Cara Aman dan Sehat Menangani Daging Kurban Agar Tak Terkontaminasi Bakteri
Selasa, 26 Mei 2026, 11:37 WIBSAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan edukasi kepada masyarakat dalam penanganan daging kurban secara aman, sehat, utuh, dan halal .
"Untuk mendapatkan daging kurban yang aman, sehat, utuh, dan halal, kebersihan mulai dari proses sebelum penyembelihan hingga distribusi harus sangat diperhatikan," ujar Pelaksana Harian Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Dyah Anggraini di Samarinda, Senin (25/5).
Ia menjelaskan sebelum disembelih, sapi wajib diistirahatkan selama kurang lebih 12 jam tanpa diberi pakan dan hanya diberi air minum guna menekan tingkat stres serta mencegah kontaminasi kotoran.
Saat proses penyembelihan berlangsung, lanjut dia, saluran pencernaan sapi harus diikat rapat pada bagian atas dan dekat anus.
Dyah menjelaskan bagi para petugas penanganan daging juga diwajibkan menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan, memakai sarung tangan, masker, serta celemek.
"Daging segar dilarang keras diletakkan langsung di lantai, melainkan harus ditaruh pada wadah yang terjamin kebersihannya atau lebih dianjurkan untuk digantung agar darah menetes sempurna," jelas dia.
Dyah memaparkan penanganan antara daging dan jeroan wajib dipisahkan, mulai dari petugas pengelola, peralatan pemotong, hingga lokasinya demi mencegah cemaran bakteri berbahaya seperti E. coli maupun Salmonella.
Proses pemotongan hewan tersebut, imbuhnya, harus senantiasa dilakukan tenaga terlatih, seperti juru sembelih halal, yang paham betul mengenai standar penerapan higiene sanitasi.
"Setelah proses pemotongan dan penimbangan selesai, daging sebaiknya langsung dikemas dengan terpisah dari jeroan menggunakan plastik transparan atau kemasan berbahan food grade," kata dia.
Panitia kurban maupun masyarakat diimbau untuk tidak membiarkan daging berada terlalu lama di suhu ruangan terbuka agar terhindar dari proses pembusukan.
Mengenai kekhawatiran terhadap penyakit hewan, Pemprov Kaltim telah merampungkan vaksinasi massal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Maret 2026 dan memastikan virus tersebut bukan zoonosis sehingga tidak menular kepada manusia dan diolah dengan prosedur yang tepat agar aman.
Pemerintah Provinsi Kaltim juga menjamin wilayahnya belum ditemukan kasus penyakit menular dari hewan berupa antraks.
"Pemeriksaan fisik berlapis oleh petugas kesehatan hewan senantiasa digencarkan di lapangan untuk memastikan setiap ternak yang akan dipotong benar-benar dalam kondisi sehat," ungkap Dyah.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Penggunaan kemasan daging kurban ramah lingkungan
-
UEFA: Italia Terancam Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Eropa 2032 Jika Stadion Tak Dibenahi
-
"Sarang" Kemasan Daging Kurban Warga Kulon Progo, Ternyata Terbuat dari Ini!
-
Hilang Sejak 11 Maret, Alfin Maksalmina Ditemukan Tewas di Kawasan Cikeas
-
Kerajinan besek untuk tempat daging kurban meningkat
-
Cuaca Sabtu, BMKG Prakirakan Sebagian Wilayah Jakarta Diguyur Hujan
-
Masjid At-Taqwa Kemanggisan Bagikan 1.500 Paket Daging Kurban Idul Adha 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.