Kurs Dollar Naik Jadi Berkah Ekspor, Namun Risiko Krisis Ekonomi Mengintai

Jumat, 29 Mei 2026, 15:00 WIB

Samarinda - Penguatan kurs dollar AS hingga menyentuh level Rp17.800 per dollar AS membawa dampak ganda bagi perekonomian Indonesia. Di satu sisi, daerah berbasis ekspor komoditas seperti batu bara, minyak bumi, gas alam cair (LNG), dan kelapa sawit menikmati lonjakan keuntungan karena transaksi menggunakan mata uang dollar AS. Namun di sisi lain, pelemahan rupiah berisiko memicu kenaikan harga barang impor, biaya logistik, hingga inflasi pangan yang dapat menekan daya beli masyarakat. Pengamat pun mengingatkan kondisi ini perlu diantisipasi secara serius agar tidak berkembang menjadi ancaman krisis ekonomi baru.

Pengamat ekonomi dari Universitas Mulawarman Jusuf Kuleh menilai penguatan dollar AS hingga menyentuh level Rp17.814 per dollar AS pada Jumat (29/5) dapat menjadi berkah bagi daerah berbasis ekspor komoditas seperti Kalimantan Timur (Kaltim).

Ket. Foto: Sejumlah truk pengangkut batu bara parkir di area pertambangan yang berada di kawasan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Rabu (22/4). — Sumber: Antara

“Kenaikan kurs dollar AS terhadap rupiah bisa menjadi berkah bagi daerah yang berbasis ekspor komoditas seperti Kaltim yang mengekspor batu bara, minyak bumi, gas alam cair (LNG), dan kelapa sawit, karena pembayaran menggunakan mata uang dollar AS,” kata Jusuf Kuleh di Samarinda, Jumat.

Menurut dia, bagi perusahaan tambang dan perkebunan besar di Kaltim, situasi ini menjadi keuntungan besar karena pendapatan ekspor meningkat dalam hitungan rupiah. Kondisi tersebut juga berpotensi mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) melalui dana bagi hasil.

Namun di sisi lain, pelemahan rupiah juga membawa dampak negatif berupa kenaikan harga barang impor. Selain itu, biaya logistik dan transportasi diperkirakan ikut meningkat sehingga berpotensi mendorong kenaikan harga pangan di pasar tradisional di Samarinda, Balikpapan, maupun Penajam Paser Utara.

Jusuf menjelaskan bahwa Kaltim bukan daerah produsen pangan utama sehingga sebagian besar kebutuhan pokok dan barang konsumsi masih dipasok dari Pulau Jawa dan Sulawesi.

Tak hanya itu, proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga dinilai berpotensi terdampak oleh tingginya kurs dollar AS.

Ia berharap Bank Indonesia terus melakukan intervensi di pasar uang, termasuk pasar spot, untuk menahan laju pelemahan rupiah agar tidak menembus batas psikologis baru.

“Rupiah yang kritis adalah ujian nyata bagi ketahanan ekonomi kita. Jika salah langkah dalam memitigasi risiko, angka Rp17.900 pada Kamis kemarin dan menjadi Rp17.800 Jumat ini bukan sekadar rekor temporal, melainkan pintu masuk menuju krisis ekonomi, maka harus diantisipasi,” ujar Jusuf.

Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Kaltim juga diminta bergerak cepat memanfaatkan momentum kenaikan pendapatan ekspor untuk memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat rentan.

Faktor Global

Sementara itu, nilai tukar rupiah pada Jumat pagi tercatat menguat 32 poin atau 0,18 persen menjadi Rp17.814 per dollar AS dibanding penutupan sebelumnya di level Rp17.846 per dollar AS.

Analis Bank Woori Saudara Rully Nova mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi kabar kesepakatan gencatan senjata baru selama 60 hari antara Amerika Serikat dan Iran.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan menguat dengan kisaran Rp17.800-Rp17.860 dipengaruhi faktor global, yakni adanya kesepakatan gencatan senjata baru selama 60 hari antara AS dan Iran yang menekan harga minyak di bawah 100 dolar AS dan membuat indeks dolar menjinak,” ujar Rully di Jakarta, Jumat.

Mengutip laporan Axios melalui Anadolu, AS dan Iran disebut telah menyepakati rancangan memorandum berdurasi 60 hari. Meski sebagian besar syarat telah disepakati kedua pihak, Presiden AS Donald Trump disebut belum memberikan persetujuan akhir.

Kesepakatan yang lebih luas terkait tuntutan Washington terhadap program nuklir Iran masih memerlukan negosiasi lanjutan.

Dalam usulan memorandum tersebut, pelayaran komersial melalui Selat Hormuz akan tetap dibuka tanpa pembatasan. Iran juga diwajibkan membersihkan seluruh ranjau di jalur strategis itu dalam waktu 30 hari dan tidak melakukan pungutan maupun gangguan terhadap kapal yang melintas.

Laporan itu juga menyebut blokade angkatan laut AS akan dicabut secara bertahap seiring pulihnya aktivitas pelayaran komersial.

Selain itu, Iran disebut berkomitmen tidak mengembangkan senjata nuklir dan akan memprioritaskan negosiasi terkait stok uranium yang diperkaya tinggi selama periode 60 hari tersebut.

Sebagai imbalannya, AS disebut siap membahas pencabutan sanksi dan pelepasan dana Iran yang dibekukan, termasuk membuka jalur pengiriman barang dan bantuan kemanusiaan ke Iran.

Dari dalam negeri, Rully menilai kondisi fiskal pemerintah dan ketidakpastian kebijakan masih menjadi sentimen yang dapat menekan rupiah lebih dalam.

“Kebijakan pemerintah belum banyak berubah dalam rencana konsolidasi fiskal yang menjamin defisit tidak melebihi 3 persen dari PDB, di antaranya pembiayaan proyek jumbo seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan koperasi desa. Sementara rencana pemerintah menjaga transmisi kenaikan harga minyak dunia agar tidak merembet ke inflasi juga sangat berisiko,” kata Rully.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.