CISSReC: Idul Adha Jadi Momentum Kesadaran Siber Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026, 20:57 WIB

JAKARTA – Idul Adha menjadi momentum memperkuat kesadaran keamanan siber masyarakat Indonesia. Nilai pengorbanan dapat dimaknai sebagai upaya sadar melindungi data pribadi.

Chairman CISSReC Dr. Pratama Persadha menilai budaya digital masyarakat masih perlu diperkuat. Menurutnya, banyak warga belum memahami risiko tautan palsu, aplikasi berbahaya, dan penipuan digital.

Ket. Foto: Chairman CISSReC Dr. Pratama Persadha — Sumber: CISSReC

“Banyak masyarakat masih tergiur hadiah palsu dan tautan mencurigakan,” kata Pratama, Kamis (28/5). Ia mengingatkan, kelalaian kecil dapat membuka ruang pencurian data dan penyalahgunaan identitas digital.

Pratama menjelaskan, berkurban dalam dunia digital berarti mengurangi sedikit kenyamanan, demi keamanan lebih besar. Penggunaan autentikasi dua faktor, kata sandi kuat, dan verifikasi pesan menjadi langkah penting.

Menurut dia, masyarakat perlu membedakan antara menjadi korban dan berkurban secara sadar. Korban kehilangan data tanpa izin, sedangkan pengguna sadar memilih langkah perlindungan digital.

Ia mendorong pemerintah menggencarkan literasi keamanan siber dengan bahasa sederhana dan dekat masyarakat. Komdigi dan BSSN dinilai perlu menghadirkan edukasi yang membumi, bukan hanya seminar formal.

Pratama juga menilai negara perlu menunjukkan komitmen struktural dalam perlindungan data pribadi. Pembentukan Badan Pelindungan Data Pribadi dan aturan turunan UU PDP dinilai harus segera direalisasikan.

Ia mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai titik awal perubahan perilaku digital. Kesadaran mengecek tautan, memverifikasi informasi, dan menjaga data pribadi menjadi pengorbanan kecil bernilai besar. ils/I-1

  • Keamanan Siber

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.