Kemenkes dan Swasta Berkolaborasi dalam Program CKG Sasar Ribuan Driver Ojol di 17 Kota
Senin, 25 Mei 2026, 17:59 WIBJAKARTA - Kementerian Kesehatan menggandeng pihak swasta untuk memperluas akses program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi ribuan mitra pengemudi dalam peluncuran program CKG Komunitas di Rumah Mitra Gojek, Kemang Timur, Jakarta.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan di Jakarta, Senin (25/5), bahwa kolaborasi ini bertujuan memastikan CKG menjadi program hasil terbaik cepat (quick win) pemerintah yang benar-benar dimanfaatkan seluas mungkin. Terlebih, pemeriksaan kesehatan mandiri umumnya dapat menghabiskan biaya hingga Rp2â3 juta per orang.
Secara nasional, katanya, CKG telah berhasil menyasar sekitar 70 juta jiwa pada tahun 2025. Sementara itu, hingga Mei 2026, capaian CKG sudah menyentuh angka 36 juta jiwa, dengan 1,86 juta peserta di antaranya berasal dari Jakarta.
Berdasarkan data awal, mitra pengemudi memiliki faktor risiko tinggi terhadap obesitas, hipertensi, hingga prediabetes.
"Nah, ini pentingnya pemeriksaan gratis. Tujuannya menjaga supaya mereka tidak berobat pada saat sakit, tapi menjaga supaya mereka tetap sehat dan produktif," kata Dante.
Dia menyebutkan, program kolaborasi yang berlangsung dari Februari hingga Desember 2026 ini tidak hanya terpusat di Jakarta. Layanan serupa juga menyasar 16 wilayah lainnya, yakni Palembang, Bandung, Jabodetabek, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Malang, Medan, Lampung, Makassar, Balikpapan, dan Bali.
Pada fase awal, katanya, layanan CKG disediakan langsung di titik aktivitas mitra pengemudi. Pemeriksaan yang diberikan cukup lengkap, meliputi cek gula darah, kolesterol, tekanan darah, EKG jantung, serta deteksi dini kanker serviks (IVA). Bagi mitra yang membutuhkan kacamata, fasilitas tersebut juga bisa didapatkan secara gratis melalui BPJS.
Ke depannya, para mitra dapat mengecek lokasi puskesmas terdekat secara mandiri melalui aplikasi Gojek Driver.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Utama dan Deputi CEO GoTo GroupCatherine Hindra Sutjahyo, menyatakan dukungan penuh atas program pemerintah ini.
"Fasilitasi ini merupakan salah satu langkah konkret kami untuk mendukung Asta Cita pemerintah Indonesia pada pembangunan SDM melalui penguatan akses dan mutu layanan kesehatan," kata Catherine.
Senada, Head of Driver Operations Gojek Bambang Adi Wirawan menambahkan bahwa mobilitas tinggi di jalan raya membuat kesehatan mitra menjadi prioritas utama.
"Melalui program ini, kami ingin memastikan mitra memiliki akses terhadap informasi dan layanan yang membantu mereka memahami kondisi kesehatannya," jelas Bambang.
Menurutnya, program CKG ini menambah daftar panjang upaya Gojek dalam meningkatkan kesejahteraan pengemudinya. Sebelumnya, Gojek juga telah memberikan fasilitas BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan gratis bagi mitra berprestasi, bonus hari raya, hingga beasiswa. Ant
- driver ojol
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Basarnas Intensifkan Evakuasi Warga Antisipasi Letusan Susulan Gunung Semeru
-
Kemdiktisaintek Akan Tambah Kuota Beasiswa bagi Mahasiswa Internasional, Kampus Didorong Perluas Kerja Sama
-
BMKG Keluarkan Peringatkan Potensi Banjir Rob di NTT
-
BBKSDA evakuasi dua ekor beruang madu
-
Pemerintah turunkan komisi tarif ojek daring
-
Skor Kepuasan Hidup Warga Australia Anjlok
-
Waspada! 75 Kasus DBD Tercatat Sudinkes Jakbar di Awal 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.