- Home
-
- Megapolitan
-
- Sektor Pariwisata Moncer, ...
Sektor Pariwisata Moncer, DPRD DKI Jakarta Minta Pemda Genjot UMKM
Jumat, 29 Mei 2026, 11:35 WIBJAKARTA - Sektor pariwisata dinilai terus menunjukkan peran strategis sebagai salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global. Kinerja sektor ini juga menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pada Triwulan I 2026 tercatat tumbuh sebesar 5,61 persen.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata 2026 di Jakarta, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025 mencapai 15,39 juta kunjungan. Sementara itu, perjalanan wisatawan Nusantara tercatat mencapai 1,2 miliar perjalanan.
Memasuki tahun 2026, tren positif sektor pariwisata masih berlanjut. Hingga periode awal tahun, jumlah kunjungan wisatawan asing tercatat mencapai 3,44 juta orang, sedangkan perjalanan wisatawan Nusantara mencapai 319 juta perjalanan.
Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh, menilai capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan wisatawan terhadap berbagai destinasi wisata yang dimiliki Indonesia.
Menurut Nova, pertumbuhan jumlah wisatawan baik domestik maupun mancanegara menjadi indikator positif bahwa sektor pariwisata semakin mampu menarik minat masyarakat untuk berwisata sekaligus mendukung pergerakan ekonomi di berbagai daerah.
"Pariwisata terbukti memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Nova di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, sektor pariwisata tidak hanya memberikan dampak terhadap peningkatan kunjungan wisata, tetapi juga berkontribusi terhadap berbagai sektor pendukung seperti perhotelan, transportasi, kuliner, ekonomi kreatif, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Nova menambahkan, sektor pariwisata saat ini berkontribusi sekitar 5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Selain itu, sektor tersebut juga diharapkan mampu menghasilkan devisa hingga 39,4 miliar dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp693,4 triliun.
"Pariwisata harus terus dipacu karena potensinya sangat besar," kata Nova.
Menurutnya, penguatan sektor pariwisata perlu terus dilakukan melalui peningkatan kualitas destinasi, pengembangan infrastruktur pendukung, promosi yang lebih masif, serta kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Ia juga menilai daerah-daerah dengan potensi wisata unggulan perlu mendapatkan dukungan yang lebih besar agar mampu menarik lebih banyak wisatawan sekaligus meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di tingkat global.
Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat, sektor pariwisata diharapkan dapat semakin berperan dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta menjadi salah satu sumber devisa utama yang mendukung ketahanan ekonomi nasional di masa mendatang.
- Pariwisata
- Ekonomi Nasional
- DPRD DKI Jakarta
- Devisa Negara
- kunjungan wisatawan
- Wisata Jakarta
- UMKM Jakarta
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Menpar: Pariwisata Indonesia Berada di Jalur Pertumbuhan Positif
-
BMKG Prakirakan Jakarta Diguyur Hujan Ringan Rabu (29/4) Sore
-
Kunjungan wisman di Bali periode Januari-Maret 2026
-
Wisatawan Ingin Ruang Terbuka, Pengalaman Autentik, serta Tingkat Kepadatan yang Lebih Rendah
-
Peningkatan kunjungan wisatawan pada libur panjang
-
Festival Jakarta Great Sale 2026: Catat Jadwal, Lokasi, dan Daftar Mal yang Ikut
-
Prediksi Susunan Pemain PSG vs Bayern Munich di Semifinal Liga Champions
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.