelesaikan persoalan di pesisir,” tegas Fajar.

Sementara itu, Plt. Direktur Utama PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Isran menegaskan komitmennya agar rencana pengembangan dan peningkatan kapasitas kawasan PT KBN dilaksanakan dengan prinsip keberlanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya masyarakat nelayan di sekitar kawasan.

“Kami membuka ruang komunikasi seluas-luasnya, membangun dialog yang terbuka, serta melibatkan masyarakat dalam setiap proses pembahasan guna mencari solusi terbaik yang saling menguntungkan,” kata Isran. 

Sebagai informasi, sosialisasi kepada masyarakat pesisir di Kawasan Marunda merupakan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta, PT. KBN, dan PT. Danareksa. Beberapa guyub nelayan dan masyarakat pesisir akan terlibat melalui pemberdayaan secara partisipatif. 

Program terbagi menjadi tiga tahap dilaksanakan selama tujuh tahun meliputi tahap dukungan sarana prasarana, tahap peningkatan kapasitas dan ekonomi berupa pengembangan usaha atau produk alternatif berbasis pesisir, program kemitraan usaha, serta penguatan kelembagaan kelompok nelayan, serta tahap kemitraan usaha berkelanjutan berupa penyediaan infrastruktur pendukung perikanan, program pendidikan, pemberdayaan, dan program rehabilitasi serta pelestarian lingkungan.

Perwakilan Asosiasi Masyarakat Nelayan (CIBER) Ajid mengungkapkan sebagai asosiasi masyarakat nelayan, pihaknya hadir sebagai wadah aspirasi sekaligus menjadi penengah dalam komunikasi antara PT. KBN dengan masyarakat nelayan.

“Kami mendukung proses pembangunan dan pengembangan kawasan dapat berjalan dengan baik tanpa mengesampingkan kepentingan masyarakat pesisir dan nelayan. Kami berharap, terjalin kemitraan yang terbuka, berkelanjutan, dan saling menguntungkan antara PT. KBN dengan masyarakat nelayan, sehingga setiap aspirasi, masukan, dan kebutuhan masyarakat dapat tersampaikan dan ditindaklanjuti secara bersama,” pungkasnya.

Sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, KKP terus bersinergi dengan berbagai pihak khususnya dalam penataan ruang laut yang berbasis ekonomi biru agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Bantai Persikad Depok 4-0, PSMS Medan Tunjukkan Taringnya

42 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Olahraga
Bantai Persikad Depok 4-0, ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

3 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.