WHO Catat 900 Kasus Ebola di Kongo

Selasa, 26 Mei 2026, 02:35 WIB

JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan lebih dari 900 kasus suspek Ebola telah teridentifikasi di Republik Demokratik (RD) Kongo, termasuk 101 kasus terkonfirmasi, di tengah upaya penanganan wabah.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan Provinsi Ituri, yang menjadi pusat penyebaran wabah, menghadapi situasi kemanusiaan yang sangat berat akibat konflik berkepanjangan.

Ket. Foto: Petugas medis tengah menyiapkan cairan disinfektan di sebuah rumah sakit di Kongo. — Sumber: AFP

Dikutip dari Antara, dalam unggahannya di platform X pada Minggu (24/5), Tedros menyebut hampir lima juta orang di Ituri hidup di tengah konflik, dengan satu dari empat warga membutuhkan bantuan kemanusiaan dan satu dari lima orang menjadi pengungsi di dalam negeri.

“Kekerasan tersebut memaksa orang-orang untuk melarikan diri, termasuk tenaga kesehatan dan pekerja kemanusiaan. Hal ini sangat menghambat upaya untuk meningkatkan pelacakan kontak Ebola dan mengidentifikasi infeksi cukup dini agar perawatan suportif dapat diberikan,” ujar Tedros.

Ia menambahkan kondisi keamanan yang buruk dan rasa takut di masyarakat turut memicu ketidakpercayaan terhadap upaya penanganan wabah.

Meski demikian, WHO bersama mitra kemanusiaan tetap beroperasi di berbagai wilayah Ituri, termasuk daerah yang sulit dijangkau dan tidak aman. Menurut Tedros, penyediaan layanan kesehatan yang menyeluruh menjadi langkah penting untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat respons terhadap Ebola.

Pada 16 Mei lalu, WHO menetapkan wabah Ebola strain Bundibugyo di RD Kongo dan Uganda sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (PHEIC). Selanjutnya, pada 22 Mei, WHO menaikkan tingkat risiko nasional menjadi “sangat tinggi”, sementara tingkat regional tetap “tinggi” dan global “rendah”.

Penanganan Wabah

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) memperingatkan 10 negara Afrika berisiko terdampak wabah Ebola akibat lonjakan kasus di RD Kongo. Negara-negara tersebut meliputi Rwanda, Kenya, Tanzania, Angola, Burundi, Republik Afrika Tengah, Republik Kongo, Ethiopia, Sudan Selatan, dan Zambia.

Kepala Africa CDC Jean Kaseya mengatakan hampir seluruh negara tersebut berbatasan langsung dengan RD Kongo atau Uganda yang telah melaporkan kasus Ebola.

Africa CDC dan WHO juga mengajukan pendanaan lebih dari 314 juta dollar AS untuk mendukung respons penanganan wabah, termasuk pengobatan, pengawasan, riset vaksin, koordinasi lintas batas, serta penempatan stok darurat.

Lonjakan kasus Ebola di RD Kongo mulai terjadi sejak wabah diumumkan pada 15 Mei di Provinsi Ituri, kemudian menyebar ke Kivu Utara dan Kivu Selatan. WHO mencatat sekitar 750 kasus suspek dan 177 kematian suspek, dengan sedikitnya 82 kasus dan tujuh kematian telah terkonfirmasi.

Pemerintah RD Kongo juga menghentikan sejumlah aktivitas sosial di Ituri, termasuk kegiatan olahraga, serta melarang kerumunan lebih dari 50 orang di sejumlah zona kesehatan guna menekan penyebaran ­virus. SB/and

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.