Iran Alihkan Camp Piala Dunia 2026 ke Meksiko di Tengah Ketegangan dengan AS

Senin, 25 Mei 2026, 05:00 WIB

TEHERAN - Tim nasional Iran resmi memindahkan markas latihan mereka untuk Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat ke Meksiko setelah FIFA menyetujui permohonan federasi sepak bola Iran.

Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, mengonfirmasi bahwa tim nasional Iran kini akan bermarkas di Kota Tijuana, wilayah perbatasan antara Meksiko dan Amerika Serikat, selama turnamen berlangsung.

Ket. Foto: Ilustrasi latihan timnas Iran. — Sumber: AFP

“Syukurlah, berkat pertemuan yang kami lakukan dengan pejabat FIFA, permintaan kami untuk memindahkan lokasi dari Amerika Serikat ke Meksiko karena kendala visa telah disetujui,” ujar Taj dalam video yang dikutip kantor berita Fars.

Menurut Taj, keputusan tersebut diambil untuk menghindari berbagai komplikasi terkait pengurusan visa masuk ke Amerika Serikat. Selain itu, tim Iran juga dapat menggunakan penerbangan langsung Iran Air menuju Meksiko.

“Kami akan berbasis di Tijuana, dekat Samudra Pasifik. Kota itu berada di antara Meksiko dan Amerika Serikat, tetapi secara wilayah masuk Meksiko. Kami bahkan sudah menyelesaikan pembangunan fasilitas tim di sana,” katanya.

Partisipasi Iran di Piala Dunia sempat menjadi sorotan dalam beberapa bulan terakhir karena turnamen digelar bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Situasi semakin rumit setelah konflik di Timur Tengah memanas menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu yang memicu perang lebih luas di kawasan tersebut.

Iran tergabung di Grup G dan dijadwalkan memainkan dua laga awal di Los Angeles. Mereka akan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni, sebelum bertemu Belgia pada 21 Juni.

Laga terakhir fase grup akan mempertemukan Iran melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni.

Taj menilai lokasi baru di Tijuana justru lebih menguntungkan secara logistik dibandingkan markas sebelumnya di Tucson, Arizona.

“Untuk dua pertandingan kami di Los Angeles, waktu penerbangannya hanya sekitar 55 menit. Jauh lebih singkat dibandingkan jika kami berangkat dari Tucson,” ujarnya.

Wakil Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Mohammad Nabi, sebelumnya mengakui pihaknya belum yakin seluruh pemain dan staf akan mendapatkan visa Amerika Serikat.

“Kami belum bisa memastikan semua pemain dan staf akan memperoleh visa AS,” katanya beberapa hari lalu.

Meski demikian, Iran tetap optimistis FIFA akan memastikan seluruh protokol turnamen berjalan sesuai aturan.

Saat ini skuad Iran tengah menjalani pemusatan latihan di Antalya, Turki selatan. Sejumlah pemain bahkan telah mendatangi Kedutaan Besar Amerika Serikat di Ankara untuk mengurus aplikasi visa menuju Piala Dunia.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebelumnya menegaskan Iran tetap akan tampil di Amerika Serikat sesuai jadwal pertandingan.

“Tentu Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026 dan bermain di Amerika Serikat. Alasannya sederhana, karena sepak bola harus menyatukan orang-orang,” kata Infantino dalam Kongres FIFA di Vancouver bulan lalu.

Piala Dunia 2026 sendiri akan mulai bergulir pada 11 Juni mendatang di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

  • Iran
  • Piala Dunia 2026
  • konflik iran amerika serikat

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.