Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Swiss Ingin Akhiri Kutukan 16 Besar di Piala Dunia 2026

📅 Jumat, 29 Mei 2026, 09:30 WIB | Oleh:
Swiss Ingin Akhiri Kutukan 16 Besar di Piala Dunia 2026 Doc: AFP
Ket. Timnas Swiss.

Timnas Swiss kembali datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar: menghapus reputasi lama sebagai tim yang stabil, tetapi selalu gagal melangkah jauh di fase gugur.

Dalam dua dekade terakhir, Swiss memang menjadi salah satu tim Eropa paling konsisten di turnamen besar. Mereka rutin tampil di Piala Dunia dan Euro, memiliki organisasi permainan yang rapi, serta kerap menyulitkan negara-negara elite.

Namun satu masalah terus menghantui La Nati: babak 16 besar.

Sejak pergantian abad, perjalanan Swiss di Piala Dunia hampir selalu berhenti di fase tersebut. Kini, generasi baru Swiss di bawah asuhan Murat Yakin bertekad mengakhiri “kutukan” itu di Amerika Utara.

Swiss memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 dengan performa impresif di fase kualifikasi zona Eropa.

Mereka melewati seluruh pertandingan tanpa kekalahan dengan catatan empat kemenangan dan dua hasil imbang. Swiss juga tampil solid dengan torehan 14 gol dan hanya kebobolan dua kali sepanjang kualifikasi.

Dua kemenangan atas Swedia menjadi faktor penting yang memastikan langkah mereka menuju putaran final.

Konsistensi tersebut memperlihatkan bahwa Swiss tetap menjadi salah satu tim paling disiplin di Eropa. Mereka mungkin tidak selalu tampil spektakuler, tetapi sangat efektif dalam mengontrol pertandingan.

Sempat mendapat tekanan menjelang Piala Eropa 2024 akibat situasi internal tim yang tidak stabil, Yakin justru berhasil membawa Swiss melangkah hingga perempat final dan menjaga performa positif sepanjang 2025.

Di bawah arahannya, Swiss berkembang menjadi tim yang lebih fleksibel secara taktik.

Saat menghadapi lawan dengan level di bawah mereka, Swiss mampu bermain dominan melalui penguasaan bola. Namun ketika bertemu tim besar, mereka bisa berubah menjadi tim pragmatis dengan serangan balik cepat dan pertahanan yang disiplin.

Yakin diperkirakan tetap menggunakan formasi dasar 4-3-3 dengan keseimbangan antara organisasi bertahan dan transisi menyerang yang efisien.

Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Swiss menjelang Piala Dunia 2026.

Granit Xhaka Masih Jadi Jantung Tim

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

FK UB Tingkatkan Kapasitas Nakes Kendalikan Resistensi Antimikroba

30 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
FK UB Tingkatkan Kapasitas ...
Daerah
Lewat Gebyar Pajak 2026, Pe...
Daerah
Wali Kota Bandung Dorong So...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.