Krisis Iklim Picu Kepunahan Tanaman

Senin, 25 Mei 2026, 01:00 WIB

WASHINGTON - Sejumlah tanaman yang membentuk lanskap khas di berbagai wilayah dunia diperkirakan tidak akan mampu bertahan hingga akhir abad ini akibat perubahan iklim yang semakin memicu hilangnya spesies.

Dilansir dari The Straits Times, para ilmuwan memodelkan persebaran masa depan lebih dari 67.000 spesies tumbuhan vaskular atau sekitar 18 persen dari seluruh spesies tanaman yang diketahui di dunia. Tumbuhan vaskular merupakan kelompok tanaman yang memiliki jaringan pengangkut air dan nutrisi.

Ket. Foto: Pemanasan Global — Sumber: istimewa

Hasil penelitian menunjukkan sekitar 7 persen hingga 16 persen spesies berpotensi kehilangan lebih dari 90 persen habitatnya pada periode 2081–2100, sehingga menghadapi risiko tinggi kepunahan.

Beberapa spesies yang terancam antara lain Catalina ironwood, pohon langka endemik California, bluish spike-moss yang berasal dari garis keturunan tanaman berusia lebih dari 400 juta tahun, hingga sekitar sepertiga spesies Eucalyptus yang menjadi ikon vegetasi Australia.

Para peneliti menggunakan jutaan catatan lokasi tanaman dan berbagai skenario emisi gas rumah kaca untuk memetakan perubahan habitat di masa depan.

“Salah satu cara membayangkannya adalah tanaman mencoba mengikuti ‘selubung iklim’ yang bergerak. Ketika suhu memanas, banyak spesies dapat bergeser ke utara atau ke dataran lebih tinggi agar tetap cukup sejuk. Namun suhu hanyalah sebagian dari cerita,” kata peneliti pascadoktoral Universitas Yale Junna Wang dan profesor ilmu lingkungan Universitas California Davis Xiaoli Dong.

Keduanya memimpin penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science.

Penelitian menemukan perubahan iklim memperkecil kombinasi kondisi lingkungan yang sesuai untuk tanaman, sehingga semakin sedikit wilayah yang mampu menopang kehidupan spesies tertentu.

Meski tanaman dapat berpindah secara alami melalui penyebaran biji atau spora oleh angin, air, hewan, maupun gravitasi, tingkat risiko kepunahan tetap tinggi.

“Jika keterbatasan perpindahan menjadi masalah utama, maka memungkinkan penyebaran tanpa batas seharusnya bisa sangat mengurangi risiko kepunahan. Namun itulah yang tidak kami temukan,” kata Wang dan Dong.

Menurut para peneliti, melindungi keanekaragaman tanaman bukan hanya penting bagi alam, tetapi juga untuk menjaga sistem ekologi yang menopang kehidupan manusia di tengah ancaman perubahan iklim global.

  • Pemanasan Global

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.